VALAS

Kurs

Beli

Jual

USD9110.00 9185.00 
SGD6730.60 6811.60 
AUD8837.25 8947.25 
JPY85.36 86.75 

18 Juli 2008 10.22 WIB


 
Dapatkan account e-mail gratis @sindotechno.net
Bagaimana Mereka Dipilih
Thursday, 27 December 2007

Empat tokoh dari bidang politik,ekonomi,hukum,dan budaya terpilih sudah menjadi People of The Year 2007 di bidangnya masing-masing.Mereka adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X (Politik), Sri Mulyani Indrawati (Ekonomi),Taufiequrachman Ruki (Hukum), serta Sardono W Kusumo (Budaya).

Rangkaian tahap diterapkan untuk menentukan pemenang. Diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) oleh delapan panel expert dari empat bidang. Masingmasing Arbi Sanit dan Bachtiar Aly untuk bidang politik,Hendrawan Supratikno dan Bambang Permadi untuk bidang ekonomi, serta Hikmahanto Juwana dan Hendardi untuk bidang hukum.

Sementara untuk bidang budaya,Arswendo Atmowiloto dan Sudjiwo Tedjo.(lihat profil juri).Para expert berhak menentukan siapa-siapa saja yang layak masuk dalam nominasi POTY 2007. Cara ini dilakukan agar tokoh yang terpilih nanti benar-benar berkualitas yang memiliki kiprah nyata sepanjang 2007, bukan tokoh yang sekadar populer di kalangan masyarakat.

Dari diskusi yang cukup alot di antara para tokoh tersebut, akhirnya terpilih beberapa nama yang dinilai layak masuk dalam daftar nominator. Mereka yang sudah masuk dalam daftar itu kemudian berhak maju pada ”babak” selanjutnya, yaitu tahap pemilihan oleh masyarakat umum.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, selain memilih tokoh, diselenggarakan pula penentuan issue of the year, isu yang paling menonjol selama 2007. Selain bisa memilih isu yang sudah ada dalam daftar, responden juga diberikan kesempatan untuk mengungkapkan isu lainnya di luar daftar.

Tiga cara ditempuh untuk menjaring suara masyarakat sebanyak-banyaknya, yaitu survei online yang ditayangkan di www.seputar-indonesia.com & www.okezone.com, survei via telepon, dan survei kuesioner. Khusus untuk survei telepon, daerah cakupan meliputi 9 kota besar yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Medan, Makassar,dan Denpasar.

Data responden diambil dari buku telepon residensial masing-masing daerah. Sementara untuk survei kuesioner, Jakarta dijadikan tempat pengumpulan data. Tiap responden diberi pertanyaan tertutup untuk memilih tokoh-tokoh di empat bidang. Responden juga disodorkan pertanyaan seputar isu apa yang paling menonjol untuk tahun ini.

Dari pengumpulan data yang berlangsung sejak 1 November sampai 13 Desember 2007 itu, terkumpullah 2167 responden. Jumlah ini merupakan hasil total gabungan dari ketiga metode pengumpulan data. Dan dari hasil inilah, kemudian tergambar urutan tokoh yang mendapat suara terbanyak sampai yang terkecil serta isu yang paling menonjol selama 2007 ini. (lihat hasil survei masyarakat) Putusan ini belumlah final.

Hasil survei versi masyarakat tersebut kemudian dibawa kembali ke arena diskusi panel expert. Kedelapan tokoh di FGD sebelumnya kembali punya suara untuk menentukan siapa tokoh yang dianggap paling memberikan kontribusi positif di bidangnya. Tokoh yang berada dalam separuh jumlah nominator yang mendapat suara tertinggi berhak maju dalam penyaringan selanjutnya.

Meski demikian, juri berhak menetapkan tokoh yang tidak mendapat suara tinggi masuk dalam babak selanjutnya jika dianggap memenuhi kriteria yang telah ditetapkan (golden ticket). Silang pendapat menghiasi ajang FGD II. Masing-masing juri berlomba-lomba mempromosikan jawaranya. Saling berdebat adalah pemandangan umum yang terjadi saat itu. Sampai akhirnya, melalui voting, terpilihlah nama-nama yang dianggap layak memangku ”jabatan” sebagai People of The Year 2007 di empat bidang. (*)