|
||||||||||||||||||
| Pemimpin Tentukan Kemajuan Bangsa |
|
|
| Thursday, 09 February 2012 | |
CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (tengah) bersama para peraih
penghargaan SINDO People of The Year (POTY) 2011, di Jakarta, tadi
malam. Dari kiri ke kanan: Tokoh Pembaruan Sofyan Tan (Social
Entrepreneur 2011), Pemimpin Cabang Bank Sulselbar Jakarta Lili
Handayani mewakili Dirut Bank Sulselbar Ellong Tjandra (Inspiring CEO
2011), Corporate Secretary Bank BRI Muhamad Ali mewakili Dirut Bank BRI
Sofyan Basir (Chief Executive Officer 2011), Pemimpin Cabang Bank
Sumselbabel Jakarta Samiluddin mewakili Dirut Bank Sumselbabel Asfan
Fikri Sanaf (Inspiring CEO 2011), CEO Mubarok Food Muhammad Hilmy
(Inspiring CEO 2011), Dirut Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu (Inspiring
CEO 2011), Ketua PMI M Jusuf Kalla (People of The Year 2011), Ketua MK
Mahfud MD (Ketua Dewan Juri POTY 2011), Dirut PT Pos Indonesia I Ketut
Mardjana (Inspiring CEO 2011), Dirut PT Semen Gresik Dwi Soetjipto
(Inspiring CEO 2011), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Kepala Daerah
2011), dan Pembalap Nasional Rio Haryanto (Tokoh Muda 2011). JAKARTA– Kepemimpinan sangat menentukan kemajuan sebuah bangsa. Dalam konteks Indonesia yang berlatar aneka ragam karakter dan budaya, pemimpin harus mampu membangun kebersamaan.
Pernyataan ini disampaikan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) M Jusuf Kalla saat memberikan sambutan dalam acara penganugerahan penghargaan People of The Year (POTY) 2011 harian Seputar Indonesia (SINDO) di Jakarta tadi malam. “Pada dasarnya semua orang punya tujuan dan citacita yang baik, baik dalam usaha,dalam sosial maupun dalam bernegara.Semua itu bisa ke tujuan dengan kebersamaan. Pemimpin adalah yang bisa membangun kebersamaan,” ujar Kalla yang disambut aplaus hadirin yang memenuhi Ruang Puri Ratna, Hotel Grand Sahid Jaya,Jakarta. Mantan Wakil Presiden ini menyebut ada tiga syarat kepemimpinan yang memudahkan rakyat bersatu dan menumbuhkan kebersamaan. Pertama, seorang pemimpin harus bisa meyakinkan bahwa tujuan dari apa yang dijalankan itu jelas; kedua, pemimpin harus meyakinkan bahwa apa yang dilakukan itu bermanfaat bagi semua orang dan kemajuan bangsa ke depan serta membuat semua orang bangga sebagai warga negara; ketiga, apa yang dilakukan pemimpin itu bukan untuk kepentingan pribadi. “Kalau tiga syarat itu terpenuhi, tidak sulit bangsa yang besar ini untuk bisa maju,” ujarnya. Untuk masyarakat Indonesia yang masih lekat dengan gotong-royong, lanjut dia, membangun kebersamaan sangat mudah. Dia mencontohkan pengalamannya membangun kebersamaan masyarakat saat berpartisipasi memenangkan Pulau Komodo sebagai salah satu keajaiban dunia. “Saat itu, empat bulan hanya 60.000 SMS.Tapi setelah diyakinkan dengan kebersamaan, dua bulan terakhir 300 juta lebih SMS yang masuk. Dari situ saya belajar bahwa bangsa ini mudah bersatu,” ungkapnya. People of The Year 2011 merupakan penghargaan yang diberikan SINDO. Sejak pertama kali digelar pada 2005, POTY telah dianugerahkan kepada sejumlah tokoh, di antaranya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sutanto, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Sri Mulyani Indrawati, Mahfud MD,dan Emirsyah Satar. Kalla mendapatkan penghargaan POTY 2011 melalui survei dan penilaian yang dilakukan panel dewan juri yang berasal dari berbagai pakar. Tokoh asal Makassar ini mendapat penilaian lebih dibandingkan kandidat lain karena dinilai memiliki karakter berani untuk menyuarakan perubahan di mana pun dan dalam