|
||||||||||||||||||
| Pantura Mulai Telan Korban |
|
|
| Friday, 03 September 2010 | |
![]() POLWAN BERKUDA Anggota Polisi Wanita (Polwan) Polda DIY tampil naik kuda pada Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Progo 2010 yang diikuti berbagai satuan kepolisian di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, kemarin. KENDAL(SINDO) – Pemudik perlu semakin meningkatkan kehati-hatiannya.Diduga lantaran mengantuk,seorang pemudik sepeda motor tewas di jalan pantura Kendal,kemarin. Korban tewas adalah Parnyo, 41, warga Godong, Grobogan. Korban tewas setelah motor yang dikendarainya seorang diri menabrak trotoar di Jalan Soekarno-Hatta, Ketapang, Kendal dan terseret hingga 25 meter. Awalnya, korban mengendarai motor Yamaha Jupiter MX Nopol H 5412 UZ cukup kencang dari arah barat. Di lokasi kejadian, kondisi jalan bergelombang. Diduga mengantuk motor yang dikendarai korban oleng ke kiri dan menabrak trotoar. Motor korban sempat menabrak batu seukuran kepalan tangan hingga laju motor sulit dikendalikan. Akibat kejadian itu, arus lalu-lintas sempat macet sekitar 30 menit. “Dia terjatuh sendiri tidak ada kendaraan lain yang menyenggolnya,” ujar Solikin,25,saksi kejadian. Memasuki H-7 hari ini, pemudik sepeda motor diperkirakan mulai meningkat tajam. Untuk menghindari kemacetan dan kecelakaan, Polda Jawa Tengah mengimbau para pemudik agar melewati jalur-jalur alternatif. Diprediksikan, arus kemacetan akan terjadi mulai H-4 Lebaran atau Minggu (5/9) lantaran saat tersebut sejumlah karyawan dan anak sekolah juga mulai libur. “Kepada pemudik, ikuti arahanpetugasdilapangan.Petugas akan mengarahkan pemudik untuk melewati jalur alternatif jika jalan utama mengalami kemacetan,”kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Edward Aritonang usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2010 di Markas Polda Jawa Tengah kemarin. Menurut Edward, jumlah pemudik yang akan memasuki wilayah Jawa Tengah mencapai sekitar 5 juta jiwa. Dirlantas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Dwi Sigit N menambahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubkominfo) Jawa Tengah terkait pemasangan rambu-rambu di jalur alternatif. Sementara, Jajaran Polrestabes Semarang mengerahkan 2.055 personel gabungan yang disebar untuk pengamanan Lebaran tahun ini.Selain itu,juga didirikan 22 pos pengamanan (pos pam) di sejumlah titik yang dianggap rawan macet maupun rawan kecelakaan lalu lintas. Mulai Dihitung Dari pantura Brebes dilaporkan Jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Brebes hari ini akan memberlakukan penghitungan bagi setiap kendaraan yang masuk ke wilayah Provinsi Jateng. Penghitungan kendaraan akan diberlakukan di tiga pintu masuk,baik pintu masuk di jalur pantura, jalur tol, dan juga jalur tengah. Ketiga pintu masuk yang diberlakukan penghitungan kendaraan antara lain di jalur pantura perbatasan Jateng-Jabar yakni di Pospam Cisanggarung Losari, pintu keluar tol Pejagan dan jalur tengah Ciledug Bantarsari. Kepala Posko Operasi Ketupat Candi Polres Brebes Iptu Adi Prabowo saat ditemui diPospam Cisanggarung menjelaskan,penghitungan waktu ini penting dilakukan manakala memasuki masa mudik seperti saat ini, sehingga seluruh jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah provinsi akan dapat terhitung oleh petugas setiap waktunya. ”Penghitungan akan dimulai pada pukul 06.00 WIB-18.00 WIB. Dan dilanjutkan dengan penghitungan berikutnya yakni pukul 18.00-06.00 WIB. Sehingga jumlah kendaraan dapat diketahui setiap jam 6 pagi ataupun jam 6 sore” jelasnya. Hal ini penting mengingat antisipasi yang disiapkan petugas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi jalan dan juga volume kendaraan.Selain itu pula, Polres Brebes telah menyiapkan tujuh kamera CCTV di setiap titik rawan macet di jalur Brebes, baik pantura maupun jalur alternatif. ”Di antaranya dipasang di Pospam Cisanggarung,Tanjung,Alunalun Brebes,Ketanggungan, eksit tol Pejagan, simpang tiga Pejagan, dan Bumiayu Brebes. Semua kamera telah aktif sejak satu minggu lalu,”jelasnya. Tak hanya di Brebes, Pos Pelayanan Terpadu Kepolisian Resor Cilacap yang berada di Mergo, Kecamatan Dayeuhluhur, dilengkapi dengan kamera pengintai atau CCTV yang terhubung dengan Mabes Polri dan Istana Kepresidenan. ”Kamera pengintai ini akan berada