|
||||||||||||||||||
| SinabungTenang,Tapi Aktivitas Meningkat |
|
|
| Monday, 06 September 2010 | |
IBADAH: Sejumlah pengungsi mengikuti kebaktian minggu di Gereja
Kharismatik di Desa Tiga Serangkai, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera
Utara, kemarin. MEDAN (SINDO) –Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Surono mengatakan, secara visual Gunung Sinabung sangat tenang, namun alat deteksi mencatat aktivitas di dalam gunung terus meningkat. Aktivitas Sinabung terus mengalami peningkatan jika dibanding Sabtu (4/9) yang terdapat 25 kali gempa vulkanik.Kemarin hingga pukul 18.00 WIB terdapat 55 kali gempa vulkanik. Itu sebabnya status Sinabung belum turun dan masih awas. Rentetan letusan Gunung Sinabung beberapa hari ini, kata dia, membuat perubahan karakter menghimpun energi untuk kemudian melepaskannya. Letusan terakhir yang terjadi Jumat (3/9), berdampak pada perubahan karakter tersebut. Perubahan tersebut pada pengumpulan energi gunung, di mana sebelum terjadinya letusan Jumat (3/9), karakter Gunung Sinabung mengumpulkan energi dengan debu vulkanik naik ke atas,sedangkan embusannya turun ke bawah. “Tampak terjadi peningkatan jumlah gempa vulkanik yang diikuti oleh penurunan jumlah embusan. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan energi Gunung Sinabung,” ungkapnya kepada SINDO tadi malam. Surono menyatakan, karakter tersebut pada dasarnya sama dengan cara menghimpun energi sebelum meletus terakhir kalinya. Meski demikian,hal tersebut patut diawasi setiap perubahan aktivitas Gunung Sinabung yang terjadi. Dia mencontohkan,pada Sabtu (4/9) terjadi gempa vulkanik dalam sebanyak 25 kali, mulai pukul 00.00-18.00 WIB. Hari ini, Minggu (5/9) kemarin, telah terjadi gempa vulkanik sebanyak 15 kali,mulai pukul 00.00-06.00 WIB dengan lama gempa maksimum 20 detik. “Gaya menghimpun energi saja yang berubah. Memang cukup signifikan pengumpulan energinya. Memang inilah cara-cara Sinabung menghimpun energinya, hanya saja berbeda,”ujarnya. Ketika ditanya pengaruh perubahanpenghimpunanenergitersebut dan peningkatan aktivitas Gunung Sinabung dengan letusan yang lebih besar lagi akan terjadi ke depannya, Surono tak dapat memastikannya. Dia hanya berpedoman pada hasil pantauan seismograf. “Apakah energinya yang dilepaskan dalam bentuk seperti pada Jumat 3 September lalu atau semacam getaran vulkanik atau embusan saja,saya tidak tahu.Yang saya tahu, Sinabung masih menghimpun energinya,”tandasnya. Karena hal tersebut, status Gunung Sinabung belum berubah dan masih dalam Awas atau level IV dan belum diturunkan menjadi siaga. Dengan demikian, dia pun mengimbau warga untuk tidak kembali ke rumah dan tetap bertahan di pengunggsian sebelum Sinabung dinyatakan aman.”Saya tetap mengimbau agar warga untuk bersabar tinggal di pengungsian sebelum keadaan benar-benar aman.Kalau aktivitas Gunung Sinabung termonitor dalam keadaan baik,pasti akan diberitahukan,”tandasnya. Sementara itu,seringnya hujan di kawasan Karo menurut Surono, tidak memengaruhi aktivitas gunung setinggi 2.640 meter di atas permukaan air (dpl) ini. “Ini (hujan) sangat bagus agar abu dari letusan yang kena hujan langsung terikat sehingga tidak beterbangan,” katanya. Dalam situs resminya,PVMBG meminta masyarakat mengenakan masker jika terjadi hujan debu serta menutup tempat-tempat air untuk keperluan minum. Selain itu, karena di sekitar Gunung Sinabung sering terjadi hujan, maka masyarakat di bantaran sungai yang berhulu di puncak Sinabung, agar mewaspadai kemungkinan terjadinya bahaya sekunder berupa banjir lahar. Situs Pemerintah Kabupaten Karo mencatat pukul 00:00–06:00 WIB, terjadi tujuh kali kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 10 - 46 mm. (haris dasril/syukri amal) |