VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Jangan Terlena Jalan Lurus dan Mulus PDF Print
Friday, 03 September 2010
Tidak ada yang perlu dikhawatirkan saat melewati jalur mudik Yogyakarta–Solo,atau yang lebih dikenal dengan Jalan Solo.Karakteristik jalan relatif sama, lurus,lebar dan memadai.


JALANsepanjang kurang lebih 70 kilometer ini tidak banyak bermasalah. Dari jembatan layang Janti,Sleman, pemudik langsung melewati jalan Laksda Adi Soecipto yang relatif lebar.Kelancaran lalu lintas cukup mulai di pertigaan ring road utara Yogyakarta.

Pertigaan ini merupakan pertemuan arus lalu lintas Yogyakarta– Solo,Magelang dan Semarang.Arus lalu lintas cukup padat,kendaraan harus mengantre melewati lampu lalu lintas. Daerah potensi macet ada di daerah Bogem, Kalasan, Sleman, sekitar 1 kilometer sebelum pintu masuk objek wisata Candi Prambanan. Melewati jalur ini, pengemudi kendaraan roda empat merasakan jalur yang menyempit karena harus berbagi dengan sepeda motor di jalur khusus. Kemacetan parah akan terjadi di sekitar objek wisata Candi Prambanan, persis di depannya terdapat pasar tradisional yang merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat Sleman sebelah timur dan sebagian kecamatan di Kabupaten Klaten bagian barat dan selatan.

Pemudik wajib berhati-hati karena banyak sekali penyeberang jalan dan mobil angkutan umum yang berhenti mendadak. Memasuki wilayah Pandansimping, Kecamatan Jogonalan,pemudik akan menjumpai jalur yang menyenangkan,lurus,mulus,lebar dan tak banyak hambatan.Namun, kadang-kadang hal inilah yang memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas, pengemudi tertarik untuk memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Di wilayah Kota Klaten,kemacetan akan terjadi di wilayah Pasar Srago.Pasar ini merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat Klaten di wilayah kota.

Di sekitar pasar juga terdapat lampu lalu lintas yang mengharuskan pengemudi untuk memperlambat laju kendaraan. Sebelum melewati pasar, sebenarnya terdapat jalur alternatif menuju Solo,yaitu melewati jalur selatan melewati Kecamatan Wedi, Kecamatan Bayat, dan Kecamatan Cawas. Namun,jalur yang tersedia relatif sempit dan terdapat pasar-pasar tradisional di kanan kirinya. Titik kemacetan lainya ada di sekitar Terminal Klaten.Titik ini merupakan pertemuan jalan by pass dan jalur dari tengah kota Klaten. Pertemuan pada titik ini adalah pertemuan antara kendaraan pribadi dari jalur tengah kota dan kendaraan umum serta truk angkutan yang melewati by pass.

Berikutnya adalah titik kemacetan di Pasar Delanggu, di kawasan ini terdapat satu pasar tradisional berukuran besar dan deretan ruko-ruko. Pengemudi harus ekstra hati-hati, suasana sangat ramai dan banyak penyeberang jalan. Biasanya, sepanjang jalan ini menjadi tempat angkutan pedesaan ngetem menunggu penumpang. “Jalur-jalur padat ini akan menjadi fokus Kepolisian Resor Klaten,” ujar Kapolres Klaten AKBP Agus Djaka Santoso.

Setelah Delanggu, pengendara sepeda motor bisa mengarahkan kendaraannya berbelok ke kanan pada perempatan Pakis. Jalan ini merupakan jalan alternatif yang tembus di wilayah Solo Baru Kabupaten Sukoharjo. Perjalanan akan kembali lancar setelah melewati pasar Delanggu,memasuki sedikit wilayah Kabupaten Boyolali dan Sukoharjo. (mn latief)

 
coverjateng