VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Kemacetan Prioritas Penanganan Mudik PDF Print
Friday, 03 September 2010
JAKARTA(SI) – Arus mudik Lebaran 2010 ke berbagai kota di Jawa diperkirakan mulai padat malam nanti seiring mulainya liburan sekolah.Seluruh jajaran pemerintahan diinstruksikan untuk mengutamakan penanganan kemacetan lalu lintas.

“Prioritaskan tugas penanganan mudik Lebaran itu pada lalu lintas,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Wakil Presiden (Wapres) Boediono seusai memimpin rapat persiapan mudik Lebaran 2010 di Jakarta kemarin. Selain pasar tumpah, Presidenjugamenekankan pentingnya mengatasi sumbatan- sumbatan lalu lintas yang mendorong timbulnya kemacetan lalu lintas saat musim mudik Lebaran.

“Kalau kita dengar radio televisi dan SMS, yang sering menjadi sumber keluhan di masyarakat kita karena memang kendaraan bertumpuk.Jalannya itu-itu saja, jumlah kendaraannya luar biasa,”katanya. Presiden menambahkan,menghadapi Lebaran, seluruh jajaran pemerintah agar memberikan pelayanan yang terbaik kepada rakyat Indonesia.

Presiden juga berharap agar terjadi sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar kemacetan lalu lintas saat arus mudik dan keamanan menjelang hari raya dapat terlaksana dengan baik. “Saya berharap ini jangan dianggap sebagai tugas rutin,”ujar Presiden. Menurutnya, arus mudik tahun ini akan bertambah padat mengingat semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor.

Untuk itu, arus mudik di beberapa wilayah rawan kemacetan harus mendapatkan prioritas pemantauan. “Titik kemacetan Nagrek misalnya atau tempat-tempat lain yang bottleneckyang selalu berjam- jam kendaraan mengantre di situ,”jelas Presiden. Untuk memantau kesiapan arus mudik, Presiden akan melakukan inspeksi mendadak pada H- 2 mendatang.“Saya akan melakukan sidak nanti menjelang hari H jam J dengan objek dan tempat yang akan saya sampaikan pada waktunya.

Persiapkan dengan baik dan saya tidak ingin ada yang tidak siap,”tandasnya. Pada arus mudik Lebaran tahun ini, penggunaan sepeda motor diprediksi akan makin bertambah. Jika pada 2009 tercatat 3,1 juta sepeda motor digunakan untuk mudik, tahun ini diperkirakan akan naik menjadi 3,6 juta sepeda motor. Begitu juga mobil pribadi akan naik dari 1,313 juta mobil tahun lalu menjadi 1,373 juta mobil tahun ini.

Tadi malam, sejumlah pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat maupun sepeda motor mulai terlihat di jalur pantai utara (pantura) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Mereka sengaja memilih perjalanan malam hari karena udara malam terasa sejuk dan jalan lengang. Sementara, pada siang hari kendaraan angkutan umum dan sepeda motor cukup padat di jalur pantura Indramayu.

Surono, pemudik asal Kabupaten Lamongan,Jawa Timur,saat istirahat di warung dadakan di Indramayu mengatakan, perjalanan malam hari dari Jakarta menuju Jawa Timur terasa nyaman meski saat ini truk barang padat di jalur pantura.Dia mengaku mudik lebih awal supaya terhindar dari kemacetan yang biasa terjadi pada hari mendekati Lebaran. Pada H-8 kemarin, sejumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor mulai ramai.

Mereka melintas ke Indramayu berkelompok, tujuannya daerah Kuningan, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Pemalang. Polres Cirebon mengimbau para pengendara roda empat atau lebih masuk ke jalan tol untuk antisipasi kemungkinan kemacetan arus lalu lintas akibat pasar tumpah di jalur pantura Cirebon.

“Imbauan ini untuk meminimalisasi terjadinya kemacetan akibat aktivitas sejumlah pasar tumpah. Kami mengimbau agar kendaraan roda empat atau lebih untuk masuk jalan tol.Namun tidak menutup kemungkinan akan menjadi keharusan jika kemacetan sudah parah,” kata Kabagops Polres Cirebon Kompol Asep Pujiyono saat ditemui di pos pengamanan arus mudik Losari.

