|
||||||||||||||||||
| Pedagang Tiban Bermunculan |
|
|
| Sunday, 05 September 2010 | |
|
KENDAL (SINDO) – Momentum arus mudik dan balik dimanfaatkan pedagang
tiban di jalur pantura Jalan Soekarno-Hatta,Kendal.Puluhan pedagang
tiban berjejer rapi mendirikan tenda dan lesehan di pinggir jalan. Mereka menunggu kedatangan pemudik dari Jakarta dan kota lainnya untuk sekadar istirahat memulihkan tenaga. Puluhan pedagang tiban sudah berjejer rapi menata dagagannya sejak pagi kemarin. Jalan Soekarno- Hatta sepanjang 500 meter dipenuhi puluhan pedagang tiban. Ada yang berjualan mi ayam, bakso, siomai, makanan ringan, es degan, dan rokok.
Sambil menggelar tikar, para pedagang mengais rejeki dari pemudik yang istirahat untuk memulihkan tenaga. Sebagian pemudik ada yang istirahat sambil tiduran di tikar, sisanya merokok sambil duduk. Sekitar 30 menit istirahat pemudik kembali melanjutkan perjalanan. Salah satu pedagang tiban Karman, 25,warga Kelurahan Jetis,Kecamatan Kendal mengaku sudah berjualan di jalur pantura sejak sepuluh tahun silam. Selama ini dia berjualan mi ayam di kompleks perumahan Purwokerto Indah (Purin). Namun pada H-5 lebaran, dia memanfaatkan arus mudik untuk mengais rejeki. Karman mengaku berjualan sejak H-5 hingga H-1 Lebaran.“ Lumayan Mas hasilnya cukup bagus karena banyak pemudik yang melintas di sini,” tukas Karman, kemarin. Karman mengaku berjualan di pinggir jalan sejak pukul 09.00 – 20.00 WIB.Jika ramai,satu hari dia bisa menghabiskan 50 mangkok. Masa ramai terjadi antara pukul 13.00 – 14.00 WIB.Saat makan siang itu, banyak pemudik yang mampir makan mi ayam. Pedagang tiban lainnya Imam mengaku sudah lima tahun lebih berjualan jelang arus mudik.Pedagang siomai ini biasanya berkeliling untuk menjajakan dagangannya. Diakui,hasil yang diperoleh selama arus mudik cukup lumayan. Sebab banyak pemudik yang istirahat memulihkan tenaga sambil makan. Salah satu pemudik Marno, 27, warga Solo mengaku sering mampir di pedagang tiban saat mudik lebaran.Sebab setelah menempuh perjalanan jauh, dia membutuhkan waktu untuk istirahat. Kehadiran pedagang tiban dinilai sangat membantu saat istirahat sebelum melanjutkan perjalanan. (zaenal alimin) |