|
||||||||||||||||||
| SBY Kecewa Penanganan Buol |
|
|
| Friday, 03 September 2010 | |
![]() SOLIDARITAS BUOLSejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD Sulteng di Palu, kemarin. Aksi itu sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Kabupaten Buol yang tewas dalam bentrokan dengan aparat pada Selasa (31/8) lalu. JAKARTA(SINDO) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku kecewa dengan penanganan aksi kerusuhan massa yang terjadi di Biau,Kabupaten Buol,Sulawesi Tengah,Selasa (31/8),yang menewaskan tujuh orang. Presiden menyayangkan lambatnya penanganan yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan pemerintah daerah sehingga dalam aksi anarkistis tersebut mengakibatkan korban jiwa.Kejadian tersebut menurutnya telah mencoreng bulan suci Ramadan. Menurut Kepala Negara, seharusnya pejabat di daerah saling bersinergi dan bekerja dengan baik sebelum segalanya menjadi terlambat. SBY menyayangkan, rasa tanggung jawab,profesionalisme, sinergi, dan koordinasi pejabat daerah Buol belum berlangsung dengan baik. Presiden akan meminta pertanggungjawaban gubernur, bupati,Polri,danTNI yang bertugas di Buol. “Semestinya bisa kita cegah (korban) yang terjadi, atau semestinya korban bisa kita kurangi,tapi malah lebih besar. Saya akan bertanya apa yang dilaksanakan mereka di daerah untuk mengatasi masalah ini,” tandas Presiden saat membuka sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden,Jakarta,kemarin. Kerusuhan Buol pecah Selasa malam menyusul tewasnya seorang tahanan Polsek Biau bernama Kasmir Timumun pada Senin (30/8) sore. Keluarga menduga tewasnya Kasmir,warga Kelurahan Leok II, yang bekerja sebagai tukang ojek itu akibat penganiayaan oknum polisi. Kasmir ditahan karena kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang anggota kepolisian di kota itu, tetapi pada Senin (30/8)dia tewas di dalam tahanan. Sebagai buntut dari kematian Kasmir, Selasa sekitar pukul 21.30 Wita, ribuan warga mendatangi Mapolsek Biau hingga mengakibatkan kerusuhan.Kerusuhan tersebut mengakibatkan tujuh orang tewas terkena tembakan dan puluhan lainnya lukaluka. Bahkan, hingga dini hari kemarin ratusan warga masih mengamuk dengan merusak dan membakar Mapolsek Momunu di Kabupaten Buol. Kapolres Buol AKBP Amin Litarso mengatakan, penyerangan hingga pembakaran kantor polisi itu dilakukan massa pukul 01.10 Wita kemarin. Selain membakar Mapolsek Momunu, sebuah rumah milik Wakapolres Buol Kompol Ali dijarah saat massa melakukan aksi sweeping terhadap polisi. Selain menjarah rumah Wakapolres, massa juga membakar tiga rumah milik anggota Polri yang bertugas di wilayah Polres Buol. Sementara itu, Mabes Polri membentuk tim gabungan untuk mengusut kasus kerusuhan di Buol. Menurut Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri, tim gabungan ini melibatkan Polri, Komisi III DPR, serta Komnas HAM.Tim gabungan ini dipimpin Wakapolri Komjen Pol Yusuf Manggabarani. Tim tersebut sudah berangkat ke Buol sejak Rabu (1/9) dan bertugas mencari keterangan serta menginvestigasi kasus tersebut. Kapolri menegaskan, tim diterjunkan untuk mengetahui kejadian sebenarnya. “Kalau memang itu (Kasmir Timumun) bunuh diri,ya nanti kita jelaskan kepada publik. Kalau ada kejanggalan ya kita minta tim dokter. Serahkan kepada prosedur. Kalau nanti yang salah anggota kita, kita ambil tindakan.Tapi,sekarang jangan ada tindakan kekerasan yang merugikan,”kata Kapolri sebelum menghadiri sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden kemarin. Mabes Polri juga telah menetapkan empat tersangka dalam insiden penyerangan Mapolsek Biau, Buol. “Kita sudah menetapkan empat tersangka terkait kasus penyerangan Mapolsek Biau karena mereka melakukan tindakan anarkistis,”kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Iskandar Hasan di Jakarta kemarin. Empat tersangka yang menjalani pemeriksaan adalah warga Buol. Sedangkan polisi yang diperiksa oleh tim penyelidik Mabes Polri pimpinan Wakapolri Komjen Pol Yusuf Manggabarani adalah Kapolsek Biau, anggota yang menangani kasus tabrakan Kasmir Timumun,dan polisi jaga ketika kejadian. Iskandar juga mengatakan, Polri akan menjalankan proses investigasi sesuai prosedur. Menkopolhukam Djoko Suyanto mengatakan,situasi di Buol sudah berangsur normal. Aktivitas masyarakat juga sudah mulai berjalan seperti biasanya.“Laporan saya terima terakhir, keadaan sudah mendekati normal. Aktivitas masyarakat sudah berjalan, sudah ada bantuan TNI dan Brimob jaga keadaan di sana. Mudah-mudahan ini segera kembali normal karena mendekati Lebaran sehingga aktivitas masyarakat harus kita jaga,”ujar Djoko kemarin. Dalam kesempatan terpisah, Wakil Ketua Komnas HAM Stanley Adi Prasetyo mengatakan, pihaknya telah mengirim tim ke Buol guna mengumpul fakta dan menyelidiki dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat dalam peristiwa kerusuhan di wilayah itu.“Komnas HAM pada Rabu malam sudah mengirimkan Dedi Askari,perwakilan Komnas HAM di Palu,untuk berangkat ke Buol,” kata Stanley saat dihubungi SINDO,kemarin. Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh menyebutkan, jumlah korban tewas akibat kerusuhan Buol berdasarkan data terakhir mencapai 8 orang. Bahkan, korban luka-luka sebanyak 34 orang. “Data ini lebih banyak seperti yang dilansir Mabes Polri yang berjumlah 6 orang,”kata Ridha. Ridha mengatakan, Komnas HAM telah meminta polisi menahan gejolak masyarakat dengan menggunakan cara-cara persuasif. Dia juga meminta aparat kepolisian ditarik dari wilayah tersebut. (rarasati syarief/maesaroh/ m purwadi/ant) |