Sebanyak tujuh pasar tumpah diprediksi menjadi titik rawan kemacetan, yaitu Pasar Tegal Gubug, Pasar Minggu Palimanan,Pasar Pasalaran Weru,Pasar Kue Plered, Pasar Celancang, Pasar Mundu dan Gebang. Di wilayah Cirebon bagian barat, Asep memprediksi kemacetan parah akan terjadi Pasar Tegal Gubug. Rekayasa lalu lintas jika hal tersebut terjadi adalah mengalihkan arus kendaraan masuk ke jalur alternatif melalui Desa Bunder– Lapas Gintung–Jenun dan kembali lagi ke jalur utama.

“Untuk antisipasi kemungkinan kemacetan terjadi lagi di pertigaan Palimanan karena bertemu arus dari Bandung dan di pasar-pasar berikutnya, kami mengimbau kendaraan roda empat dari arah Jakarta masuk ke jalan tol Palimanan– Kanci yang dapat dilanjutkan ke tol Kanci–Pejagan,”katanya. Sebagai bagian dari pemantauan arus mudik, jalur pantai utara akan dipantau langsung melalui closed circuit television(CCTV) dari Istana Kepresidenan dan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia.“

Dengan dipasangnya closed circuit television ini, jalur pantai utara akan diawasi langsung oleh Presiden SBY dan Kapolri dari Jakarta,”kata Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Pekalongan AKP Juharno di Pekalongan, kemarin. Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Jawa Tengah memperkirakan jumlah pemudik yang akan masuk provinsi itu pada arus mudik Lebaran 2010 mencapai lebih dari 4,8 juta orang.

Dari perkiraan pemudik yang meningkat sekitar 2% dibandingkan tahun sebelumnya itu, sebanyak 2,9 juta orang di antaranya merupakan pemudik dengan tujuan akhir Jawa Tengah, sedangkan sisanya pemudik yang hanya melintas dengan tujuan akhir berbagai daerah di wilayah timur. Pemudik bersepeda motor kemungkinan besar masih mendominasi arus mudik dan balik Lebaran dengan perkiraan peningkatan sekitar 10–15% dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan jumlah pemudik bersepeda motor yang juga berdampak terhadap meningkatnya risiko terjadinya kecelakaan. Dinas Bina Marga Jawa Tengah mencatat sekitar 47 km jalan di provinsi itu masih dalam kondisi rusak berat dan dalam proses perbaikan. Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah Danang Admodjo mengatakan, panjang ruas jalan yang rusak tersebut hanya sekitar 2% dari total keseluruhan jalan nasional dan provinsi di wilayah itu.

Menurut dia, berbagai langkah perbaikan masih dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi para pemudik.Adapun ruas jalan provinsi yang masih menjalani perbaikan di antaranya ruas jalan lingkar Pati,ruas Losari–Semarang serta jalur yang menghubungkan Magelang dengan Yogyakarta. Selain itu,terdapat pula perbaikan di jalur Semarang–Blora serta jalan lingkar Ambarawa,Kabupaten Semarang.

Untuk jalur Semarang–Blora, kata dia, saat ini masih dalam proses pembetonan yang diperkirakan baru selesai pada 2011.“Walaupun masih dalam proses perbaikan, tetap bisa dilalui meski kurang nyaman,”katanya. Berkaitan dengan kesiapan sarana dan prasarana jalan, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta pelaksana proyek perbaikan jalan menghentikan aktivitasnya pada lima hari menjelang Lebaran 2010.“Pada H-5, seluruh pekerjaan perbaikan jalan harus dihentikan,” katanya.

Menurut dia,semaksimal mungkin kondisi sarana dan prasarana jalan yang ada ini akan digunakan untuk arus mudik dan balik Lebaran. Dia menuturkan berbagai proyek perbaikan di sejumlah jalur utama para pemudik ini merupakan bagian dari proyek fisik pada tahun 2011.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2010, Gubernur juga menyatakan Jalan Tol Semarang-Solo dengan rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang,belum siap melayani para pemudik.“Hambatan yang dihadapi pada rute ini cukup berat meski penyelesaian sasaran mengalami perkembangan yang cukup positif,”katanya. (rarasati syarief/ibnu saechu/ akrom/muh slamet/tomi indra)