VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Berawal dari yang Kecil PDF Print
Saturday, 04 September 2010
SEBENARNYA masyarakat Indonesia tidak pernah kehabisan ide untuk menghadirkan karya sendiri. Begitu juga dalam bidang automotif.

Selama ini sebagian besar pasar automotif didominasi produk asing,namun kini sejumlah produk dalam negeri menjadi alternatif yang bisa memberikan harapan bagi dunia automotif Indonesia. Ada sejumlah mobil kecil yang dihasilkan tangan-tangan terampil di industri dalam negeri.Sebut saja mobil Kancil,Komodo,Tawon, dan Gea. Sesuai dengan namanya, sejumlah produk di atas mencoba menghasilkan mobil yang lincah dan memberikan sejumlah keunggulan. Dengan Ukuran yang kecil, ketiga mobil ini mempunyai sejumlah keunggulan yang tidak bisa dilakukan mobil berbadan besar.

Kancil yang merupakan singkatan dari kendaraan niaga cilik irit lincah sejak awal pembuatannya diproyeksikan untuk menggantikan bajaj di Ibu Kota. Kancil merupakan merek dagang yang terdaftar dari sebuah kendaraan angkutan bermotor roda empat yang didisain, diproduksi, dan dipasarkan PT Kancil. Mobil ini hanya memiliki panjang 2,8 meter serta lebar dan tinggi 1,2 meter. Mobil ini bisa digunakan di lingkungan perkotaan dan perdesaan dengan berat kendaraan maksimum sebesar 850 kg dan bisa mengangkut lima penumpang termasuk pengemudi dan barang. Bodi fiberglas (FRP) lebih ringan, mudah diperbaiki dan tidak berkarat.

Mobil kancil dirancang, didisain, dan dikembangkan dengan beberapa komponen yang dikembangkan bersama berbagai industri komponen dalam dan luar negeri. Termasuk Politeknik Mekanik Swiss (sekarang POLMAN) Bandung untuk sistem front knuckle arm.Verifikasi dan pengujian konstruksi dilakukan di Laboratorium Dinamika Pusat Antar Universitas, Institut Teknologi Bandung. Mesin Kancil merupakan hasil Fuji Heavy Industries, pabrikan pembuat mobil Subaru, Jepang. Rear Axle dibuat Fuji Machinery, juga dari Jepang. Transmisi otomatis (CVT, torque converter) dibuat Huffco-Comet, Amerika Serikat.

Sedangkan panel bodi fiberglas dibuat PT Induro,Tangerang. Kehadiran Kancil tidak bisa dilepaskan dari peran PT Dirgantara Indonesia yang merancang dan membuat nomor contohnya. Mobil kecil lain yang mendapatkan perhatian masyarakat Indonesia adalah Komodo. Sesuai dengan namanya, diharapkan mobil ini selain kuat, bisa beroperasi di dua alam bahkan di lumpur sekalipun sebagaimana komodo. Mobil ini tentunya sangat cocok untuk daerah terpencil, seperti pedesaan, wilayah perkebunan, hutan dan juga daerah lokasi transmigrasi yang belum banyak tersentuh pembangunan sarana dan prasarana jalan yang memadai. Mobil Komodo adalah garapan PT Fin Tetra Indonesia asal Cimahi, Jawa Barat.

Komodo hanya mampu membawa dua orang penumpang. Kendati diproduksi produsen lokal, Komodo diakui publik sebagai sebuah mobil berkualitas. Mobil off road hasil karya anak bangsa ini mendapat penghargaan sebagai mobil dengan tingkat komersial yang tinggi serta memiliki teknologi dan kemampuan yang berbeda dibanding mobil yang beredar saat ini. Pada arena Indonesia International Motor Show (IIMS) 2010 Juli lalu, Komodo mendapatkan predikat sebagai The New Wave Commercialization Car versi Markplus dan Majalah Marketeers. Penghargaan diberikan oleh CEO MarkPlus Inc Hermawan Kertajaya.

”Komodo ini merupakan sebuah mobil yang didesain sendiri oleh Pak Ibnu yang merupakan jebolan IPTN.Pak Ibnu ini adalah anggota tim yang merancang pesawat N 250 dan A 380,” jelas Hermawan. Komodo memang asli kreasi anak bangsa dan dipastikan 100% Buatan Indonesia. Kini Komodo telah siap dipesan oleh 15 negara. Setiap mobil dihargai Rp60 juta. Mobil asal Cimahi, Bandung itu mengusung mesin 250 cc 4 tak yang mampu menghasilkan outputhingga 17 hp serta dilengkapi dengan transmisi otomatis. Saat ini Komodo sedang digenjot produksinya karena permintaan pasar yang cukup banyak, mencapai 8 unit per bulan. Presiden Direktur PT Fin Komodo Teknologi Ibnu Susilo mengaku,pihaknya sangat senang karena mobil nasional kita diakui.

”Di sini kami sejajar dengan pabrikan mobil besar seperti Toyota dan Daihatsu,”kata Ibnu. Mobil lain yang membanggakan dari anak bangsa adalah mobil Tawon. Mobil buatan PT Super Gasindo Jaya mampu membawa empat orang dan dibanderol dengan harga hanya Rp48 juta. Sesuai dengan namanya,mobil asal Rangkasbitung, Banten, ini diharapkan bisa beroperasi seperti tawon yang rajin bekerja. Mobil Tawon mempunyai kapasitas mesin sebesar 650 cc dengan sistem 4 tak.Percepatan transmisi manual dan dapat dipacu hingga kecepatan 100 km/jam. Tawon mulai dikembangkan sejak 2007 dan mulai diproduksi pada 2009, serta mengandung 90% kandungan lokal.

Tawon menggunakan bahan bakar bensin dan atau bahan bakar gas CNG, dan sudah memenuhi standarisasi Euro III sehingga ramah lingkungan. Produsen yang tergabung dalam Asianusa (Asosiasi Industri Automotif Nusantara) ini juga telah berniat menggelontorkan mobil-mobil berbahan bakar LGV (liquid gas vehicle). LGV itu tingkatan teratas pertama CNG, lalu BBG, kemudian baru LGV.Menurut Marketing Director PT Super Gasindo Jaya,Dewa Yuniardi, saat ini unit yang paling siap menggunakan bahan bakar LGV yakni Tawon.

Penggunaan bahan bakar jenis ini tentu akan mendukung program pelestarian lingkungan yang didengungkan pemerintah. (abdul malik/islahuddin)