|
||||||||||||||||||
| Calon Incumbent Siap Adukan Penganiayaan |
|
|
| Sunday, 05 September 2010 | |
|
KLATEN (SINDO) – Kasus penyerangan pada sekelompok simpatisan pasangan
calon bupati dan wakil bupati Pilkada Klaten pada Sabtu (4/9) siap
dilaporkan pada aparat kepolisian.
Kasus ini dianggap bukan lagi pidana pilkada namun sudah memasuki ranah pidana umum. Wakil Ketua Bidang Politik dan Pemenangan Pemilu DPC PDIP Klaten, Eko Prasetyo menyatakan, tiga orang korban luka dalam penyerangan tersebut adalah simpatisan pasangan calon bupati incumbent Sunarna dan Hartini. Mereka berasal dari wilayah kordinasi daerah pemilihan IV yang meliputi Kecamatan Karangdowo, Bayat, Cawas dan Trucuk. ”Kami partai pengusung akan mengadakan rapat untuk menyikapi hal ini.Tapi yang jelas,karena ini kasus pidana umum yaitu penganiayaan maka akan segera kami laporkan pada aparat,”ujarnya kemarin. Saat ditanya siapa yang melakukan penyerangan, Eko mengaku tidak mau berspekulasi. Dia menyerahkan pengusutan kejadian tersebut pada aparat kepolisian. Selain itu,pihaknya berkoordinasi dengan partai pengusung lain, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS),Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk menjamin tidak ada aksi balas dendam dari simpatisan lain yang tidak terima dengan perlakuan yang dialami rekan-rekannya. Sebab, jika aksi balas dendam terjadi, maka Pilkada Klaten akan terus dinodai aksi kekerasan yang tidak ada habisnya. ”Kemarin itu kan bentuk provokasi,kita harus menahan diri agar tidak terpancing, jangan sampai suasana menjadi keruh,” tegasnya. Tentang konvoi dan suara bising kendaraan yang disebut sebagai pemicu penyerangan, Eko menyatakan pihaknya tidak bisa mencegah karena hal itu merupakan ekspresi dukungan terhadap calon yang didukung dan jamak dilakukan. Karena itu, dalam kampanye terbuka pasangan Sunarna-Hartini yang akan dilaksanakan seusai Lebaran, pihaknya akan menambah jumlah tenaga keamanan dari Satgas PDIP dan aparat kepolisian. Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Klaten,Suharno menjelaskan, pihaknya akan mencoba memediasi tim sukses calon yang terlibat dalam kasus ini. Diharapkan, terjadi titik temu dan kesepakatan untuk menjaga kondusivitas Pilkada. ”Kami nanti akan mencoba komunikasi ke KPU, dan kepolisian untuk mengadakan mediasi. Penyelenggaran pilkada memang harus mengatisipasi sekecil apapun potensi konflik,” terangnya. (mn latief) |