|
||||||||||||||||||
| Polda Siagakan Sniper di Daerah Rawan |
|
|
| Friday, 03 September 2010 | |
![]() GELAR PASUKAN, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Hasyim Irianto memeriksa pasukan saat upacara gelar pasukan Operasi Ketupat 2010 di Lapangan parkir Stadion Bumi Sriwijaya kemarin. PALEMBANG (SINDO) – Kelapa Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan Inspektur Jenderal (Irjen) Hasyim Irianto menegaskan, untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat selama perjalanan mudik, pihaknya menyiapkan penembak jitu (sniper) di sejumlah titik rawan.“Sejumlah titik rawan tersebut rata-rata berada di jalur lintas timur dan tengah.
Karena itu, selain akan didirikan posko sebanyak 63 buah,anggota Reserse akan ditempatkan dan disebar di sejumlah lokasi rawan tindak kriminalitas serta menambah intensitas patroli kendaraan bermotor,” ungkapnya seusai upacara gelar pasukan Operasi Ketupat di lapangan parkir Bumi Sriwijaya yang diikuti unsur TNI, Dishub, Pramuka, PKS,dan Pol PP kemarin. Secara umum,kata dia,jumlah kekuatan yang diturunkan sebanyak 1.200 personel yang terdiri atas 900 personel di seluruh tingkatan, mulai polda, polresta, hingga polsek. Sisanya sekitar 300 personel dipersiapkan untuk memback up jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kita juga akan memberikan atensi khusus terhadap lalu lintas air agar tidak terulang kejadian yang telah menewaskan tiga orang santri beberapa waktu lalu. Untuk itu,para pemilik kapal wajib memperhatikan keselamatan penumpang dengan menyiapkan life jacket dan tidak melebihi muatan seperti yang telah ditentukan,” ujarnya. Kapolda menegaskan, selama H-7 hingga H+7 Lebaran, diprediksi akan terjadi perubahan iklim yang ekstrem di masyarakat sehingga dapat memicu terjadinya gangguan transportasi dan menyebabkan terjadinya penumpukan kendaraan di dermaga serta terminal. Selain itu, gangguan lain yang mungkin terjadi seperti tanah longsor dan banjir. “Sedangkan, kerawanan diperkirakan terjadi di setiap wilayah, seperti tindak pidana pencurian, curas, penganiayaan. Selain itu, munculnya pedagang musiman, pengemis, hingga penimbunan sembako oleh orangorang tidak bertangung jawab,” katanya. Hasyim mengimbau, supaya tidak terjadi perampokan, hipnotis, jambret, dan bajing loncat, anggota polisi harus menjalin kerja sama dengan semua pihak untuk menjaga kondisi kamtibmas tetap kondusif sehingga angka kriminalitas dapat ditekan seminim mungkin. “Karena itu, masyarakat tetap harus waspada dan segera melapor ke pos polisi terdekat apabila melihat sesuatu yang mencurigakan,” tuturnya. Kabid Humas Polda Sumsel AKBP Sabarudin Ginting menambahkan, penempatan pos pengamanan dilakukan di lokasi yang padat lalu lintas, rawan kriminalitas, daerah pariwisata dan pusat pertokoan. Petugas disiagakan untuk membantu kelancaran arus lalu lintas pada trouble spot (titik rawan macet lalu lintas) dan menekan angka kecelakaan serta korban meninggal dapat berkurang. “Selain itu, jumlah pelanggaran lalu lintas, khususnya pengguna sepeda motor dan angkutan umum, dapat ditekan. Karena kendaraan roda dua bukan di persiapkan untuk perjalanan jarak jauh,” katanya. (yopie cipta raharja) |