|
PALEMBANG(SINDO) –- Pemasaran Pupuk Daerah (PPD) PT Pupuk Sriwidjaya (Pusri) Sumsel dan Babel menyiapkan distributor penyangga guna memenuhi suplai pupuk.
Kepala PPD Pusri Zulfa Gani mengatakan distributor penyangga dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan akibat pupuk urea akibat pencabutan izin pada tujuh disributor pupuk sejak 17 Juli 2007. ”Kita sudah antisipasi untuk mem-back up, agar suplai pupuk urea lancar di daerah dengan menyiapkan distributor penyangga.Tentu kita pilih yang terdekat dengan lokasi penyaluran pupuk urea petani,” ungkapnya,kemarin. Dia menjelaskan distributor penyangga menyatakan kesiapannya menyuplay di lini rawan kekurangan pupuk urea. Zulfa menjelaskan,adanya bantuan distributor, pihaknya optimistis tidak ada masalah dengan suplai pupuk. Dia menegaskan petani tidak perlu khawatir dengan persediaan pupuk memasuki masa panen.Namun, Zulfa mengatakan keberadaan distributor penyangga hanya bersifat sementara. Zulfa menjelaskan saat ini pihaknya mempersiapkan distributor baru, dan pada 2008 mulai aktif menjalankan fungsinya. Dia mengatakan distributor yang baru memenuhi syarat sesuai SK memperindag dan mempunyai badan usaha. ”Distributor pupuk harus mempunyai sarana penunjang, seperti gudang dan angkutan, jaringan pemasaran serta modal yang berkecukupan. Sehingga permintaan petani dapat segera dipenuhi,”tandasnya. Sebelumnya pada 17 Juli lalu, Zulfa mengungkapkan PPD Pusri Sumsel dan Babel telah mencabut izin operasi distributor pupuk bersubsidi. Dia menjelaskan pencabutan dilakukan akibat kelalaian distributor saat menjalankan fungsinya. ”Distributor pupuk bersubsidi yang bekerjasama dengan Pusri selama ini, ada 85 distributor. Namun per 17 Juli hanya 78 yang beroperasi,” jelasnya. (irwan wahyudi)
|