VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Pelaku Penembakan Diperiksa PDF Print
Monday, 06 September 2010
JAKARTA(SI) – Tim investigasi Mabes Polri telah memeriksa AR,anggota Polres Buol,yang diduga melakukan penembakan terhadap warga saat kerusuhan berdarah di Biau,Buol,Sulawesi Tengah,pekan lalu.

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Amin Saleh mengatakan, AR diperiksa karena dilaporkan warga telah melakukan penembakan terhadap warga sipil di Jalan Syarif Mansyur, Buol,Rabu (1/9) pukul 17.30 Wita. ”Dia dilaporkan warga karena dia yang melakukan penembakan,” kata Amin. Namun,menurut Kapolda,AR belum ditetapkan sebagai tersangka karena polisi masih mengumpulkan alat bukti.Selain AR,polisi juga telah memeriksa sedikitnya 16 anggotanya yang diduga terkait kematian seorang warga bernama Kasmir dalam tahanan Mapolsek Biau.

Kematian Kasmir yang mencurigakan itu menyulut kemarahan ribuan warga yang kemudian menyerbu Mapolsek Biau. Pecahlah kerusuhan yang menyebabkan delapan orang tewas dan puluhan luka-luka baik dari aparat maupun warga. Mengenai tewasnya Kasmir, Amin mengakui hal itu karena kelalaian dari polisi yang menjalankan tugasnya.Namun,hingga kini belum ada seorang pun baik dari aparat kepolisian maupun warga yang ditetapkan sebagai tersangka dalam insiden tersebut. ”Kalau kelalaian itu pasti ada,tapi pidananya belum,”ucapnya. Amin menegaskan, saat ini situasi keamanan di Buol sudah berangsur pulih dan kondusif.Warga sudah beraktivitas seperti biasa. ”Tapi secara psikologis belum,” katanya.

Atas kejadian berdarah itu,Amin juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang menjadi korban. Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Iskandar Hasan mengatakan, Polri telah memeriksa 11 orang yang diduga bertanggung jawab dalam kasus tersebut. Empat di antaranya diperiksa secara intensif dan ditetapkan sebagai terperiksa dalam pelanggaran kode etik dan profesi.Mereka adalah Kasatlantas Polres Buol Iptu Jefri Pantow, Kapolsek Biau Iptu Zakir Butudoka, Brigadir Amiruloh, dan Brigadir James Jhon Pantaw. Terkait usulan pembentukan tim independen kasus Buol, Iskandar mengaku masih belum diperlukan.

Saat ini sudah ada beberapa lembaga negara yang turun ke Buol untuk menyelidiki dan menuntaskan kasus tersebut di antaranya Komnas HAM,Komisi III DPR,dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Iskandar meminta publik memberi kepercayaan kepada tim investigasi yang dipimpin langsung Wakapolri Komjen Pol Yusuf Manggabarani yang saat ini tengah melakukan penyelidikan. Polri berjanji akan memberikan penjelasan secara transparan atas penyelidikan kasus itu.

Delapan korban tewas dalam kerusuhan Buol adalah Amran Abjalu, Rasyid S Jopori, Herman Hasan,Ridwan D Majo,Arfan Salakea, Saktipan, Muslimin Ashora, dan pegawai koperasi Buol, Supriyadi yang terluka dan sempat dirawat di RSUD Buol, tapi tidak tertolong. Bentrokan aparat dengan warga berawal dari operasi penertiban balap liar aparat kepolisian pada 28 Agustus lalu di wilayah Biau, Buol, Sulteng. Dalam penertiban itu, Briptu Ridwan M dan Brigadir James Jhon berhasil mengamankan dan menahan Kasmir Y Timumun yang menabrak Briptu Ridwan saat berusaha melarikan diri.

Pada 30 Agustus pukul 15.30 Wita, Kasmir ditemukan sudah tidak bernyawa. Hasil visum tim dokter Rumah Sakit Buol, korban diketahui meninggal akibat bunuh diri dengan cara mengikat lehernya dengan sarung di pintu sel. Namun,keluarga menduga korban tewas akibat dianiaya di tahanan. Warga yang mendengar informasi tersebut tersulut emosinya. Sekitar 500 warga kemudian mendatangi kantor polisi dan melakukan penyerangan terhadap Mapolsek Biau. Pada bagian lain keluarga Kasmir mengaku tidak menemukan tanda-tanda yang menyatakan Kasmir Y Timumun bunuh diri di dalam sel tahanan Mapolsek Biau, Senin (30/8). Mahmud Hanggi, salah satu kerabat Kasmir di Buol, mengatakan, keluarga yakin Kasmir meninggal akibat kekerasan oknum polisi. Mahmud merupakan keluarga korban yang pertama kali melihat kondisi Kasmir saat meninggal dalam tahanan.

Saat Mahmud datang, jenazah Kasmir tergantung di pintu sel tahanan Polsek Biau. Namun, Mahmud tidak menemukan tanda-tanda bunuh diri pada diri Kasmir sebab lengan korban lentur dan lembek. Matanya tidak melotot dan lidahnya tidak menjulur keluar. “Sampai sekarang saya yakin sekali Kasmir bukan meninggal bunuh diri,” katanya. (sucipto/ant)