|
||||||||||||||||||
| Truk Brimob Tabrak Kakek |
|
|
| Sunday, 05 September 2010 | |
|
JAKARTA(SINDO) – Seorang kakek tewas tertabrak truk polisi yang membawa
alat-alat Polisi Anti-Huru Hara (PHH) yang dikemudikan anggota Satuan
Brimob Polda Metro Jaya,kemarin sekitar pukul 15.00 WIB.
Rusdi Chatib Darusam, 68, tewas seketika setelah sepeda motor dengan nopol B 6416 PHP yang dikendarainya ditabrak truk Brimob yang dikemudikan Bripda Riswanto di Jalan Kebon Sirih,tepat di depan Bangkok Bank. Menurut saksi mata Aditia Noviansyah, 24, kejadian itu bermula ketika Rusdi, yang saat itu mengendarai sepeda motor dari arah Monas melajukan sepeda motornya setelah lampu hijau menyala. Tiba-tiba dari arah Tanah Abang, truk polisi dengan pelat nomor 2225-VII melaju dengan kecepatan tinggi dan menerabas lampu merah. ”Posisinya itu, kita sudah lampu hijau dan truk itu terus berjalan dari arah Tanah Abang,”ujar Aditia,kemarin. Saat itu Rusdi,warga Kebon Kacang 31 RT 06 RW 04 No 31,Tanah Abang, yang mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan lambat tidak dapat menghindari serudukan truk polisi tersebut. ”Pengendara motor itu langsung terpental kira-kira tiga meter,” ungkapnya. Kakek enam cucu ini akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian. Sementara itu, Bripda Riswanto,yang ditemui sesaat setelah kejadian menjawab tidak tahu ketika ditanya mengenai apa yang telah dialaminya. ”Enggak, enggak tahu,” katanya singkat. Kecelakaan lalu lintas tersebut saat ini ditangani Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Sedangkan, jenazah Rusdi dibawa ke Kamar Jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Wakil Kepala Detasemen Satuan Brimob Polda Metro Jaya AKP S Wahyudi ditemui di Kamar Jenazah RSCM mengatakan, pihaknya menyerahkan pemeriksaan anggotanya tersebut ke polisi lalu lintas. ”Kita pasti ada langkah-langkah selanjutnya, tapi bagaimanapun kita masih menunggu hasil dari pemeriksaan Polantas.Untuk sanksi lainnya bisa ditanyakan kepada Kepala Satuan Brimob. Namun saat ini, yang kita urus pertama adalah korban dan keluarganya,” papar Wahyudi. Salah satu anak korban, Ayu Anita, 40, menceritakan seharihari ayahnya bekerja sebagai pedagang furniture antik di Museum Gajah.”Bapak sudah kerja di sana lebih dari 20 tahun.Kemarin (Sabtu, 4/9) bilang katanya hari ini (kemarin) ada buka puasa bersama temannya. Mungkin tadi Bapak mau ke rumah temannya itu,” cerita Ayu. Lebih lanjut,Ayu mengatakan bahwa pihak keluarga menginginkan anggota Brimob yang menabrak korban dapat memberikan penjelasan mengenai kronologis kejadian itu. ”Kita ingin dapat penjelasan dari dia,”ungkapnya. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar menegaskan,pihaknya akan menyelidiki insiden tersebut. Menurut dia, tim investigasi kemarin juga sudah diturunkan, yaitu dari petugas lalu lintas Polda Metro Jaya. ”Kami langsung lakukan penyelidikan terkait insiden tersebut,” katanya. Pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksisaksi yang ada di lokasi kejadian. Namun, Boy mengaku belum bisa menjelaskan kronologis kecelakaan. Tetapi bila memang ditemukan ada kelalaian dari anggota, maka pihaknya tetap akan memprosesnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. ”Kami tidak akan menutup- nutupi, kalau memang bersalah, maka kami akan tindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” tuturnya. Hingga sore kemarin, sudah ada beberapa saksi yang telah dimintai keterangan. Selain itu, truk dan sepeda motor yang terlibat dalam insiden tersebut juga telah dibawa ke Unit Lakalantas Polda. Selain saksi-saksi, sopir yang terlibat juga tengah dimintai keterangannya. ”Kita tunggu hasil penyidikannya, kita tidak akan menutup-nutupinya,”paparnya. (megiza/helmi syarif) |