|
Sopir Harus Bebas Alkohol dan Narkoba |
|
|
|
Sunday, 05 September 2010 |
YOGYAKARTA (SINDO) – Dinas Kesehatan DIY menggelar uji kesehatan bagi
sopir di Terminal Giwangan, kemarin. Setidaknya 50 sopir bus Antar Kota
Antar Provinsi (AKAP) mengikuti uji kandungan alkohol dan narkoba
tersebut.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan DIY Akhmad Akhadi mengatakan, pengujian tersebut merupakan langkah deteksi dini terhadap faktor-faktor yang bisa menimbulkan resiko kecelakaan pada angkutang bus. ”Yang kami periksa fisiknya, yaitu tekanan darah, nadi dan status sopir apakah pakai alkohol berlebihan,dan kandungan Apetamin (zat psikotropik) yang bisa menurunkan kesadaran para penggunanya,”katanya.
Menurut dia,meski kegiatan ini hanya dilakukan satu hari, diharapkan para pengemudi sadar untuk menghindari penggunaan alkohol berlebih dan apetamin.Pada pengujian kala itu, Dinkes tidak menemukan sopir yang mengonsumsi alkohol dan apetamin. Namun jika didapati ada sopir yang mengonsumsinya, Dinkes akan menyerahkan pembinaan kepada pihak terminal dan perusahaan bus sopir bersangkutan.
Kepala UPT Terminal Giwangan Yogyakarta, Immanudin Aziz menambahkan jika ada bukti sopiryang mengonsumsi alkohol dan zat psikotropika, pihaknya akan melarang sopirtersebutmenjalankantrayeknya. Sementara itu aktifitas pemudik di Terminal Penumpang Yogyakarta (TPY) Giwangan Kota Yogyakarta mulai terlihat. Pada H-5 Lebaran kemarin, ada peningkatan lebih dari 1.000 penumpang dibanding hari sebelumnya.
Berdasarkan data terminal Giwangan,jumlah penumpang bus antar kota antara provinsi (AKAP) yang turun di terminal tipe A tersebut sebanyak 19.190 orang.Sementara pada Sabtu (4/9), jumlah penumpang yang datang menggunakan jenis bus yang sama hanya 17.840 orang. ”Memang ada peningkatan tapi belum signifikan. Hanya sekitar seribuan orang,” kata staf UPT TPY Giwangan Kota Yogyakarta Aswan Anas,kemarin. (ridwan anshori/ abdul malik mubarak)
|