|
||||||||||||||||||
| Dari Marmut Listrik Menuju Hybrid |
|
|
| Saturday, 04 September 2010 | |
|
SETELAHsukses meluncurkan mobil listrik atau yang sering disebut Marmut
Listrik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia LIPI (Marlip),kini LIPI
semakin mengembangkan generasi mobil listrik ke tahap hybrid.
Anda tentu masih ingat dengan Marlip, mobil bertenaga listrik produksi LIPI melalui perusahaan Marlip Indo Mandiri. Perusahaan Marlip Indo Mandiri didirikan untuk memproduksi dan memasarkan produk kendaraan listrik ”Marlip”. Seiring dengan capaian pada pelaksanaan riset mobil listrik Marlip,perusahaan ini bertumbuh dari skala home industry menjadi industri menengah yang sejak awal 2005 mampu memproduksi kendaraan Marlip dari 30 unit hingga 50 unit per bulan. Pada 2005 Marlip Indo Mandiri yang berbadan hukum Verseroan Comanditer (CV) telah mampu mencapai omzet penjualan ratarata Rp1–1,5 miliar per bulan dengan penambahan investasi senilai Rp7 miliar pada Oktober 2005. Kisah sukses Marlip memang cukup fenomenal. Mobil listrik yang diluncurkan sejak 2005 tersebut sudah melaju menuai kesuksesan. Marlip telah digunakan di rumah sakit, lokasi wisata,markas kepolisian,dan lapangan golf.Marlip juga digunakan saat peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika di Bandung. Mobil ini berkecepatan 40 km/ jam untuk jalan datar dan 20 km/ jam untuk tanjakan,jarak tempuh 300 km,masa aktif baterai delapan jam,waktu pengisian baterai tercepat 2,5 jam (rata-rata 4-5 jam), dan berat kosong 300 kilogram untuk jenis city car dan smart. Harga pesanan Rp40 juta per unit. P a d a Februari 2008, Marlip memulai debut penjualan ke luar negeri bekerja sama dengan perusahaan Singapura GE. Mobil Marlip yang dibeli pihak GE di Singapura ini merupakan jenis Golfo R.410- GL/GLX. Sesuai dengan kesepakatan, Perusahaan GE juga ditunjuk sebagai agen penjualan untuk Singapura,Dubai,dan Malaysia. Menurut proposal yang ditawarkan, sebagai perusahaan yang bergerak dalam industrial service di berbagai negara,perusahaan GE akan menjadikan mobil Marlip menjadi salah satu peralatan yang akan disewakan ke konsumen mereka. Bahkan dikabarkan, pengusaha dari Brunei Darussalam juga berniat membeli 100 unit mobil Marlip.Begitu juga dengan pengusaha Bangladesh yang hendak memesan mobil Marlip dalam jumlah besar sekitar 150 unit per bulan namun saat itu belum bisa dilayani. Bagaimanapun, sudah beragam instansi di dalam negeri seperti Mabes Polri, Istana, hingga Kebun Raya Bogor menggunakan mobil ini. Kantor dan perusahaan swasta juga tidak sedikit yang tercatat sudah menjadi klien Marlip Indo Mandiri. Sukses dengan Marlip, pada Maret 2010 LIPI kembali memperkenalkan mobil hibrida dan elektrik. Riset mobil ini dilakukan Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika di bawah LIPI dalam merancang mobil hibrida dan mobil elektrik. Mobil hibrida menggunakan sumber energi listrik yang tersimpan di dalam baterai dan penyuplai listrik berupa generator berbahan bakar bensin.Dibandingkan kinerja mobil konvensional, mobil hibrida LIPI hasil riset 2005 hingga akhir 2009 itu menghemat biaya hingga berkisar 40%. Perbandingannya, perhitungan biaya Rp580 per kilometer untuk konvensional, sedangkan mobil hibrida ini hanya Rp240 per kilometer.Mobil hybridLIPI menggunakan motor listrik yang menghasilkan daya 43 tenaga kuda. Kemampuan optimal melaju hingga mencapai 70 kilometer per