VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
M Nuh Buka Bersama 200 Anak Jalanan PDF Print
Thursday, 02 September 2010
JAKARTA(SINDO) – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh berbuka puasa dengan 200 anak jalanan yang diasuh oleh Pemerhati Masyarakat Marginal Kota (Himmata).

Acara itu digelar dengan sederhana di sekolah kesetaraan Himmata di Jalan Plumpang No 30,RT2/4 Rawa Badak Selatan,Jakarta Utara. Sekolah yang dituju Mendiknas berada di lingkungan kumuh atau marginal Jakarta Utara.Jalan menuju ke sana tidak dapat ditempuh dengan mobil.

Maka terpaksa mobil Mendiknas yakni New Camry berplat khusus RI 31 diparkir di depan gang.Perjalanan ke tempat berbuka ini membutuhkan waktu 10 menit.Menteri dan beberapa pejabat setingkat dirjen harus menyaksikan pemandangan rumah tinggal di gang senggol yang hanya bisa dilewati oleh satu orang berpapan tripleks, jemuran menggantung di sela-sela rumah,selokan hitam dan berbau.

Dalam kondisi itu, puluhan anak-anak berbaju kumal menyambut rombongan menteri dengan riang dan meminta untuk bersalaman. Penghuni rumah semi permanen ini biasa dihuni oleh keluarga pedagang siomay, pemulung, tukang ojek, tukang minyak, buruh, bahkan pengangguran. Sehingga, tak heran jika anak-anak di lingkungan ini banyak yang tidak bersekolah.

Bahkan, anak di kawasan ini sudah bermata pencaharian sebagai pengamen, bajing loncat, dan bahkan peniris bensin dari mobil tangki Pertamina yang biasa berseliweran di Jakarta Utara. Sekolah kesetaraan Himmata sangat berbeda sekali dengan sekolah pada umumnya. Sekolah ini terbagi atas tiga bangunan.

Bangunan pertama adalah bangunan dua lantai yang berfungsi sebagai ruang belajar.Ada beberapa ruang kelas yang dapat menampung hingga 200 anak paket A untuk tingkat SD,paket B tingkat SMP dan paket C untuk SMA. Ada juga bangunan berbentuk rumah panggung berlantaikan kolam ikan sebagai ruang multifungsi.

Di rumah panggung inilah Mendiknas beserta pejabat eselon 1 berbuka puasa. M Nuh yang juga mantan Menteri Komunikasi dan Informatika ini memberikan tausiah sebagai pengantar waktu berbuka. Dia menekankan pentingnya belajar walau ibu dan bapak sebagian siswa Himmata berasal dari kalangan bawah.

”Tidak boleh malu. Kalian harus tetap bangga dan menghormati bahwa ibu bapak kalian adalah orang yang telah melahirkan kalian,”tuturnya. Mendiknas berharap agar mereka menjadikan kondisi tersebut sebagai cambuk untuk meraih sukses di kemudian hari.Mantan Rektor Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) ini memberikan motivasi,walau 200 siswa ini hidup di pojokan kota,namun yang penting adalah belajar.

Semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk sukses. Karena siapa yang tahu, Indra–Mendiknas menyebut seorang anak yang berdiri di sampingnya,walaupun anak dari seorang bapak penjual tahu,tetapi bisa menjadi menteri dan bahkan presiden. Pria asli Surabaya ini juga berharap siswa Himmata tidak kembali lagi ke jalan melainkan tetap bersekolah hingga lulus.

Himmata sendiri memang mewajibkan anak didiknya tidak kembali ke jalan jika ingin menuntut ilmu di sekolah ini.Mendiknas berbuka puasa dengan kolak pisang dan sebotol air mineral. Dalam kesempatan itu, M Nuh memberikan lima komputer yang dananya diambil dari dompetnya sendiri. Ada 12 unit lagi yang diberikan oleh pihak swasta. Kemendiknas juga memberikan 200 mushaf Alquran. (neneng zubaidah)