VALAS

Kurs

Jual

Beli

USD

9425.00

9125.00

SGD

7532.20

7263.20

AUD

9446.65

9109.65

JPY

118.37

113.45

14 Mei 2012 / 11:23 WIB
 
164 Tewas di Seluruh Eropa PDF Print
Saturday, 04 February 2012
Image

Seorang wanita berpayung berjalan di tengah hujan salju lebat di depan Katedral Alexander Nevski di Sofia, Bulgaria, Kamis (2/2) waktu  setempat. Cuaca dingin di kawasan Eropa telah menewaskan setidaknya 164 orang dari beberapa negara di Eropa berjuang melawan suhu  yang mencapai minus 35 derajat Celsius.

KIEV — Cuaca dingin yang melanda  Eropa telah mengakibatkan lebih dari  164 orang tewas. Korban terbanyak  diperkirakan jatuh di Ukraina.

Udara dingin yang menyelimuti  Ukraina hingga Italia itu  berada pada titik terendah di  beberapa tempat. Badan meteorologi  setempat juga memprediksi,  cuaca dingin bakal  terus terjadi dalam beberapa  hari mendatang.Di seluruh daratan  Eropa, suhu udara jatuh  hingga di bawah minus 35 derajat  Celsius selama pekan ini.  Beberapa wilayah di Eropa  timur bahkan tidak mendapatkan  layanan listrik.

Jalur transportasi  udara dan kereta pun  terputus. Begitu juga dengan  konsumsi gas yang meningkat  drastis selama musim dingin ini.  Di Ukraina puluhan ribu  orang berlindung ke tempat  perlindungan. Catatan resmi  pemerintahan di Kiev menyebutkan,  sedikitnya 101 orang  tewas akibat kedinginan di negara  itu. Kementerian darurat  Ukraina menurutkan,sebagian  besar korban tewas adalah  kaum tunawisma dan 64 di  antaranya ditemukan tewas di  jalanan.  

Sementara, ratusan orang  harus dilarikan ke rumah sakit  karena serangan dingin,  hipotermia,dan kondisi terkait  kedinginan lainnya. Puluhan  ribu warga Ukraina berlindung  di lebih 2.000 tempat permukiman  akibat suhu mencapai  minus 33 derajat Celcius.  ”Saya menganggur. Saya  memiliki tempat untuk berlindung  tetapi tidak memiliki  apa-apa untuk dimakan. Saya  makan di sini dengan roti selai,”  kata Olexander Shemnikov  yang berlindung di permukiman  di Kiev dikutip AFP.  

Pemerintah memperingatkan,  rumah sakit tidak mengenakan  biaya bagi pasien  tunawisma. Perdana Menteri  Ukraina Mykola Azarov mengumumkan  bahwa negara telah  membakar 1 miliar meter kubik  gas selama tiga hari. Padahal,  negaranya hanya memesan  sebanyak 27 miliar kubik meter  gas dari Rusia untuk 2012. ”Ini  masa yang sulit bagi negara  kita,”katanya dikutip BBC.  Menteri Darurat Ukraina  Viktor Baloga meminta publik  untuk rajin berolahraga agar  tidak kedinginan.”Anda harus  bangun pagi dan berolahraga,”  katanya.  Sementara, sembilan orang  tewas di Polandia karena suhu  mencapai minus 32 Celcius di  beberapa wilayah negara itu.  

Polisi menyebutkan, jumlah  total korban tewas sudah mencapai  29 selama cuaca dingin  terjadi sejak pekan lalu.  Di London Pemerintah  Inggris memperkirakan,udara  dingin bakal terus berlanjut di  beberapa wilayah. Salju masih  menutupi beberapa bagian  Inggris selama beberapa pekan.  Sedangkan, Berlin dihantam  cuaca dingin dengan minus  10 Celcius sepanjang malam.  Federasi Internasional Palang  Merah dan Masyarakat  Bulan Sabit memperingatkan  bahwa para tunawisma di Eropa  dalam risiko yang sangat tinggi  terancam jiwanya.

”Para gelandangan  yang terperangkap  tidak siap.Mereka tidak mengikuti  perkembangan lebih jauh  tentang perkiraan cuaca dan  sangat rentan,”kata perwakilan  IFRC untuk Belarusia dan Ukrania  Zlatko Kovac dikutip AFP.  Demi membantu masyarakat  dalam bencana ini, mereka  membagikan makanan hangat,  pakaian tebal,dan selimut.  Perusahaan gas raksasa  Rusia,Gazprom,meningkatkan  pengiriman ke Eropa.Namun,  beberapa negara Eropa melaporkan  bahwa terjadi penurunan  suplai gas dari Rusia.Austria  dan Slovakia melaporkan terjadi  penurunan pengiriman gas  dari Rusia sebesar 30%.  

Di Rumania, delapan orang  tewas kemarin malam. Jumlah  korban tewas keseluruhan  mencapai 22 orang. Bahkan, di  beberapa wilayah sekolah dan  perkantoran ditutup.  Di Bulgaria, sedikitnya 10  orang tewas. Sungai ternama  Danube membeku. Di ibu kota  Bulgaria, Sofia, beberapa penduduk  mengeluh karena uang  mereka membeku di anjungan  tunai mandiri.  Sementara di Polandia,  korban meninggal bertambah  sembilan orang, menjadi 37  orang. Tidak kurang dari 950  orang dilarikan ke rumah sakit  karena mengalami hipotermia.  

Para pejabat Polandia mengatakan,  sebagian besar korban  adalah tunawisma. Suhu  udara di Polandia anjlok  hingga minus 32,5 derajat Celcius  di beberapa daerah.  Dari Serbia,lebih dari 11.000  orang terjebak salju tebal di  kawasan pegunungan di Serbia.  Ribuan orang tersebut tinggal di  wilayah terpencil dan akses ke  permukiman mereka terputus  akibat es dan jalan yang tertutup  salju tebal.

”Kami tengah  melakukan apa saja untuk bisa  mencapai mereka. Jalan-jalan  ke sana sedang kami buka karena  badai salju diramalkan  masih akan melanda kawasan  hinggabeberapaharike depan,”  kata Predrag Maric, pejabat  polisi di Serbia.Tim penyelamat  juga mengerahkan helikopter  untuk mengangkut makanan  dan kereta salju.  andika hendra m