|
||||||||||||||||||
| Status Gunung Semeru Naik ke Level Siaga |
|
|
| Saturday, 04 February 2012 | |
|
LUMAJANG – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)
menaikkan status Gunung Semeru dari waspada level II ke siaga level
III. Status ini berada hanya satu level di bawah awas. Kepala Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, Kecamatan Candipuro,Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Suparno, menyatakan,peningkatan status ini diikuti pula dengan kesiagaan pemantauan lebih intensif.“Kami terus melakukan pemantauan. Secara visual puncak Semeru tertutup kabut. Namun,semua perkembangan kondisi Semeru, sudah kami rekam,”ungkap dia kemarin. Hasil pantauan visual menunjukkan bahwa sejak akhir 2011 hingga awal Februari 2012 aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa terus meningkat. Pada periode 29 Desember 2011– 15 Januari 2012 terjadi delapan kali letusan yang mengakibatkan munculnya awan berwarna putih kelabu dengan tinggi mencapai 600 meter dari puncak Semeru. Pada pertengahan Januari terlihat sinar api diam disertai guguran lava pijar dari puncak Semeru.Pada Kamis (2/2) dini hari, sekitar pukul 00.34 WIB, terlihat guguran awan panas dengan jarak luncur 300 meter dari kawah Jonggring Saloko. Guguran awan panas kembali muncul pada pukul 07.47 WIB. Guguran awan panas ini terjadi di ujung lelehan lidah lava, yang berjarak 750 meter dari bibir kawah, dengan jarak luncur mencapai 2.500 meter. Sementara hasil pemantauan kegempaan,pada periode 21 – 31 Januari 2012 terekam 29 kali gempa guguran, 924 gempa hembusan,5 kali gempa vulkanik dalam, serta 23 kali gempa tektonik jauh.Pada periode 1– 2 Februari2012telahterjadi4kali gempa akibat guguran awan panas, 22 kali gempa guguran, 128 kali gempa hembusan,dan 2 kali gempa tektonik jauh. Peningkatan status vulkanik ini tentu memiliki potensi bahaya yang harus diwaspadai.Potensi itu antara lain terjadi lontaran material vulkanik berupa batu pijar. Lontarannya bisa mencapai radius 1 kilometer (km) dari kawah. Karakter umumGunungSemerusebelum meletus juga patut diwaspadai. Biasanya didahului letusan abu vulkanik,yang diikuti lava pijar dan pertumbuhan kubah lava. Saat ini juga sering terpantau munculnya api diam dan guguran lava pijar.Akibat itu terjadi penumpukan material vulkanik di sekitar kawah.Kondisi ini sangat berpotensi terjadi guguran awan panas dengan jarak luncur bisa mencapai 5 km dari kawah. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Rochani meminta masyarakat di sekitar lereng Gunung Semeru kembali meningkatkan kewaspadaan. ”Beberapa pekan terakhir memang sudah terjadi peningkatan aktivitas vulkanis dengan guguran lava pijar menjadi awan panas. Kini kita terus melakukan pemantauan vulkanik bersama petugas di Pos Gunung Sawur,Desa Sumberwuluh, Candipuro,” ungkap Rochani kemarin. Dia menambahkan, BPBD Lumajang juga menetapkan status siaga darurat bencana karena dikhawatirkan banjir lumpur dari puncak Semeru menerjang. Apalagi hujan deras yang terjadi akhir-akhir ini bisa memunculkan endapan material vulkanik yang berada di bibir kawah sehingga jumlahnya sangat besar dan bisa meluber ke kaki gunung. Dia juga telah menginstruksikan perangkat desa dan kecamatan terdampak terutama warga di Daerah Aliran Sungai atau DAS di kaki Gunung Semeru untuk waspada.”Kami akan terus melakukan pemantauan ekstraketat di 12 wilayah kecamatan yang rawan bencana terdampak Semeru,”katanya. Saat musim penghujan seperti ini,sejumlah kawasan juga rawan untuk terjadi banjir lahar dingin. Kawasan itu meliputi Dusun Rowo Baung dan Dusun Supit yang termasuk wilayah Desa Pronojiwo, Dusun Urip di Desa Sumber Urip,serta Dusun Kamar A dan Dusun Umbulandi di Desa Supit Urang. Semuanya berada di wilayah Kabupaten Lumajang.Dusun Rowo Baung dan Dusun Supit merupakan dusun yang terdekat dengan pusat letusan, sekitar 9 km dari puncak Gunung Semeru. Sejumlah sungai yang harus diwaspadai, karena menjadi jalur aliran lahar dingin Semeru, antara lain Sungai Besuk Bang,Sungai Kobokan,dan Sungai Besuk Kembar.Potensi ancaman tersebut semakin tinggi karena ada aktivitas penambangan pasir di Dusun Supit dan Dusun Rowo Baung. yuswantoro/p juliatmoko/ lutfi yuhandi |