VALAS

Kurs

Jual

Beli

USD

9425.00

9125.00

SGD

7532.20

7263.20

AUD

9446.65

9109.65

JPY

118.37

113.45

14 Mei 2012 / 11:23 WIB
 
Status Gunung Semeru Naik ke Level Siaga PDF Print
Saturday, 04 February 2012
LUMAJANG – Pusat Vulkanologi  dan Mitigasi Bencana Geologi  (PVMBG) menaikkan status  Gunung Semeru dari waspada  level II ke siaga level III.  Status ini berada hanya satu  level di bawah awas. 

Kepala Pos Pengamatan Gunung  Semeru di Gunung Sawur,  Kecamatan Candipuro,Kabupaten  Lumajang, Jawa Timur, Suparno,  menyatakan,peningkatan  status ini diikuti pula dengan  kesiagaan pemantauan lebih  intensif.“Kami terus melakukan  pemantauan. Secara visual  puncak Semeru tertutup kabut.  Namun,semua perkembangan  kondisi Semeru, sudah kami  rekam,”ungkap dia kemarin.  Hasil pantauan visual menunjukkan  bahwa sejak akhir  2011 hingga awal Februari 2012  aktivitas vulkanik gunung tertinggi  di Pulau Jawa terus meningkat.

Pada periode 29 Desember  2011– 15 Januari 2012  terjadi delapan kali letusan  yang mengakibatkan munculnya  awan berwarna putih kelabu  dengan tinggi mencapai 600  meter dari puncak Semeru.  Pada pertengahan Januari  terlihat sinar api diam disertai  guguran lava pijar dari puncak  Semeru.Pada Kamis (2/2) dini  hari, sekitar pukul 00.34 WIB,  terlihat guguran awan panas  dengan jarak luncur 300 meter  dari kawah Jonggring Saloko.  Guguran awan panas kembali  muncul pada pukul 07.47 WIB.  Guguran awan panas ini terjadi  di ujung lelehan lidah lava,  yang berjarak 750 meter dari  bibir kawah, dengan jarak luncur  mencapai 2.500 meter.  

Sementara hasil pemantauan  kegempaan,pada periode 21  – 31 Januari 2012 terekam 29 kali  gempa guguran, 924 gempa  hembusan,5 kali gempa vulkanik  dalam, serta 23 kali gempa  tektonik jauh.Pada periode 1– 2  Februari2012telahterjadi4kali  gempa akibat guguran awan  panas, 22 kali gempa guguran,  128 kali gempa hembusan,dan 2  kali gempa tektonik jauh.  Peningkatan status vulkanik  ini tentu memiliki potensi bahaya  yang harus diwaspadai.Potensi  itu antara lain terjadi lontaran  material vulkanik berupa  batu pijar. Lontarannya bisa  mencapai radius 1 kilometer  (km) dari kawah.

Karakter  umumGunungSemerusebelum  meletus juga patut diwaspadai.  Biasanya didahului letusan abu  vulkanik,yang diikuti lava pijar  dan pertumbuhan kubah lava.  Saat ini juga sering terpantau  munculnya api diam dan guguran  lava pijar.Akibat itu terjadi  penumpukan material vulkanik  di sekitar kawah.Kondisi  ini sangat berpotensi terjadi  guguran awan panas dengan  jarak luncur bisa mencapai 5  km dari kawah.  Kepala Badan Penanggulangan  Bencana Daerah (BPBD)  Lumajang Rochani meminta  masyarakat di sekitar lereng Gunung  Semeru kembali meningkatkan  kewaspadaan.

”Beberapa  pekan terakhir memang sudah  terjadi peningkatan aktivitas  vulkanis dengan guguran  lava pijar menjadi awan panas.  Kini kita terus melakukan pemantauan  vulkanik bersama petugas  di Pos Gunung Sawur,Desa  Sumberwuluh, Candipuro,”  ungkap Rochani kemarin.  Dia menambahkan, BPBD  Lumajang juga menetapkan  status siaga darurat bencana  karena dikhawatirkan banjir  lumpur dari puncak Semeru  menerjang. Apalagi hujan  deras yang terjadi akhir-akhir  ini bisa memunculkan endapan  material vulkanik yang berada  di bibir kawah sehingga  jumlahnya sangat besar dan  bisa meluber ke kaki gunung.  

Dia juga telah menginstruksikan  perangkat desa dan kecamatan  terdampak terutama  warga di Daerah Aliran Sungai  atau DAS di kaki Gunung Semeru  untuk waspada.”Kami akan  terus melakukan pemantauan  ekstraketat di 12 wilayah kecamatan  yang rawan bencana  terdampak Semeru,”katanya.  Saat musim penghujan seperti  ini,sejumlah kawasan juga  rawan untuk terjadi banjir lahar  dingin. Kawasan itu meliputi  Dusun Rowo Baung dan Dusun  Supit yang termasuk wilayah  Desa Pronojiwo, Dusun Urip di  Desa Sumber Urip,serta Dusun  Kamar A dan Dusun Umbulandi  di Desa Supit Urang.

Semuanya  berada di wilayah Kabupaten  Lumajang.Dusun Rowo Baung  dan Dusun Supit merupakan  dusun yang terdekat dengan  pusat letusan, sekitar 9 km dari  puncak Gunung Semeru.  Sejumlah sungai yang harus  diwaspadai, karena menjadi  jalur aliran lahar dingin Semeru,  antara lain Sungai Besuk  Bang,Sungai Kobokan,dan Sungai  Besuk Kembar.Potensi ancaman  tersebut semakin tinggi  karena ada aktivitas penambangan  pasir di Dusun Supit  dan Dusun Rowo Baung.  yuswantoro/p juliatmoko/  lutfi yuhandi