jam. Mobil ini 100% menggunakan listrik.Penggunaan generator berkapasitas 2.200 watt ini untuk cadangan atau penyuplai listrik.Perbandingan efisiensi mesin yang lebih hemat 40% didasarkan pada penghitungan satu kilowatt jam senilai Rp1.000. Daya listrik satu kilowatt jam mampu untuk menempuh 4,5 kilometer atau Rp240 per kilometer. Kemudian diasumsikan mobil konvensional memiliki efisiensi 8 km/liter bensin. Harga satu liter bensin, yaitu Rp 4.500, jadi mobil konvensional butuh Rp580/km Selain mobil hybrid, LIPI juga sudah meluncurkan mobil konversi kijang listrik atau electric vehicle conversion. Spesifikasi penggerak listrik Kijang konversi ini berbeda dengan yang digunakan pada mobil hibrida.Kendati tetap menggunakan motor listrik tiga fase, tetapi tegangan nominalnya 96 volt.Tenaga yang dihasilkan lebih besar 52 PS yang diperoleh pada putaran maksimum 6.500 rpm,sedangkan torsi 156 Nm. Untuk charger atau sistem pengisian menggunakan tegangan 96 volt/25 ampere. Data LIPI mengungkapkan, kemampuan Kijang Super ini bisa sampai 120 km/jam. Sedangkan jarak tempuh untuk sekali isi baterai 75 km. Sukses dengan karya-karya mobil listrik dan hybrid, LIPI juga memiliki mobil listrik lainnya namun untuk kepentingan pertahanan. Adalah mobil robot penjinak bom yang disebut Mobil Robot LIPI (Morolipi) yang sudah dikembangkan dalam dua generasi, yakni V1 dan V2. Moro LIPI-V.1 yang sudah berhasil dikembangkan tim peneliti LIPI memiliki spesifikasi lebar 1x1 meter dengan tinggi 90 cm dan berat 80–100 kg.Robot ini memiliki dua ruas lengan yang dapat berputar bebas ke lima arah sehingga bisa menekuk.Masing-masing ruas lengan panjang 70 cm dan bisa bergerak 360 derajat. Dengan lengan tangan,tinggi Moro LIPI-V.1 mencapai 1,5 meter. Robot itu juga didukung elemenelemen kerja berupa artikulator, pengontrol artikulator, kamera biasa, dan inframerah yang akan mengirimkan gambar lapangan secara nirkabel ke operator gegana melalui layar komputer serta gripper sebagai alat penjepit dan pemotong kabel. Rangkaian elektronik penggerak mulai kontak dengan roda penggerak, lengan, kopling elektronika mekanisme melewati tangga, serta pengontrol supervisor untuk memudahkan pengoperasian. Moro LIPI-V.1 akan memotong kabel yang mengalirkan arus listrik itu sebelum sampai ke bahan peledak. Uji coba pemotongan kabel sudah dilakukan pada kabel berukuran 2 mm dan berhasil. Kecepatan robot itu menjinakkan bom sangat tergantung dari kecepatan operator mengendalikannya. Bahan bakar yang digunakan untuk menggerakkan robot adalah aki listrik. Selain memiliki empat roda vespa delapan inci, robot itu juga dilengkapi sabuk roda. Elemen itu membantu robot bisa menaiki tangga tanpa harus terpeleset. Kecepatan geraknya sama seperti kecepatan jalan manusia, yaitu 3 meter per detik. Sementara generasi V2 akan ditingkatkan kemampuannya untuk membawa senjata api untuk menembak sasaran, sistem pendeteksi bahan peledak, membantu pasukan anti huru-hara untuk mengatasi kerusuhan, dan bahkan melengkapi robot dengan kemampuan membersihkan tangki bahan bakar minyak di pelabuhan. Pada Morolipi versi ini robot kemampuan robot meningkat,yakni membawa senjata api. Robot generasi baru ini dapat dikendalikan untuk mendekati dan menembak sasaran.Selain itu,akan dilakukan pula pengembangan ke arah non-militer,yaitu robot akan dilengkapi dengan alat pembersih tangki bahan bakar minyak di pelabuhan. (abdul malik/islahuddin) |