VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9150.008900.00
SGD7214.207199.20
AUD9772.209469.20
JPY115.12110.85
22-Feb-2012 / 11:45 WIB

 
Kelas yang Menjadi Motor Konsumsi PDF Print
Monday, 25 April 2011
Sudah bukan rahasia lagi jika kelas menengah di Indonesia tumbuh pesat dalam 10 tahun terakhir. Hal ini membuat sejumlah negara mengincar kelas menengah Indonesia.

Mereka pun menawarkan produk mewah yang diprediksi bakal laris manis di Indonesia. Pertumbuhan kelas menengah di Indonesia diprediksi disebabkan pertumbuhan ekonomi yang terus membaik. Indikasi pertumbuhan kelas ini bisa dilihat dari barang-barang yang selama ini jadi kebutuhan sekunder begitu laris manis. Misalnya, bagaimana angka penjualan mobil melonjak. Begitu juga dengan penjualan motor,telepon seluler,produk elektronik, produk retail,dan properti.

Seiring dengan pertumbuhan kelas menengah itu, ekonomi masyarakat Indonesia secara umum juga kian membaik.Pendapatan per kapita Indonesia tahun lalu sudah menyentuh level USD3.000. Berbicara kelas menengah, hal ini pernah dibahas Bank Pembangunan Asia (ADB) beberapa waktu lalu. Dalam laporan yang berjudul “The Rise of Asia’s Middle Class 2010“disebutkan bahwa jumlah kelas menengah di Asia meningkat sangat tajam termasuk di Indonesia.

Konsumen Asia membelanjakan sebesar USD4,3 triliun atau sekitar sepertiga pengeluaran konsumsi negara maju (OECD) pada 2008 dan pada 2030 diestimasikan konsumsi Asia akan mencapai USD32 triliun atau 43% konsumsi dunia. Pertumbuhan angka masyarakat kelas menengah Asia yang meningkat semakin memainkan peranan penting dalam menyeimbangkan perekonomian dunia.

Meskipun masyarakat kelas menengah Asia memiliki nominal pendapatan lebih rendah dibandingkan masyarakat barat, angka peningkatan konsumsi belanja tidak kalah dibandingkan masyarakat negara maju. Pertumbuhan ekonomi Asia selama dua dekade terakhir secara beriringan juga terjadi penurunan angka kemiskinan, dari yang sebelumnya masyarakat kelas bawah kini beranjak naik menjadi kelas menengah.

Definisi masyarakat kelas menengah di Asia adalah dengan tingkat pendapatan per kapita per hari sebesar USD2–20 per hari.Pada 2008,studi ini menemukan sebanyak 56% populasi Asia atau sebesar 1,9 miliar orang masuk kategori kelas menengah.Angka tersebut naik 21% dibandingkan pada 1990.Posisi Indonesia dalam laporan ini, menurut Asisten Kepala Ekonom ADB Douglas H Brooks, memiliki populasi terbesar keempat di antara 21 negara di Asia dalam persentase masyarakat kelas menengah.

Populasi kelas menengah di Indonesia mencapai 62% pada 2008,namun 43% di antaranya masyarakat kelas menengah yang rentan jatuh miskin kembali dengan pendapatan USD2-4 per hari. Dalam hal perubahan persentase pertumbuhan masyarakat kelas menengah, China adalah yang terbesar kedua di antara 21 negara di Asia dengan pertumbuhan 61% dan India berada di posisi ke-12 dengan perubahan 13%, sementara Malaysia di posisi ke- 15 dengan pertumbuhan 5,65%.

Sedangkan Indonesia berada di urutan keempat di kawasan dengan perubahan 46%. Bagaimanapun perubahan populasi total menjadikan 113 juta penduduk Indonesia kini berstatus sebagai masyarakat kelas menengah dibandingkan 845 juta jiwa penduduk kelas menengah China dan 6,46 juta masyarakat kelas menengah Malaysia. Bukan hanya kelas menengah yang naik,jumlah populasi orang kaya di dunia juga tumbuh 17,1% menjadi 10 juta orang pada 2009.

Pertumbuhan terbesar berada di kawasan Asia-Pasifik. Hal ini tercermin dalam studi World Wealth Report 2010 yang dipublikasikan Capgemini Consulting Technology Outsourcing bekerja sama dengan Merril Lynch Wealth Management pada Juli tahun lalu. Populasi dengan kekayaan individual bersih tinggi (high net worth individuals/ HNWI) tumbuh 17,1% pada 2009. Nilai finansial HNWI meningkat 18,9% menjadi USD39 triliun, setelah turun 24% pada 2008.

Jumlah superkaya (ultra-HNWI) juga tampak meningkat 21,5% pada 2009.Secara global angka populasi orang kaya terkonsentrasi di Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Jerman, yang dikalkulasi sebesar 53,5% dari total populasi orang kaya di dunia.Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan pada 2008. Laporan ini mengungkapkan, meskipun hingga saat ini populasi orang kaya terbanyak masih didominasi kawasan Amerika Utara, dengan representasi 31% atau 3,1 juta orang dari populasi orang kaya dunia, studi ini menyimpulkan pertumbuhan orang kaya di Asia merupakan yang tertinggi pada 2009.

Catatan World Wealth Report 2010 ini mengungkapkan, pertumbuhan jumlah orang kaya di Asia terutama didorong oleh pertumbuhan ekonomi kawasan ini yang mampu bertahan dari terpaan dampak krisis finansial global dibandingkan kawasan lain. Riset ini mengestimasikan populasi orang kaya (HNWI) Asia-Pasifik meningkat 25,8% menjadi 3 juta orang setara dengan jumlah orang kaya di Eropa saat ini.

Populasi orang kaya di Asia terutama sumbangan tertinggi dari Hong Kong yang jumlah orang kayanya meningkat 104,4% dan India meningkat 50,9%. Angka nilai kekayaan populasi HNWI Asia-Pasifik melonjak 30,9% menjadi USD9,7 triliun pada 2009, yang mampu melebih angka penurunan pada 2008. Peningkatan jumlah kelas menengah dan populasi orang kaya tersebut tentunya secara langsung atau tidak akan meningkatkan konsumsi. Hal ini juga berpengaruh pada pola dan cara konsumsi mereka. islahuddin/yani a