VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Pintu Keluar Tol Pejagan Macet 3 Km PDF Print
Monday, 06 September 2010
Image

ANTRE,
Deretan kendaraan pemudik terlihat antre di dekat perlintasan kereta api (KA) dekat pintu keluar tol Pejagan, Brebes, tadi malam. Kemaceta di ruas ini bakal semakin parah seiring meningkatnya arus mudik Lebaran.

BREBES(SINDO) – Kemacetan panjang mulai tampak di jalur mudik pada H-5 Lebaran.Kemacetan sepanjang hampir tiga kilometer kemarin tampak di pintu keluar tol Pejagan,Brebes. Selain akibat padatnya arus lalu lintas dari arah barat (Jakarta dan Jawa Barat), kemacetan tersebut dipicu adanya perlintasan kereta api (KA) sebidang di pertigaan Pejagan yang tutup tiap kali ada KA melintas.

Antrean mobil sepanjang 3 km tampak dari pertigaan Pejagan hingga pertigaan pintu keluar tol Pejagan. Petugas pun segera menangani hal itu dengan mengalihkan kendaraan yang keluar dari tol ke arah kiri atau ke Ketanggunggan maupun Purwokerto. Pengalihan itu berlaku bagi semua kendaraan, baik yang bertujuan Purwokerto maupun Brebes dan Tegal dan arah Pantura,Jawa Tengah. PantauanSINDOdi lapangan, setiap kali KA melintas,sejumlah petugas Polres Brebes segera mengatur lalu lintas, untuk mengarahkan laju kendaraan agar lebih tertata.

Bahkan polisi yang bertugas di Pospam Pintu Keluar Tol Pejagan, tak henti-hentinya menginstruksikan pengaturan lalu lintas melalui alat pengeras suara. ”Semua kendaraan, baik yang hendak ke Brebes, ke wilayah pantura, serta ke Purwokerto diharap agar berbelok ke kiri atau ke arah Slawi. Karena akses yang melalui pertigaan Pejagan sedang padat,” seru petugas pos mencoba mengatur laju kendaraan,kemarin.

Kondisi tersebut berlangsung hingga 6-8 menit, tergantung dari cepat atau lambatnya KA yang melintas. Pengalihan jalur tersebut membuat sejumlah kendaraan yang hendak ke arah Brebes dan kota di pantura menjadi bingung karena harus lewat di jalur arah Slawi.Jalur ini tidak biasa mereka lalui. Rifai,35,pemudik tujuan Kendal mengaku tidak pernah melintas di jalur Slawi.Biasanya,usai keluar dari pintu tol, kendaraanya berbelok ke kanan melewati pertigaan Pejagan.

Namun oleh petugas, sejumlah pemudik yang bingung memperoleh penjelasan arah yang benar guna menghindari kebingungan. ”Di sepanjang jalur arah Slawi, rambu petunjuk arah sudah terpasang. Pemudik hanya mengikuti petunjuk rambu tersebut. Nanti tembus ke jalan pantura lagi,yakni di Kota Tegal,” kata seorang petugas.

Volume kendaraan yang melewati pintu tol Pejagan pada H-5 kemarin lebih besar dibandingkan hari sebelumnya. Data hitungan kendaraan di pospam pintu keluar tol Pejagan dari pukul 06.00 WIB- 12.00,jumlah total kendaraan yakni 7.595 kendaraan. Sehari sebelumnya di jam yang sama, jumlah kendaraan 4.511 kendaraan.

Sepeda Motor Padati Pantura

Memasuki H-5,sebanyak 25 ribu kendaraan roda dua mulai memadati jalur pantura Brebes.Para pemudik tersebut mulai melintasi pintu masuk pantura Cisanggarung Losari sejak pukul 06.00 WIB-12.00 WIB. Berdasarkan data hitungan kendaraan yang tercatat oleh petugas Pospam Cisanggarung, Minggu (5/9) sejak pukul 06.00 WIB- 22.00 WIB, jumlah sepeda motor mencapai 41.596 kendaraan.

