VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Membayar Rp10 Juta per Bulan,Dihuni Banyak Selebritas PDF Print
Thursday, 02 September 2010
SUASANA ASRI,tenang,sejuk,dan damai menjadikan pusat Cakrawala Sebaru,sebuah tempat rehabilitasi bagi para pecandu narkoba di Indonesia, terbaik di dunia.

Residence,sebutan bagi para pecandu narkoba dipastikan fokus menjalani proses rehabilitasi di sana. Selain tempat nyaman, program penyembuhan bagi residence juga menggunakan metode therapeutic community yang diadopsi oleh 72 negara di dunia. Ditambah lagi para konselornya merupakan lulusan dari Amerika Serikat.Maka tidak berlebihan kiranya residence harus merogoh kocek Rp10 juta untuk membayar biaya selama sebulan di sana.

Berada 40 mil laut di sebelah Utara Jakarta, pusat rehabilitasi yang lokasinya terletak di pulau terluar dari kepulauan seribu ini sangat berbeda dengan pusat recovery para pengguna narkoba pada umumnya. Di kelilingi lautan luas sehingga tidak ada kesempatan bagi para residence melarikan diri saat menjalani program penyembuhan. Diperlukan waktu sekitar dua jam lebih untuk bisa mencapai lokasi tersebut,dengan menggunakan speed boat (perahu cepat) berkecepatan 22 knot.

Penanganan rehabilitasi menggunakan metode therapeutic community yang diadopsi dari Daytop Newyork, USA, hingga hanya memerlukan waktu sekitar setahun bagi seseorang untuk bisa kembali pulih dari ketergantungan narkoba. Indonesia boleh berbangga sebab pusat rehabilitasi ini merupakan yang pertama di Indonesia dan terbaik di dunia karena penanganannya berada, di sebuah pulau tanpa berpenduduk.

Karena itulah, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengikuti program rehabilitasi tersebut.Tidak sedikit peserta rehabilitasi di sana merupakan kalangan selebritas. Jika ditelisik ke belakang, program rehabilitasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, ini sebenarnya sudah pernah dijalankan pada 2003 dan 2006.Tetapi sempat terhenti karena terganjal beberapa izin yang harus dilengkapi.

Baru pada Juni 2008, Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali membuka program rehabilitasi tersebut bertepatan dengan Hari Madat Sedunia dan mulai efektif berjalan Januari 2010. Bekerja sama dengan Cakrawala Sebaru,program rehabilitasi bagi para pecandu narkoba di pulau tersebut kembali diintensifkan.

Tanpa menggunakan pendekatan kekerasan, metode therapeutic community terbukti efektif dan efisien dalam menyembuhkan seseorang dari ketergantungan narkoba. Melalui pendekatan holistis, seperti budaya, agama dan social community, seorang pecandu dibantu untuk menjadi manusia seutuhnya. ”Drug Addicted merupakan penyakit yang harus disembuhkan, bukan ditangkap dan dipenjarakan.

Di Indonesia terdapat 3,6 juta pengguna narkoba yang harus disembuhkan,” ujar Ketua Cakrawala Sebaru Bambang Ibnu Suparto saat mengunjungi lokasi rehabilitasi tersebut. Ada beberapa fasilitas yang disediakan dalam pusat rehabilitasi tersebut di antaranya center house, sebuah rumah yang dijadikan tempat untuk mendiagnosa penyakit residence, terutama ketika mengalami detoksifikasi atau gejala putus obat, lapangan tenis, kelas, ruang makan,dan asrama terpisah antara peserta perempuan dan laki-laki sebanyak 148 tempat tidur.

”Program rehabilitasi bagi para residenceadalah menekankan pada thinking, feeling dan acting out,” ujar Direktur Program Cakrawala Faisal. Bagi para pencandu narkoba yang ingin bergabung dan mengikuti program rehabilitasi, ada beberapa hal yang harus dilakukan, di antaranya registrasi di Kantor Pusat BNN, Jakarta Timur, dan membayar biaya administrasi sebesar Rp10 juta per bulan.Biaya tersebut sudah termasuk dengan biaya tinggal, makan, konseling, dan sebagainya.

Setelah memenuhi persyaratan tersebut, seorang residence akan mengikuti primary program selama enam bulan pertama seperti, no drugs, no sex, and no violence. Selanjutnya, program feeling yang bertujuan untuk mengelola perasaan dan emosional seseorang melalui conflict resolution group sesama rekannya. ”Mereka diajarkan bagaimana menghargai orang lain, menjadi orang yang rendah hati, dan sebagainya, ”ucapnya.

Pada enam bulan selanjutnya, seorang residence akan mengikuti re-entry program tersebut adalah bagaimana mereka (mantan pemadat) kembali lagi ke masyarakat. Karena itu, dalam tahap ini Cakrawala Sebaru melibatkan orang tua, kakak, dan adik dari seorang residence atau disebut dengan family program sehingga mereka tidak lagi merasakan keterasingan saat kembali ke rumah.

”Saat ini sekitar 30 orang yang mengikuti program ini,”jelasnya. Mawanti Aduyana, 27, seorang residence, mengaku sudah mengikuti program tersebut sejak delapan bulan lalu, wanita berdarah Bali dan Jakarta ini mengakui jika program yang diikuti cukup bermanfaat. (sucipto)