|
||||||||||||||||||
| Jalur Tersibuk Lumpuh |
|
|
| Saturday, 11 February 2012 | |
Beberapa kapal tertambat di dermaga Sungai Danube yang membeku di Smederevo, 40 km sebelah timur Beograd, Serbia, kemarin.
BEOGRAD– Sungai Danube yang merupakan jalur air tersibuk di Eropa membeku dan ditutup total. Hal ini melumpuhkan berbagai aktivitas penting. Insiden ini semakin memperparah kondisi Eropa yang tengah dilanda cuaca dingin selama hampir dua pekan. Cuaca dingin masih terus menyerang daratan Eropa dengan suhu mencapai hampir minus 40 derajat Celsius. Jika cuaca buruk ini berlalu,ancaman banjir pun mengintai ketika suhu naik dan salju mulai mencair. Estebal terlihat menutup petak- petak Sungai Danube sepanjang 2.860 km yang mengalir melalui 10 negara dan sangat penting untuk transportasi, listrik,industri irigasi,serta perikanan.Akibatnya,sebagian jalur telah diblokade dari Austria ke muaranya di Laut Hitam. Menurut laporan AFP,navigasi perairan telah dihentikan di Serbia, Kroasia, Bulgaria, Rumania, Hungaria, dan Austria setelah es menutupi sungai di jalur pelayaran. Otoritas di Serbia telah bersiap menggunakan bahan peledak untuk memecah es di Sungai Ibar dan Danube. ”Lapisan es setebal setengah meter terbentuk di Ibar, dekat Kraljevo, dan itu berbahaya karena bisa menyebabkan sungai meluap ke kota,” ujar Pedra Maric, Kepala Departemen Darurat Kementerian Dalam Negeri Serbia,seperti dikutip Reuters. Menurut dia, 100 km Sungai Danube sudah membeku dan itu juga akan diledakkan. Otoritas Bulgaria yang telah melarang semua navigasi di sungai melaporkan sebanyak 224 kapal terjebak di pelabuhan. Suhu di Bulgaria dilaporkan turun ke rekor terendah pada Kamis (9/2) waktu setempat yang mencapai hingga minus 28,6 derajat Celsius di kota barat laut Vidin. Negara ini telah menghentikan semua kegiatan ekspor karena cuaca dingin. Sejauh ini,28 orang tewas di Bulgaria akibat cuaca buruk tersebut, termasuk delapan orang tenggelam ketika bendungan kecil meluap dan melanda desa mereka di Biser.Lebih dari 50 orang dievakuasi dari kawasan itu. ”Mengerikan,”papar Iliyan Todorov dari Desa Biser kepada harian Trud.”Kami diperingatkan lima menit sebelum gelombang datang.Kami selamat karena keajaiban.” Setelah mengunjungi Biser, Komisi Eropa untuk respons krisis Kristalina Georgieva menuturkan, kejadian yang terburuk belum terjadi. ”Dua pekan mendatang mungkin akan benar-benar sulit. Cuaca yang lebih hangat akan menyebabkan salju mencair dan situasi mungkin akan menjadi lebih buruk,” paparnya seperti dikutip bTV. Sebuah tanggul sungai juga runtuh akibat tekanan air di dekat Kapitan Andreevo di Bulgaria, dekat perbatasan dengan Turki. Kementerian Dalam Negeri Bulgaria menuturkan, listrik untuk 300 kota dan desa di negara itu terputus, jalanan serta beberapa pos pemeriksaan perbatasan dengan Rumania dan Turki juga ditutup. Sementara,sekitar 146 kota dan desa di Rumania terisolasi tanpa jalanan atau hubungan kereta karena cuaca buruk. Kepada Reuters, juru bicara Departemen Darurat Rumania Alin Maghiar menuturkan, sekitar 174 desa tidak punya aliran listrik. Di bagian lain, seorang pejabat dari Kementerian Ekonomi Serbia mengatakan, dampak komersial bisa sangat buruk. Pengelola kereta api setempat juga mengatakan,kereta Balkan Express jurusan Beograd- Istanbul hanya akan beroperasi hingga Sofia karena banjir di Bulgaria. Di Turki, lebih dari 2.000 jalan diblokir akibat salju berat dan suhu dingin membentang hingga utara Afrika. Sementara korban tewas akibat dingin di seluruh benua terus bertambah. Sedikitnya 460 orang tewas akibat cuaca ekstrem ini.Cuaca dingin yang semakin buruk ini pun diperkirakan akan terus menyebabkan korban jiwa di beberapa negara. susi |