|
||||||||||||||||||
| Selalu Siap Hasilkan Produk Baru |
|
|
| Saturday, 04 September 2010 | |
|
SEBENARNYA setiap tahun banyak penelitian yang dilakukan peneliti
Indonesia yang menghasilkan sejumlah produk. Di pihak pemerintah banyak
lembaga penelitian mulai dari BPPT, LIPI, dan lainnya. Dari hasil penelitian dan pengembangan itu tidak sedikit yang menghasilkan produk siap pakai. Di bidang transportasi misalnya, sejumlah produk mulai dari perkeretapian, kapal, hingga pesawat terbang telah dihasilkan. Produk yang dihasilkan bukan hanya berupa alat transportasi, sejumlah yang berkait dengan manajemen dan keselamatan transportasi. Produksi alat transportasi ini juga bisa didukung oleh sejumlah BUMN strategis. Misalnya PT PAL, INKA, PT Dirgantara, dan lainnya. Di bidang perkeretapian misalnya, PT INKA telah menghasilkan Fasilitas Uji Dinamika Kereta Api (Fudika) yang akan berperan pada keselamatan dan kenyamanan berkereta api. Fudika adalah laboratorium berjalan untuk uji dinamika sarana perkeretaapian. Fasilitas ini dapat memberikan jaminan kualitas produk kereta api maupun jaminan kualitas jasa angkutan kereta api yang terukur yang dituangkan dalam bentuk sertifikasi. Sertifikasi dilakukan berdasarkan hasil pengujian menggunakan antara lain perangkat uji kereta api yang sesuai dengan perkembangan teknologi dalam mengutamakan faktor keselamatan (safety) dan kenyamanan (comfortness). Sarananya adalah kereta dan gerbong. Fudika didisain dan dikembangkan untuk menguji secara serentak (dalam waktu yang bersamaan) satu rangkaian kereta yang terdiri atas sembilan dan sepuluh gerbong kereta. Hasil pengujian melalui Fudika langsung diketahui. Ada beberapa faktor yang diuji. Pertama, uji dinamika untuk menguji parameter keselamatan. Yaitu pengujian getaran kereta, pengujian pengereman dinamis, dan pengujian temperatur bantalan roda.Kedua,uji kenyamanan (comfortness) kereta/gerbong yang akan dioperasikan untuk melayani pengguna jasa angkutan kereta api. Proses pengujian untuk parameter getaran dan pengereman dinamis hanya memerlukan waktu paling lama dalam 1 jam. Untuk pengujian temperatur membutuhkan waktu 2 jam untuk menunggu naiknya temperatur. Di bidang jalan LIPI mengembangkan bahan marka jalan asli Indonesia berbasiskan karet alam. Polisopren yang terkandung dalam karet alam, dimodifikasi secara kimiawi untuk menghasilkan polimer yang memiliki tingkat kelenturan dan tingkat kekerasan yang sesuai untuk marka jalan. Bahan marka jalan buatan LIPI ini mampu kering dalam waktu kurang dari 10 menit sehingga cocok untuk digunakan sebagai marka jalan di area yang padat lalu lintasnya. Dengan menggunakan bahan baku lokal, selain dapat meningkatkan nilai jual dari produk turunan karet alam, harga jual produk marka jalan buatan dalam negeri ini lebih murah. Bahkan jika produk monerel nantinya bisa terwujud, Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi yang berada di bawah Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT mengembangkan penguasaan desain dan rancang bangun kereta monorel. Rancang bangun ini mempunyai spesifikasi teknis berupa prototipe bogie kereta monorel yang dikembangkan adalah Bogie Alweg. Bukan hanya transportasi darat, di transportasi laut pun sejumlah produk sudah dihasilkan. Misalnya rancang bangun kapal pengangkut ikan hidup.Kapal ini mempunyai beberapa spesifikasi teknis yaitu prototipe kapal angkut ikan hidup yang memiliki delapan buah ruang muat dengan total Volume 104.341 meter kubik dan displasmen mencapai 142 ton. Ada juga Kapal Layar Motor (KLM) Maruta Jaya yang Hemat BBM. Kapal ini didesain khusus sebagai kapal angkutan barang (cargo ship) yang hemat BBM dan ramah lingkungan yang mulai beroperasi secara resmi pada 20 Mei 1990 dan didesain mampu mengangkut kargo maksimal 900 ton. Kapal ini juga mampu menghemat konsumsi BBM sampai 70% dibandingkan dengan kapal sejenisnya. (abdul malik/islahuddin) |