VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Warga Minta Normalisasi Sungai Pesanggrahan PDF Print
Sunday, 05 September 2010
TANGERANG (SINDO) – Warga kawasan Cirendeu Permai yang berdekatan dengan Situ Gintung, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang berdomisili di pinggir Sungai Pesanggrahan mendesak Pemkot Tangsel secepatnya melakukan normalisasi Sungai Pesanggrahan.


Pasalnya,proses normalisasi tersebut merupakan solusi untuk mengantisipasi datangnya banjir kiriman dari Depok dan Bogor. ”Banjir kiriman dari Depok dan Bogor untuk tahun ini saja sudah terjadi dua kali. Untuk mengantisipasi datangnya banjir kiriman tersebut, kami berharap pemerintah melakukan normalisasi sungai,” kata Misan,warga Perumahan Cirendeu Permai II,kemarin. Dia berharap penurapan atau pembuatan tanggul sepanjang pinggir kali tersebut secepatnya dilakukan agar banjir kiriman tak selalu menghantui warga.Akibat banjir kiriman tersebut, lumpur dan sampah bawaan sangat mengganggu kenyamanan serta kebersihan lingkungan warga.

”Setiap habis banjir,kami selalu kerja bakti membersihkan lumpur,”ujarnya Menurut Misan, Pemkot Tangsel harus segera melakukan pengerukan dan perbaikan turap Sungai Pesanggrahan.Kondisi sungai yang mulai dangkal karena sampah yang menumpuk membuat daya tampung Sungai Pesanggrahan semakin kecil. ”Faktor itulah yang mengakibatkan Sungai Pesanggarahan selalu meluap apabila terjadi banjir kiriman,”paparnya. Kepala Dinas Bina Marga dan Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangsel, Dendy Pryadana mengatakan, proses normalisasi Sungai Pesanggrahan dan Perbaikan Situ Gintung harus melibatkan Pemerintah Pusat.

”Tidak bisa dilakukan Pemkot Tangsel sendiri. Perlu dilakukan penanganan secara komprehensif dari hulu hingga hilir,” ungkapnya. Banjir kiriman dan meluapnya Sungai Pesanggrahan juga perlu melibatkan Pemprov Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. ”Meski begitu kita menargetkan banjir bisa cepat tertangani pada tahun depan setelah adanya wali kota definitif,” tuturnya. (denny irawan)