|
||||||||||||||||||
| 164 Tewas di Seluruh Eropa |
|
|
| Saturday, 04 February 2012 | |
![]() Seorang wanita berpayung berjalan di tengah hujan salju lebat di depan Katedral Alexander Nevski di Sofia, Bulgaria, Kamis (2/2) waktu setempat. Cuaca dingin di kawasan Eropa telah menewaskan setidaknya 164 orang dari beberapa negara di Eropa berjuang melawan suhu yang mencapai minus 35 derajat Celsius. KIEV — Cuaca dingin yang melanda Eropa telah mengakibatkan lebih dari 164 orang tewas. Korban terbanyak diperkirakan jatuh di Ukraina. Udara dingin yang menyelimuti Ukraina hingga Italia itu berada pada titik terendah di beberapa tempat. Badan meteorologi setempat juga memprediksi, cuaca dingin bakal terus terjadi dalam beberapa hari mendatang.Di seluruh daratan Eropa, suhu udara jatuh hingga di bawah minus 35 derajat Celsius selama pekan ini. Beberapa wilayah di Eropa timur bahkan tidak mendapatkan layanan listrik. Jalur transportasi udara dan kereta pun terputus. Begitu juga dengan konsumsi gas yang meningkat drastis selama musim dingin ini. Di Ukraina puluhan ribu orang berlindung ke tempat perlindungan. Catatan resmi pemerintahan di Kiev menyebutkan, sedikitnya 101 orang tewas akibat kedinginan di negara itu. Kementerian darurat Ukraina menurutkan,sebagian besar korban tewas adalah kaum tunawisma dan 64 di antaranya ditemukan tewas di jalanan. Sementara, ratusan orang harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan dingin, hipotermia,dan kondisi terkait kedinginan lainnya. Puluhan ribu warga Ukraina berlindung di lebih 2.000 tempat permukiman akibat suhu mencapai minus 33 derajat Celcius. ”Saya menganggur. Saya memiliki tempat untuk berlindung tetapi tidak memiliki apa-apa untuk dimakan. Saya makan di sini dengan roti selai,” kata Olexander Shemnikov yang berlindung di permukiman di Kiev dikutip AFP. Pemerintah memperingatkan, rumah sakit tidak mengenakan biaya bagi pasien tunawisma. Perdana Menteri Ukraina Mykola Azarov mengumumkan bahwa negara telah membakar 1 miliar meter kubik gas selama tiga hari. Padahal, negaranya hanya memesan sebanyak 27 miliar kubik meter gas dari Rusia untuk 2012. ”Ini masa yang sulit bagi negara kita,”katanya dikutip BBC. Menteri Darurat Ukraina Viktor Baloga meminta publik untuk rajin berolahraga agar tidak kedinginan.”Anda harus bangun pagi dan berolahraga,” katanya. Sementara, sembilan orang tewas di Polandia karena suhu mencapai minus 32 Celcius di beberapa wilayah negara itu. Polisi menyebutkan, jumlah total korban tewas sudah mencapai 29 selama cuaca dingin terjadi sejak pekan lalu. Di London Pemerintah Inggris memperkirakan,udara dingin bakal terus berlanjut di beberapa wilayah. Salju masih menutupi beberapa bagian Inggris selama beberapa pekan. Sedangkan, Berlin dihantam cuaca dingin dengan minus 10 Celcius sepanjang malam. Federasi Internasional Palang Merah dan Masyarakat Bulan Sabit memperingatkan bahwa para tunawisma di Eropa dalam risiko yang sangat tinggi terancam jiwanya. ”Para gelandangan yang terperangkap tidak siap.Mereka tidak mengikuti perkembangan lebih jauh tentang perkiraan cuaca dan sangat rentan,”kata perwakilan IFRC untuk Belarusia dan Ukrania Zlatko Kovac dikutip AFP. Demi membantu masyarakat dalam bencana ini, mereka membagikan makanan hangat, pakaian tebal,dan selimut. Perusahaan gas raksasa Rusia,Gazprom,meningkatkan pengiriman ke Eropa.Namun, beberapa negara Eropa melaporkan bahwa terjadi penurunan suplai gas dari Rusia.Austria dan Slovakia melaporkan terjadi penurunan pengiriman gas dari Rusia sebesar 30%. Di Rumania, delapan orang tewas kemarin malam. Jumlah korban tewas keseluruhan mencapai 22 orang. Bahkan, di beberapa wilayah sekolah dan perkantoran ditutup. Di Bulgaria, sedikitnya 10 orang tewas. Sungai ternama Danube membeku. Di ibu kota Bulgaria, Sofia, beberapa penduduk mengeluh karena uang mereka membeku di anjungan tunai mandiri. Sementara di Polandia, korban meninggal bertambah sembilan orang, menjadi 37 orang. Tidak kurang dari 950 orang dilarikan ke rumah sakit karena mengalami hipotermia. Para pejabat Polandia mengatakan, sebagian besar korban adalah tunawisma. Suhu udara di Polandia anjlok hingga minus 32,5 derajat Celcius di beberapa daerah. Dari Serbia,lebih dari 11.000 orang terjebak salju tebal di kawasan pegunungan di Serbia. Ribuan orang tersebut tinggal di wilayah terpencil dan akses ke permukiman mereka terputus akibat es dan jalan yang tertutup salju tebal. ”Kami tengah melakukan apa saja untuk bisa mencapai mereka. Jalan-jalan ke sana sedang kami buka karena badai salju diramalkan masih akan melanda kawasan hinggabeberapaharike depan,” kata Predrag Maric, pejabat polisi di Serbia.Tim penyelamat juga mengerahkan helikopter untuk mengangkut makanan dan kereta salju. andika hendra m |