VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Pemkot Bangun Delapan Ruang Tunggu PDF Print
Sunday, 05 September 2010
YOGYAKARTA (SINDO) – Delapan simpang jalan di wilayah Kota Yogyakarta segera dilengkapi dengan ruang tunggu sepeda.Saat ini, fasilitas pendukung bagi pesepeda tersebut sedang dalam tahap pengerjaan.

Delapan simpang jalan yang akan dilengkapi ruang tunggu sepeda adalah simpang Bioskop Permata, Terban,Galeria,Pingit,Wirobrajan, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Demangan, dan Gramedia. Jika sudah selesai pembuatannya,maka total ada 13 simpang jalan di Kota Yogyakarta yang dilengkapi ruang tunggu sepeda. ”Pengerjaannya baru 50%, yakni baru mengecat sebidang jalan dengan warna hijau.

Pengerjaan tinggal menambah simbol sepeda di atasnya,” kata Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Purnomo Raharjo, kemarin. Ruang tunggu sepeda berbentuk area persegi panjang berukuran 1 x 2 meter atau 1 x 3 meter berwarna hijau yang terletak di belakang garis marka tanda berhenti di simpang jalan. Di atas area tersebut ada garis-garis timbul yang membentuk gambar sepeda.

Area ini diperuntukan bagi pesepeda saat menunggu lampur merah di simpang jalan. Sehingga pesepeda mendapatkan kesempatan pertama berjalan saat lampu hijau di traffic lightmenyala. Biaya pembuatan ruang tunggu sepeda di delapan simpang jalan tersebut diambilkan dari APBD 2010 dengan total nilai anggaran mencapai Rp30 juta. Rencananya, Dishub Kota Yogyakarta juga akan menambah ruang tunggu sepeda di lima simpang jalan lain.

Seperti di simpang Melia Purosani, Gayam, dan Bausasran. ”Kami sudah mengusulkan di APBD perubahan 2010. Jika disetujui, maka akhir tahun pembangunan sudah selesai,” kata Purnomo. Anggota Komisi C DPRD Kota Yogyakarta HM Fursan mengatakan, pemberian ruang tunggu sepeda di setiap simpang jalan merupakan langkah yang patut diapresiasi. Kebijakan itu menunjukan pemkot tidak pilih kasih terhadap setiap pengguna jalan.

”Semuanya diberikan fasilitas, termasuk pesepeda diberikan tempat di depan agar bisa berangkat pertama kali saat lampu hijau nyala,” kata Fursan. Namun, ruang tunggu sepeda dalam kenyataanya jarang digunakan karena jumlah pesepeda masih sedikit. Ruang tunggu sepeda hanya digunakan pada saat malam minggu atau event-event tertentu. Di luar waktu tersebut, seringkali terlihat ruang tunggu sepeda nganggur. ”Kami akan tanyakan kepada Dinas Perhubungan terkait sosialisasi ruang tunggu sepeda.

Karena efektifitasnya sampai saat ini masih kurang,”ujarnya. Dia berharap keberadaan ruang tunggu sepeda tidak membuat antrean kendaraan lebih panjang saat menunggu lampur merah. Area ruang tunggu sepeda kosong tapi sepeda motor dan kendaraan lain tidak bisa menempatinya. (abdul malik mubarak)



 
coverjateng