|
||||||||||||||||||
| Omzet Waralaba Bisa Tembus Rp226 Triliun |
|
|
| Tuesday, 13 December 2011 | |
|
JAKARTA- Omzet bisnis waralaba diperkirakan akan menembus Rp224,4–226,6
triliun pada 2012.Nilai itu mengalami kenaikan dibandingkan tahun ini
yang diperkirakan mencapai sekitar Rp220 triliun.
Sektor makanan dan minuman masih mendominasi bisnis waralaba, yakni sebesar 20% terhadap total omzet. Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar mengatakan, pertumbuhan industri waralaba nasional sekitar 2–3% per tahun. ”Hingga pertengahan tahun nilai omzet sudah sekitar Rp214 triliun. Sampai akhir tahun, setidaknya bisa mencapai Rp220 triliun,” kata Anang di Jakarta kemarin. Menurut dia, saat ini ada sekitar 75 merek waralaba yang menjadi anggota AFI, di antaranya terdiri dari sektor makanan dan minuman, pendidikan, jasa kurir,jasa binatu, dan ritel.Merek waralaba Indonesia yang sudah ekspansi ke luar negeri sekitar 10–15%.Sedangkan, merek asal Amerika Serikat (AS) ada sekitar 10. Anang mengungkapkan, dulu waralaba AS banyak yang masuk ke Indonesia,tapi mulai berkurang. ”Sekarang,mereka mau masuk lagi ke sini,mulai menjajaki. Biasanya mereka bergerak di sektor makanan dan minuman dan membidik pasar kelas menengah ke atas,” terangnya. Indonesia, lanjutnya, tengah dilirik oleh pelaku waralaba asal AS dan Eropa.Hal itu salah satunya terjadi karena krisis ekonomi yang terjadi di dua wilayah itu. Anang berharap, mereka tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar. Kedatangan delegasi bisnis AS ke Indonesia kemarin merupakan yang pertama setelah adanya travel warning. Anang berharap, pemerintah bisa memanfaatkan peluang tersebut untuk mengembangkan dan memacu sektor waralaba nasional. ”Misalnya, bisa mencontoh upaya yang dilakukan Pemerintah Malaysia. Mereka mengalokasikan dana untuk pengembangan dan pendampingan total waralaba lokal selama delapan tahun. Kita butuh dukungan itu untuk mematangkan pelaku waralaba nasional,” katanya. Di sisi lain, Anang mengeluhkan, masih lemahnya penegakan hukum waralaba di Indonesia.Dia mencontohkan, masih banyak para pelaku business opportunity (BO) yang mengklaim sebagai waralaba dan tidak dikenakan sanksi. ”Saya ingin semua pemain mematuhi aturan yang ada.BO itu bukan waralaba, tapi banyak yang mengklaim seperti itu,” ujarnya. Dihubungi terpisah,Ketua Komite Tetap Waralaba Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Amir Karamoy mengatakan, omzet waralaba pada tahun depan akan meningkat karena didorong semakin banyaknya waralaba asing yang masuk ke Indonesia. ”Sementara, di dalam negeri sedang berkembang apa yang namanya pola kemitraan,” kata Amir ketika dihubungi SINDOkemarin. Dia menambahkan, selain AS dan Eropa,pewaralaba asal Korea Selatan (Korsel) juga sangat tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. Sekitar 30 merek waralaba asal Korsel akan menjajaki kerja sama di Indonesia pada Juni 2012.”Mereka akan melakukan roadshow lalu berkunjung ke Indonesia. Sektor makanan dan minuman masih mendominasi, seperti ginseng,”tandasnya. sandra karina |