VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Kapoldasu Tak Kerahkan Sniper PDF Print
Friday, 03 September 2010
MEDAN (SINDO) – Maraknya aksi kriminalitas yang terjadi, tidak serta merta membuat Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Oegroseno menempatkan penembak jitu pada pengamanan Lebaran tahun ini.


Alasannya, kehadiran penembak jitu malah akan menakutkan masyarakat. “Tak perlu pakai sniper (penembak jitu), nanti bisa membuat masyarakat resah.Usaha persuasif lebih kita kedepankan guna mengantisipasi dan mencegah terjadinya aksi kriminal,” ujarnya kepada wartawan seusai memimpin apel Gelar Pasukan Pengamanan Idul Fitri 1431 H dan Operasi Ketupat Toba 2010 di Lapangan Merdeka Medan,kemarin. Untuk pengamanan Lebaran tahun ini mereka mengerahkan 3.000 personel dari kepolisian dan dibantu dari TNI, Dinas Perhubungan dan lainnya.

Personel tersebut akan disebar ke seluruh wilayah hukum Poldasu untuk membantu pengamanan pemudik di sepanjang Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum). “Jumlah personil yang dikerahkan ini sebanyak 3.000 personil, bisa bertambah lagi dengan sepertiga kekuatan Polda Sumut, sekitar 12.000. Pengerahan itu dilakukan untuk mem-back up pengamanan, jika dinilai perlu. Tergantung situasi keamanan,” jelasnya. Penempatan 3.000 personel tersebut akan disebar di 135 titik rawan macet, kecelakaan lalu lintas, banjir, longsor, termasuk lokasi yang dinilai rawan tindak kriminalitas. Selain itu, objek vital yang menjadi pusat perhatian masyarakat berkumpul seperti pusat perbelanjaan, bandara, pelabuhan, terminal, dan lainnya turut diamankan.

Jenderal polisi bintang dua itu menegaskan, pengamanan juga perlu diperhatikan pada permukiman rumah warga ataupun perumahan. Sebab, rumah yang ditinggalkan penghuninya untuk merayakan Lebaran akan menjadi sasaran pelaku kejahatan. Masyarakat pun dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya saat meninggalkan rumah. (haris dasril)

 
covermedan