VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Berharap Tak Berimbas pada Ekonomi PDF Print
Sunday, 05 September 2010
HUBUNGANIndonesia-Malaysia kerap kali mengalami pasang surut. Kini hubungan kedua negara serumpun kembali memanas.

Aksi penangkapan tiga petugas Kementrian Kelautan dan Perikanan memancing emosi masyarakat Indonesia.Kondisi ini menimbulkan spekulasi tentang hubungan kedua negara termasuk dalam bidang ekonomi. Pro-kontra tentang hubungan Indonesia-Malaysia masih terus bergulir. Masyarakat terus menuntut agar pemerintah tegas dalam menyikapi masalah ini. Menghadapi suasana yang menghangat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhir Agustus lalu memberikan keterangan di Markas Besar TNI Cilangkap.

Menurut Presiden, hubungan Indonesia-Malaysia memiliki cakupan yang luas, yang semuanya berkaitan dengan kepentingan nasional. Presiden mengingatkan, hubungan itu harus terus dibina. Salah satu hal yang menjadi alasan SBY adalah 2 juta TKI di Malaysia yang memberikan keuntungan bagi Indonesia dan Malaysia. Selain itu, ada sekitar 13 ribu pelajar Indonesia di Malaysia dan enam ribu pelajar Malaysia di Indonesia. Di bidang wisata, Malaysia menyumbangkan 1,18 wisatawan dari 6,3 juta wisatawan mancanegara. Begitu juga dengan jumlah investasi yang besar. Walaupun begitu, SBY memprihatinkan sejumlah insiden yang terjadi baru-baru ini.

”Terhadap insiden ini,kita semua sangat prihatin, dan saya ingin agar masalah ini segera di selesaikan secara tuntas dengan mengutamakan langkah-langkah diplomasi. Saya ingin mengatakan bahwa sejak terjadinya kasus ini pemerintah telah bertindak. Sistem pun telah bekerja,”kata SBY. Hubungan yang memanas ini rupanya ditanggapi dengan kecemasan para investor Malaysia.Hal ini diakui Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan.Menurut dia,kekhawatiran investor asal Malaysia akibat ketegangan ini meningkat.Akibat dari kecemasan ini investor Malaysia meminta ada stabilitas dan keamanan. Mereka juga berharap,Pemerintah Indonesia tidak menarik masalah yang terjadi keluar konteks dan tidak proporsional.Hal ini disampaikan Gita di Kantor Presiden pada 30 Agustus lalu.

Walaupun begitu, Gita mengatakan, investor asal Malaysia tidak akan menghentikan investasi di Indonesia.Hal ini disebabkan investasi di Indonesia sangat bernilai positif bagi mereka.Investasi dari Malaysia merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia. Mereka banyak bergerak di bidang perkebunan,perbankan,dan infrastruktur. Selama masa 2005–2009 jumlah investasi Malaysia sebesar USD1,2 miliar pada 285 proyek investasi.Jumlah ini tentunya jauh lebih besar daripada investasi Indonesia di Malaysia yang hanya USD534 juta. Jumlah investasi Malaysia menempati peringkat kelima terbesar yang masuk ke Indonesia.

Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa,pemerintah tidak akan meninjau ulang kerja sama Indonesia–Malaysia meski sedang terjadi wacana yang sangat panas dalam hubungan kedua negara. ”Kalau dilihat, Malaysia adalah investor kelima di kita pada 2005–2009 dengan nilai USD1,2 miliar.Kalau dari sisi tenaga kerja,ada 2 juta TKI di sana.Pelajar kita ada 13.000 di Malaysia.Walau,ada 6.000 pelajar (Malaysia) di kita, ada investasi di Indonesia. Dari sisi perekonomian kedua belah pihak berkembang terus.Trennya terus meningkat,” kata Hatta. Sementara itu,Ketua Apindo Sofyan Wanadi yakin,ketegangan ini tidak akan membuat Malaysia menarik modalnya dari Indonesia.Jika hal itu dilakukan, investor negeri jiran tersebut akan kehilangan banyak keuntungan.

Malaysia sangat bergantung kepada Indonesia. Karena itu,Indonesia tidak perlu takut kehilangan investor Malaysia. Kendati begitu, pihak pengusaha tetap khawatir jika hubungan yang memanas ini akan berlangsung lama.Kekhawatiran misalnya datang dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur (Jatim). Mereka mengharapkan pemerintah segera menyelesaikan ketegangan ini. Jika berlarut-larut, dikhawatirkan akan mengganggu investor asing yang akan menanamkan modalnya di Jatim.

Munculnya ketegangan dikhawatirkan merembes ke investor asing lain. Padahal, iklim investasi di Jatim sangat bagus. Hal ini terbukti dengan banyak investor asal Eropa yang melirik Jatim.”Kendati ada komitmen investor Malaysia tidak bakal hengkang karena mereka butuh kita, alangkah baiknya kasus ini segera diselesaikan supaya tidak berlarut-larut,”kata Ketua Apindo Jatim Alim Markus. (abdul malik/islahuddin)