Jumlah sepeda motor melebihi jumlah kendaraan lainnya seperti mobil penumpang sekitar 2..505 kendaraan, mobil beban sekitar 1.812 kendaraan, dan bus mencapai 1.392 unit. Sehingga jumlah total kendaraan yang masuk ke Jateng melalui Cisanggarung mencapai 47.305 kendaraan. Kepala Pospam Cisanggarung AKP I Wayan Pariharta mengatakan, arus mudik memasuki H-5 mengalami kenaikan sekitar 25 % dibanding H-6.Hal itu dipengaruhi oleh kondisi waktu yang memasuki akhir pekan.

Sehingga banyak keluarga yang memilih pulang ke kampung halaman saat H-5 lebaran. ”Padatnya kendaraan terutama sepeda motor, yakni terjadi sejak pukul 04.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Hampir iring-iringan kendaraan melaju tak putus-putus. Kondisi tersebut berangsur-angsur berkurang memasuki siang hari,” katanya,kemarin. Kepadatan laju kendaraan itu, berbarengan pula dengan adanya pasar tumpah Losari, sehingga sejumlah petugas terpaksa turun menangani kesemrawutan jalan pantura.

Tergenang Banjir

Arus mudik melalui jalur selatan terganggu akibat banjir yang melanda beberapa kawasan di Kabupaten Banyumas,kemarin. Bencana alam berupa banjir tersebut disebabkan sebagian besar drainase yang berada di sisi kiri maupun kanan ruas jalan tidak mampu menampung air sehingga meluap ke jalanan. Selain itu, kondisi jalan yang menanjak mengakibatkan arus luapan air dari drainase tersebut cukup deras sehingga di beberapa titik terendah di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Banyumas terdapat genangan setinggi 5-15 sentimeter.

Bahkan, kerikil yang semula berada di bahu jalan turut terbawa arus hingga berserakan di jalanan. Beberapa ruas jalan yang terkena luapan air dari drainase, antara lain Jalan Raya Pancasan-Karang Bawang yang menghubungkan Ajibarang dan Wangon serta ruas jalan antara Ajibarang-Purwokerto yang kondisinya menanjak. Selain itu, genangan air juga dijumpai di ruas Jalan Raya Cilongok, yakni di depan Pasar Cilongok permukaannya mendatar.

Akibat luapan drainase ini, arus kendaraan yang melintas di sejumlah jalan tersebut tersendat terutama pada jalanan yang menanjak. Dari Kabupaten Sermarang dilaporkan, arus mudik Lebaran 2010 yang melintas di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menuju Yogyakara dan Surakarta mulai meningkat.

Sementara jalur tengah timur Jawa Tengah dari Kota Semarang- Kabupaten Grobogan-menuju Kabupaten Blora dapat dilalui pemudik dan seluruh proses peninggian jalan telah berhenti,sehingga dua lajur dapat dilintasi.Hasil pantauan kemarin) dari Blora hingga Kota Semarang terlihat proses pembangunan peninggian dihentikan dan jalan yang sebelumnya ditinggikansudahdapat dilalui.

Lingkar Nagreg Dibuka untuk Umum

Sementara itu,untuk mengurai kemacetanpadaH-5,PolresBandung kemarin membuka jalur Lingkar Nagreg sekitar pukul 10.30 WIB.Dari pantauan lapangan, masih banyak kendaraan pribadi maupun bus umumyangtidakkuatmenanjakdan mogok saat akan melewati tanjakan Citiis di Km 2,4. Petugas membuka jalan tersebut untuk kendaraan yang datang dari Garut,Ciamis,dan Tasikmalaya.

Sejumlah petugas kepolisian disiagakan di tanjakan tersebut guna mengatur lalu lintas agar tidak terjadi antrean kendaraan,terlebih jika ada kendaraan yang mogok. Staf ahli Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak menyatakan, kendaraan roda dua atau empat tetap harus berhati-hati saat melintas jalur Lingkar Nagreg yang baru dibuka itu dan harus mengenal kondisi jalan yang menanjak curam.

Menurut Hermanto, hasil evaluasi sementara jalur ini sudah bisa digunakan untuk mengurangi kemacetan jalur Nagreg.“Setidaknya 14% kondisi jalan berupa tanjakan. Jadi, untuk sementara kendaraan yang melebihi kapasitas 8 ton belum diperbolehkan melintasi Lingkar Nagreg,” kata Hermanto di sela meninjau Lingkar Nagreg kemarin. (akrom hazami/ant/ iwa ahmad sugriwa/atep abdillah kurniawan)                    


 
coverjateng