|
||||||||||||||||||
| Langkah Demokrat Dekati Soetrisno Tepat |
|
|
| Thursday, 02 September 2010 | |
|
JAKARTA (SINDO)—Pertemuan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas
Urbaningrum dengan mantan Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir di Mekkah
terus menimbulkan spekulasi politik.
Langkah Partai Demokrat tersebut dinilai positif. Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Buhanuddin Muhtadi menilai,pertemuan Anas dan Soetrisno Bachir itu upaya awal Partai Demokrat untuk merangkul Soetrisno Bachir.Meski saat ini Soetrisno tidak tergabung dalam partai politik,mantan Ketua Umum PAN itu memiliki basis elektoral pendukung dan basis finansial.Keduanya memberikan ketertarikan pada partai manapun untuk menarik Soetrisno untuk bergabung. ”Meski basis pendukungnya tidak sebesar basis finansialnya, tetapi Mas Tris (Soetrisno) tetap tokoh menarik yang bisa dimanfaatkan oleh partai mana pun,” katanya di Jakarta kemarin. Namun, langkah Partai Demokrat mendekati Soetrisno Bachir masih kalah dengan langkah yang dilakukan oleh Partai Gerindra. Soetrisno dan Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto dinilai telah mengadakan pembicaraan sejak Pemilu 2009 lalu. Bahkan, ada wacana keduanya maju sebagai pasangan capres dan cawapres. ”Saya kira,wajar jika ada pendekatan. Terutama untuk Pemilu 2014 nanti. Persiapan lebih panjang tentu lebih baik,”terangnya. Burhan menambahkan, sewajarnya mulai saat ini memunculkan tokoh-tokoh baru untuk 2014 nanti. Jika dibiarkan, kondisi seperti ini berbahaya terutama bagi SBY dan Partai Demokrat. Terlebih SBY tidak bisa mencalonkan lagi, serta belum adanya kader yang mumpuni dari partai yang dibidaninya. ”Apalagi, kinerja pemerintahan terus menurun. Ini tentu kurang baik bagi calon Partai Demokrat,” tuturnya. Sudah saatnya SBY mempercepat regenerasi kepemimpinan, agar calon yang disiapkan masih memperoleh “berkah kepopuleran” yang akan diwariskan SBY. Sebagaimana diketahui,Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Soetrisno Bachir mengadakan pertemuan tertutup di Mekkah. Kedua tokoh itu diyakini membicarakan agenda politik penting untuk masa mendatang. Anggota Dewan Pembina Parai Demokrat Ahmad Mubarok menilai, pertemuan kedua tokoh itu jangan dimaknai terlalu berlebihan. Menurut dia, wajar jika kedua tokoh mengadakan pertemuan secara tertutup. ”Kalau dua tokoh bertemu ya wajar. Biasalah kalau tokoh itu mengadakan pertemuan tertutup. Ada hal-hal yang meski dijaga,” katanya. Mubarok memahami bahwa meski telah keluar dari PAN, mantan Ketua Umum DPP PAN itu masih tokoh politik yang berpengaruh. Pengaruh itu tidak harus diartikan untuk bergabung masuk partai. Kalaupun Soetrisno Bachir ingin bergabung,Mubarok berharap itu bukan didasarkan kekecewaan, sakit hati atau rasa marah terhadap PAN. (helmi firdaus) |