konteks apa pun.Di PMI, dia dinilai sangat kreatif dan berhasil mengukuhkan diri sebagai tokoh humanis yang keberadaannya sangat menyegarkan dan menyejukkan masyarakat. Hal itu terlihat dari bagaimana Kalla dengan berani melawan arus mengampanyekan Pulau Komodo agar diakui sebagai salah satu keajaiban dunia. Karena perjuangan dan kegigihan Kalla, Pulau Komodo masuk dalam 7 keajaiban dunia baru. Oleh dewan juri, Kalla juga dianggap bukan tipe pejabat yang setelah lengser mengidap penyakit post power syndrom. Selain Kalla, SINDO juga menganugerahkan penghargaan untuk beberapa kategori khusus. Mereka adalah Albertina Ho (hakim) sebagai tokoh penegak hukum 2011, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai kepala daerah 2011, Dirut BRI Sofyan Basir sebagai CEO 2011, Sofyan Tan sebagai tokoh social entrepreneur 2011, Rio Haryanto (pembalap) sebagai tokoh muda 2011. Harian SINDO juga memberikan apresiasi khusus untuk kategori inspiring CEO kepada Dirut PT Semen Gersik Dwi Soetjipto, Dirut Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu,Dirut Bank Sulselbar Ellong Tjandra, Dirut PT Pos I Ketut Mardjana, CEO Mubarok Food Muhammad Hilmy, dan Dirut Bank Sumselbabel Asfan Fikri Sanaf. Adapun dewan juri yang terlibat dalam pemilihan POTY kali ini adalah Rektor UIN Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat, Ketua MK Mahfud MD, Dekan FE UI Firmanzah, Dewi Fortuna Anwar, Dinna Wisnu, Handi Irawan, Tony Prasetyantono, dan Rhenald Kasali. Ketua Dewan Juri Mahfud MD mengatakan, Indonesia sebetulnya memiliki sosok yang kredibel dan punya kemampuan leadership mumpuni. Namun, mereka tak pernah terekspos, publik tak pernah tahu prestasinya. Maka, maksud dan tujuan POTY adalah untuk menunjukkan kepada bangsa Indonesia, individu-individu brilian yang bisa membuat republik ini tidak khawatir menatap masa depan. “Juri mencari tokoh yang bisa ditunjukkan kepada rakyat, di antara kegundahan dan kesulitan mencari orang yang baik, ternyata masih ada yang baik dan berkompeten,tapi tak ditampilkan,”ujar Mahfud. Mahfud juga mengungkapkan, dewan juri berdebat sengit untuk memilih pemenang dalam setiap kategori.Artinya, kata dia, tak mudah dalam memilih sosok yang dianggap yang terbaik di bidangnya. “Kami telah berdebat habishabisan untuk menentukan pemenang melalui metode yang sudah ditentukan oleh koran SINDO. Dan mudahmudahan pilihan kami cukup objektif,”ujar dia. CEO MNC Hary Tanoesoedibjo menjelaskan, POTY merupakan komitmen harian SINDO untuk memilih tokoh bangsa yang berperan aktif dan memberikan kontribusi positif dalam kebijakan dan tindakan serta keberaniannya melakukan terobosan untuk Indonesia. Setiap tokoh yang terpilih, lanjutnya, tak perlu diragukan kualitasnya karena mereka dipilih oleh dewan juri yang kredibel, objektif, serta memiliki daya intelektualitas yang baik. “Kita sangat yakin bahwa Indonesia merindukan segala sesuatu yang berjalan dengan baik.Indonesia juga membutuhkan sosok dan tokoh-tokoh yang lebih banyak lagi memberikan kontribusi,”ungkapnya. Dia pun berharap individu yang terpilih dapat memberikan pengaruh dan motivasi bagi rakyat untuk senantiasa berbuat yang terbaik kepada bangsa serta terus berkarya dan melakukan terobosan penting dan strategis untuk Tanah Air. Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mengaku tak menyangka dirinya mendapatkan penghargaan. Menurut Tri,saat banyak pihak menganggap bahwa dirinya merupakan pimpinan daerah yang aneh,justru koran SINDO melihat sosoknya sebagai persona yang memiliki prestasi. rahmat sahid/ krisiandi sacawisastra |