|
Tiket KA Ekonomi Pakai Sistem Online |
|
|
|
Sunday, 05 September 2010 |
|
JAKARTA (SINDO) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana menerapkan
sistem online untuk tiket KA ekonomi, tahun depan. Sistem ini terbukti
efektif menekan penumpukan penumpang di sejumlah stasiun di Jakarta.
Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan menjelaskan, penumpukan calon penumpang menurun drastis karena penjualan tiket sistem online berjalan dengan baik. ”Khususnya di Stasiun Gambir yang nyaris tidak terlihat antrean dan penumpukan calon penumpang, ini dikarenakan penjualan tiket sistem online berhasil,” kata Ignasius Jonan, kemarin. Saat ini penjualan tiket secara online baru dilakukan untuk KA kelas bisnis dan eksekutif. Sebab, rencananya PT KAI akan menerapkan sistem penjualan tiket onlineuntuk tiket KA ekonomi. ”Saat ini masih kami kaji lagi sistemnya, rencananya tahun depan sudah bisa diterapkan,”paparnya. Jonan optimistis sistem ini dapat mengurangi penumpukan penumpang di stasiun.
Sistem penjualan tiket secara langsung selama ini dinilai menjadi penyebab terjadinya antrean dan penumpukan penumpang,terutama menjelang arus mudik. Menurut dia,penerapan teknologi informasi (IT) pada penjualan tiket ini memungkinkan calon pembeli mendapatkan tiket 30 hari sebelumnya. Dengan demikian, mereka memiliki kepastian waktu keberangkatan kereta di stasiun. Calon penumpang tinggal datang ke stasiun untuk menunggu keberangkatan kereta, tanpa harus antre tiket. Dengan demikian, tidak akan ada lagi warga yang menunggu seharian penuh, seperti pada sistem penjualan manual. ”Sayangnya sistem ini baru dapat diberlakukan pada tiket bisnis dan eksekutif yang berangkat dari Stasiun G a m b i r , ” ujarnya.
Jonan menjelaskan kereta masih menjadi favorit masyarakat untuk mudik tahun ini.Diperkirakan sebanyak 3 juta warga menggunakan jasa kereta api. Kenaikan penumpang diprediksi naik 2–3% dibandingkan tahun lalu. K e p a l a Humas PT KAI Pusat Sugeng Priyono menjelaskan, pihaknya sudah mempersiapkan semua sebagai persiapan mudik tahun ini. Dari mulai membenahi stasiun hingga mengecek kesiapan jalur kereta. ”Tim juru penilik jalur ekstra pada musim angkutan Lebaran melakukan tugasnya jadi dua kali,pagi dan siang,”ungkapnya. Juru penilik ini bertugas memeriksa keamanan rel sebelum keberangkatan kereta utama.
Sejauh ini PT KAI menggambarkan titik rawan ada di lintas utara, yakni akibat banjir air laut pasang (rob) di wilayah Semarang. Sementara di lintas selatan ada titik rawan longsor di daerah Cipenduy, Jawa Barat. Daerah perbukitan ini rawan longsor apabila curah hujan tinggi. (isfari hikmat)
|