VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Korban Keenam Yulianto Ditemukan PDF Print
Sunday, 05 September 2010
PACITAN(SINDO) – Tim forensik dan identifikasi Polres Sukoharjo serta Polresta Surakarta, kemarin membongkar makam Siti Rusmini di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Siti diduga menjadi korban keenam pembunuhan berantai yang dilakukan tersangka Yulianto warga Kradilan RT 2/15, Pucangan,Kartasura,Sukoharjo. Proses pembongkaran makam berlangsung cepat.Tim forensik dan identifikasi dari Satreskrim Polres Sukoharjo dan Polresta Surakarta melakukan penggalian sekitar pukul 11.30 WIB.

Seusai melakukan penggalian selama sekitar 15 menit, jenazah almarhumah yang telah meninggal sejak delapan tahun silam itu langsung diobservasi satu-persatu menggunakan alat khusus. Penelitian itu berlangsung kurang- lebih dua jam. Selesai melakukan observasi atas ekstrak gigi, tulang,serta sidik jari Siti Rusmini menggunakan perangkat identifikasi forensik, jenazah yang tinggal tulang-belulang tersebut dikembalikan lagi ke dalam makam.

Ketua tim forensik, dr Aji Kadarmo mengatakan, penggalian makam dilakukan untuk memastikan identitas dengan prosedur interpol dan mencari bukti serta tanda bekas tindak kekerasan/penganiayaan. ”Untuk kali ini, kami sudah ambil sampel DNA pembanding dari ibu kandung.Selanjutnya akan dikirim ke laboratorium DNA Pusdokkes Mabes Polri,”katanya.

Saat dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Sukiyono mengatakan, penggalian makam Siti Rusmini sengaja mereka lakukan sebagai upaya untuk mengungkap dugaan kasus pembunuhan berantai yang dilakukan dukun pijat Yulianto. Siti Rusmini yang saat itu bekerja sebagai pembantu rumah tangga salah satu ketua partai politik di Sukoharjo tersebut diduga merupakan korban keenam dari tujuh kasus pembunuhan berantai.

Menurut informasi, Yulianto yang berprofesi sebagai dukun telah mengakui perbuatannya itu kepada polisi.Tersangka pembunuhan berantai tersebut mengaku telah meracun Rusmini dengan ramuan bungga kecubung sebelum kemudian mencekiknya hingga tewas pada 2002 silam. Sebelumnya, sudah diketahui identitas lima korban pembunuhan sadis yang dilakukan tersangka.

Masing-masing adalah Kopda Santoso anggota Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Solo; Sugiyo, warga Sraten, Pucangan, Kartasura; Siti Aminah, warga Sraten, Pucangan, Kartasura; Suhardi, warga Topesan, Gumpang; dan korban baru Parwanto, warga Sawit,Boyolali. (ant)

 
coverjateng