|
||||||||||||||||||
| Memimpin dengan Hati Nurani |
|
|
| Thursday, 02 September 2010 | |
|
JAKARTA(SINDO) – Sistem kepemimpinan mulai dari rumah tangga hingga
masalah kebangsaan sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW melalui
kepemimpinan hati nurani. Persoalan yang mendera seseorang atau sebuah
negara memang tidak bisa ditolak.
Namun dengan kepemimpinan hati nurani, semua persoalan yang datang bisa diselesaikan. Sebaliknya, tidak akan ditemukan jalan keluar antara dua pihak yang bertikai jika mengedepankan emosi. Hal itu diungkapkan oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Nasaruddin Umar saat memberi tausiah dalam acara buka bersama keluarga besar Tentara Nasional Indonesia di Mabes TNI, Cilangkap. Refleksi kepemimpinan Rasulullah oleh Nasaruddin secara tidak langsung memberikan pencerahan agar persoalan kebangsaan antara RI-Malaysia diselesaikan dengan damai.“Mengedepankan hati nurani adalah rahasia suksesnya kepemimpinan Rasulullah. Siapa yang bersandar pada hati nurani, niscaya tidak akan pernah jatuh. Kalau mengedepankan emosi, pasti berujung pada penyesalan,”ujarnya. Menurut dia, dalam urusan kebangsaan, Nabi Muhammad SAW lebih banyak melakukan perjanjian ketimbang peperangan. Namun, selama ini yang lebih banyak ditonjolkan adalah peperangan demi peperangan. Kalau dihitung, Rasulullah lebih banyak menandatangai perjanjian perdamaian ketimbang peperangan. “Jangan seolah-olah Rasulullah memiliki pedang yang berdarah terus. Namun, justru yang dominan adalah perjanjian perdamaian. Kesuksesan demi kesuksesan diraih bukan karena pedang atau kekuatan fisik,” ujarnya. Nasaruddin mencontohkan terjadinya perjanjian Hudaibiyah. Saat itu komunitas kecil umat Islam yang dipimpin Rasulullah mampu mencapai kesepakatan dengan koalisi dari kafilah-kafilah Arab yang saat itu dipimpin suku Quraish. “Materi permufakatan itu adalah kepentingan jangka panjang. Meski ada protes dari para sahabat, Rasulullah tetap berdiri pada karakter yang sesungguhnya. Yakni tetap berpegangan pada jangka panjang daripada jangka pendek demi keselamatan masyarakat,” katanya. Nabi Muhammad juga memberikan contoh diplomasi surat menyurat kepada negara-negara tetangga sebelum diserang. Diketahui, saat itu jazirah Arab dikelilingi kerajaan besar. Sebelah barat berbatasan dengan Roma, sebelah timur dengan Persia serta Mesir dan Etiopia. “Diplomasi surat menyurat ini juga mengikuti nabi-nabi sebelumnya.Misalnya, Nabi Sulaiman juga menyurati Ratu Balqis,”katanya. Sementara itu, saat memberikan sambutan,Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengungkapkan, silaturahmi dan buka puasa yang diikuti sekitar 300 prajurit TNI ini merupakan tradisi satuan TNI yang menggabungkan kegiatan ibadah keagamaan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. “Acara buka puasa bersama juga menjadi wahana silaturahmi antara pemimpin dengan yang dipimpin,antara sesepuh dengan generasi penerus, serta sesama prajurit TNI untuk mempererat tali persaudaraan. Kami menyadari, semangat persaudaraan dan kekeluargaan yang kokoh akan mendukung pelaksanaan tugas pokok,”katanya. (pasti liberti) |