VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Bertetangga,Siapa Lebih Beruntung? PDF Print
Sunday, 05 September 2010
Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk semakin menggenjot volume perdagangan antara kedua negara. Ditargetkan volume nilai perdagangan kedua negara senilai USD15,3 miliar pada tahun ini.


Jika angka ini terealisasi, maka volume nilai perdagangan tersebut akan menyamai tahun 2008. ”Kita optimistis bahwa dengan Malaysia bisa meningkat,” kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu usai acara bilateral meeting dengan Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia Dato’ Sri Mustapa Mohamed di Jakarta (SINDO,2/8/2010). Mari dan Mustapa juga membicarakan Perjanjian Perdagangan Perbatasan (BORDER TRADE AGREEMENT/BTA).Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan perjanjian yang sudah diteken sejak lama tapi belum diimplementasikan sama sekali.

Mari menjelaskan,kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan kerangka perdagangan dan lebih mendorong untuk melakukan perdagangan yang sudah terjadi di daerah perbatasan, yaitu Kalimantan dan Serawak-Sabah. ”Di Nunukan, salah satu titik di perbatasan, kami sudah membangun pasar,”ujarnya Neraca perdagangan Indonesia dengan Malaysia sejak tahun 2006–2009 sudah beberapa kali mengalami surplus.Kementerian Perdagangan mencatat pada tahun 2009, impor Malaysia dari Indonesia lebih tinggi dibanding ekspor ke Indonesia.

Tingginya impor tersebut menyebabkan terjadinya surplus bagi Indonesia sebesar USD1,63 miliar pada neraca perdagangan dengan Malaysia. Dalam periode lima tahun terakhir (2005–2009) Indonesia beberapa kali mengalami surplus yakni pada 2005, 2006, dan 2009. Rinciannya, surplus tahun 2005 sebesar USD1,282 miliar, tahun 2006 sebesar USD917 juta, dan tahun 2009 sebesar USD1,123 miliar. Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia-Malaysia mengalami defisit tahun 2007 sebesar USD1,315 miliar dan tahun 2008 sebesar USD2,489 miliar. Namun, untuk catatan neraca perdagangan Januari–Mei 2010, Indonesia mengalami defisit dibanding Malaysia.

Kemendag mencatat, nilai total perdagangan Indonesia- Malaysia sebesar USD7,1 miliar pada Januari–Mei 2010,meningkat lebih dari 91% dibanding periode yang sama tahun 2009 yang sebesar USD3,7 miliar. Dalam periode ini Indonesia mengalami defisit USD1,6 juta, sementara periode yang sama tahun 2009 mengalami surplus USD328 juta. Defisit Indonesia dalam neraca perdagangan dengan Malaysia terutama disumbang dari sektor migas, Indonesia masih defisit USD1,131 miliar. Sementara pada sektor nonmigas Indonesia mengalami surplus USD1,130 miliar. Nilai ekspor Indonesia ke Malaysia selama Januari–Mei 2010 sebesar USD3,552 miliar dengan rincian untuk sektor migas sebesar USD650 juta dan nonmigas USD2,9 miliar.

Sementara nilai impor Indonesia dari Malaysia selama Januari–Mei 2010 sebesar USD3,553 miliar dengan rincian sektor migas USD1,782 miliar dan nonmigas USD1,771 miliar. Dalam periode lima tahun terakhir, nilai total perdagangan tertinggi terjadi pada 2008 sebesar USD15,35 miliar, yang kemudian turun menjadi USD12,5 miliar pada tahun 2009. tren pertumbuhan angka total perdagangan antara tahun 2005–2009 sebesar 26,57%. Meski memiliki nilai total perdagangan tertinggi, defisit neraca perdagangan Indonesia– Malaysia pada 2008 adalah yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Jika melihat catatan statistik tersebut, Indonesia lebih banyak mengalami defisit dalam lima tahun terakhir dengan nilai sekitar USD3,79 miliar.

Sementara nilai total surplus Indonesia selama lima tahun terakhir sekitar USD3,3 miliar. Banyak kalangan menilai dari sisi neraca perdagangan,Indonesia jauh lebih kuat dibanding Malaysia. Namun dari sisi nilai tambah, Indonesia harus mengaku kalah dibanding ”saudara serumpunnya” itu. Hal itu disebabkan Indonesia lebih banyak mengekspor barang mentah dibanding barang jadi. Karena itu, dengan meningkatkan nilai tambah dari produk ekspor Indonesia, hal itu merupakan salah satu cara menaikkan kinerja neraca perdagangan kedua negara,khususnya Indonesia.

Menurut catatan Kedutaan Besar Republik Indonesia (Kedubes RI) di Kuala Lumpur yang menggunakan data Department of Statistics Malaysia, tercatat ekspor Malaysia ke Indonesia sejak 2005– 2009 terus meningkat setiap tahun. Pada 2005 nilainya hanya sebesar USD3,32 miliar, pada tahun 2009 nilai ekspor tersebut menjadi USD4,91 miliar. Berdasarkan data statistik, pada periode lima tahun tersebut, tren ekspor Malaysia ke Indonesia meningkat rata-rata sebesar 12,81% per tahun. Dibanding periode sebelumnya, ekspor Malaysia ke Indonesia menurun dari USD6,22 miliar pada tahun 2008 menjadi USD4,91 miliar pada 2009 atau turun sebesar 21,13%.

Nilai kelompok mata dagangan ekspor terbesar ke Indonesia pada 2009 yaitu kelompok SITC 4 (bahan bakar mineral, pelumas, dan lainnya) dengan nilai ekspor sebesar USD1,25, diikuti kelompok mesin dan peralatan transportasi sebesar USD1,19 miliar. Sedangkan nilai impor Malaysia dari Indonesia, pada 2009 Malaysia mengimpor berbagai jenis produk komoditi dari Indonesia senilai USD6,53 miliar. Angka itu menurun sebesar 9,94% dibanding impor pada 2008 yang berjumlah USD7,25 miliar. Rata-rata tren pertumbuhan impor Malaysia dari Indonesia pada periode tahun 2005–2009 yaitu sebesar 12,58% per tahun.

Berdasarkan statistik tahun 2009, komoditas yang paling banyak di impor Malaysia dari Indonesia yaitu produk olahan, bahan bakar mineral dan pelumas sebesar USD1,50 miliar,minyak nabati dan hewani sebesar USD1,26 miliar, serta minyak sebesar USD1,13 miliar. Mencermati data statistik neraca perdagangan dari otoritas Malaysia dan Indonesia tampak berbeda. Departement of Statistic Malaysia mencatat, nilai ekspor Malaysia ke Indonesia pada 2005 sebesar USD3,321 miliar atau defisit USD1,052 miliar dibanding impor Malaysia dari Indonesia sebesar USD4,374 miliar, dengan total volume perdagangan sebesar USD7,696 miliar. Angka ini berbeda dibanding data Kementerian Perdagangan yang mencatat volume perdagangan kedua negara pada 2005 sebesar USD5,579 miliar.

Terlepas dari perbedaan data tersebut, statistik dari otoritas pemerintah Malaysia menunjukkan, neraca perdagangan kedua negara selalu menunjukkan surplus bagi Indonesia sejak 2005 hingga 2009. Pada 2006, Departement of Statistic Malaysia mencatat total volume perdagangan kedua negara sebesar USD9,017 miliar.Dengan rincian volume ekspor Malaysia ke Indonesia sebesar USD4,066 miliar.Sementara impor Malaysia dari Indonesia sebesar USD4,951 miliar dengan defisit bagi Malaysia sebesar USD885,9 juta. (abdul malik/islahuddin)