|
||||||||||||||||||
| Interpol Tangani Kasus Sonobudoyo |
|
|
| Sunday, 05 September 2010 | |
|
YOGYAKARTA(SINDO) – Kepolisian internasional (Interpol) akan turut
menyelidiki kasus hilangnya koleksi Museum Sonobudoyo Yogyakarta.
Penyelidikan ini menyusul laporan dari Dinas Kebudayaan Provinsi DIY. Belum lama ini, kasus hilangnya 75 buah perhiasan koleksi Museum Sonobudoyo sudah dilaporkan ke International Council of Museum (ICOM) atau badan resmi internasional yang menangani museum. Meski sudah mendapat balasan resmi dari ICOM, namun Komite Nasional ICOM Indonesia justru meragukan adanya pelaporan.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY Djoko Dwiyanto menyatakan, pihaknya telah melayangkan surat elektronik (email) langsung kepada kantor pusat ICOM yang berada di Paris,Prancis.Dalam surat tersebut disampaikan adanya kejadian pencurian terhadap benda purbakala di Museum Sonobudoyo. “Sekitar dua minggu yang lalu, kami sudah melaporkan kasus ini pada ICOM. Selain menceritakan kejadian, kami juga mengirimkan data benda-benda yang hilang untuk mendapatkan bantuan dari ICOM sendiri,”ujarnya. Kiriman email pihaknya telah mendapatkan balasan langsung dari ICOM pusat.Dalam surat balasan dikemukakan bahwa ICOM bersedia membantu menemukan benda bersejarah tersebut. Bahkan, ICOM berniat untuk melibatkan International Police (Interpol) untuk menyelesaikan kasus pelik itu. “Interpol tentu nantinya akan memiliki kewenangan melakukan investigasi di Indonesia jika sebelumnya telah berkoordinasi dengan kepolisian Indonesia.Pelaporan ke ICOM kami lakukan karena sebagai salah satu negara anggota ICOM, jelas kami berkewajiban melapor jika terjadi sesuatu,”ungkapnya. Disinggung soal respons Komite Nasional ICOM Indonesia,menurut Djoko,dalam pelaporan tersebut pihaknya tidak berhubungan dengan ICOM Indonesia. Hal tersebut dinilainya tidak perlu dilakukan karena pihak ICOM Indonesia selama ini bertindak sebagai pengamat saja, bukan sebagai mitra.“Saya rasa mereka malah tidak bekerja sesuai apa yang seharusnya dikerjakan.Kalau memang mereka menilai ada kekurangan dalam sistem pengamanan museum seharusnya mereka langsung melakukan pembinaan. Kalau hanya kritik yang mereka sampaikan, itu bukan simpatik,” katanya. Sekretaris Jenderal ICOM Indonesia KRT Thomas Haryonagoro menyesalkan langkah Dinas Kebudayaan karena pihaknya tidak dilibatkan dalam pelaporan.Hal ini menurutnya semakin memperjelas tidak adanya koordinasi yang baik untuk menyelesaikan kasus hilangnya masterpiece dari sejarah Indonesia. “Kalaupun memang pelaporan tidak ingin melalui kami,setidaknya ada surat tembusan pada saya,” ujarnya. Dia mengungkapkan,pelaporan langsung pada ICOM pusat sebenarnya sah-sah saja dilakukan,namun laporan yang diberikan sebaiknya melalui ICOM Indonesia agar laporan yang diterima ICOM pusat valid dan keefektifannya terjamin. “Tidak adanya tembusan pada kami membuat saya jadi meragukan apakah laporan pada ICOM tersebut benarbenar sudah dilakukan atau memang tidak pernah dilakukan,”paparnya. (ratih keswara) |