di sini hingga 14 hari ke depan,”kata Kepala Polres Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Edi Swasono kepada wartawan di Pos Mergo. Pemudik KA Mulai Terlihat Pemudik yang menggunakan transportasi kereta api (KA) mulai terjadi peningkatan di beberapa stasiun di wilayah daerah operasional (Daop) 6 Yogyakarta, kemarin. Dipastikan mendekati Lebaran, jumlah penumpang KA semakin meningkat. Sementara itu, PT KA (Persero) siap memberikan sanksi tegas kepada penumpang yang nekad naik di atas lokomotif atau kabin KA. Humas Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto mengatakan, meski masih H-8 Lebaran,namun aktivitas di beberapa stasiun mulai ramai dibanding hari biasa. Menurut dia, jumlah penumpang yang datang dari Jakarta, Bandung atau Surabaya yang turun di stasiun di wilayah Daop 6 Yogyakarta mengalami peningkatan, khususnya penumpang KA klas ekonomi.”Sudah ada peningkatan sekitar 5% dibanding hari biasanya,”ujarnya,kemarin. Manajer Jalan Rel dan Jembatan PT Kereta Api Daerah Operasi 6 Yogyakarta, Sugeng Winarno mengatakan, untuk meyakinkan keamanan rel KA menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran, pihaknya meingkatkan menyisir rel KA. Kemacetan Prioritas Penanganan Mudik Arus mudik Lebaran 2010 ke berbagai kota di Jawa diperkirakan akan mulai padat malam nanti seiring mulainya liburan sekolah. Seluruh jajaran pemerintahan diinstruksikan untuk mengutamakan penanganan kemacetan lalu lintas pada arus mudik tahun ini. ”Prioritaskan tugas penanganan mudik Lebaran itu pada lalu lintas,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Wakil Presiden (Wapres) Boediono seusai memimpin rapat persiapan mudik Lebaran 2010 di Jakarta kemarin. Selain pasar tumpah, Presiden juga menekankan pentingnya mengatasi sumbatan-sumbatan lalu lintas yang mendorong timbulnya kemacetan lalu lintas saat musim mudik Lebaran.”Kalau kita dengar radio televisi dan SMS, yang sering menjadi sumber keluhan di masyarakat kita karena memang kendaraan bertumpuk.Jalannya itu-itu saja, jumlah kendaraannya luar biasa,” katanya. Presiden menambahkan, menghadapi Lebaran,seluruh jajaran pemerintah agar memberikan pelayanan yang terbaik kepada rakyat Indonesia. Presiden juga berharap agar terjadi sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar kemacetan lalu lintas saat arus mudik dan keamanan menjelang hari raya dapat terlaksana dengan baik. “Saya berharap ini jangan dianggap sebagai tugas rutin,”ujar Presiden. Menurutnya, arus mudik tahun ini akan bertambah padat mengingat semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor.Untuk itu, arus mudik di beberapa wilayah titik rawan kemacetan bisa mendapatkan prioritas pemantauan. “Titik kemacetan Nagrek misalnya atau tempat-tempat lain yang bottleneck yang selalu berjam-jam kendaraan mengantre di situ,”jelas Presiden. Untuk memantau kesiapan arus mudik, Presiden akan melakukan inspeksi mendadak pada H-2 mendatang. “Saya akan melakukan sidak nanti menjelang hari H jam J dengan objek dan tempat yang akan saya sampaikan pada waktunya. Persiapkan dengan baik dan saya tidak ingin ada yang tidak siap,” tandasnya. Pada arus mudik Lebaran tahun ini, penggunaan sepeda motor diprediksi akan makin bertambah.Jika pada 2009 tercatat 3,1 juta sepeda motor digunakan untuk mudik, tahun ini diperkirakan akan naik menjadi 3,6 juta sepeda motor.Begitu juga mobil pribadi akan naik dari 1,313 juta mobil tahun lalu menjadi 1,373 juta mobil tahun ini. Dinas Bina Marga Jawa Tengah mencatat sekitar 47 km jalan di provinsi itu masih dalam kondisi rusak berat dan dalam proses perbaikan. Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah Danang Admodjo mengatakan, panjang ruas jalan yang rusak tersebut hanya sekitar 2% dari total keseluruhan jalan nasional dan provinsi di wilayah itu. Menurut dia, berbagai langkah perbaikan masih dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi para pemudik.Adapun ruas jalan provinsi yang masih menjalani perbaikan di antaranya ruas jalan lingkar Pati, ruas Losari–Semarang serta jalur yang menghubungkan Magelang dengan Yogyakarta. Selain itu, terdapat pula perbaikan di jalur Semarang–Blora serta jalan lingkar Ambarawa,Kabupaten Semarang. (zaenal alimin/muhammad oliez/farid firdaus/ akrom hazami/ muh slamet/ ridwan anshori/rarasati syarief/ibnu saechu/) |