|
||||||||||||||||||
| Armada Tak Laik Masih Beroperasi |
|
|
| Thursday, 02 September 2010 | |
|
KLATEN (SINDO) – Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten masih menemukan
bus-bus antarkota antarprovinsi yang tidak laik jalan.Kepekatan gas
buang kendaraan tersebut melebihi ambang batas serta beberapa onderdil
lain yang sudah tidak layak digunakan.
Dinas belum mengambil tindakan terhadap pelanggaran ini hanya akan memberikan peringatan serta menyarankan pemilik kendaraan untuk segera melakukan servis dan mengganti onderdil rusak tersebut. ”Ada satu bus yang kepekatan gas buangnya sampai 83%. Padahal toleransinya hanya sampai 70%,” ujar Kepala Bidang Teknik dan Sarana Prasarana Dishub Klaten Totok Gantoro seusai melakukan uji emisi di terminal kemarin. Kendaraan dengan gas buang melebihi ambang batas biasanya mengalami kerusakan pada bagian bosfoam-nya,yaitu salah satu onderdil mobil yang berfungsi menyaring partikel-partikel gas buang. Selain melakukan pengujian emisi, Dishub Klaten melakukan pengecekan kelengkapan fisik armada bus seperti rem,ban, kaca spion, persneling, lampu, dan alat pemukul kaca darurat. Kebanyakan bus yang diperiksa tidak mempunyai alat pemukul kaca darurat. Padahal setiap armada diwajibkan untuk menyediakannya dalam kendaraan. Selain itu, beberapa lampu rem dan tanda-tanda lain juga tidak tersedia. ”Secara umum sekitar 10% kendaraan yang beroperasi di Klaten tidak laik jalan,” kata Totok. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Klaten Joko Suwanto mengatakan, bus yang beroperasi di Klaten sebanyak sekitar 68 unit dari sekitar 20 Perusahaan Otobus. Pihaknya akan menindak pemilik usaha armada bus yang melanggar peraturan untuk arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. Sementara itu, dua unit sniper (penembak jitu) disiapkan Polres Karanganyar untuk pengamanan arus mudik lebaran. Sniper yang berjumlah empat orang untuk satu unit itu ditempatkan di jalur utama mudik serta jalur tertentu yang dinilai rawan. Kapolres Karanganyar AKBP Edi Suroso menerangkan, para sniper yang diterjunkan akan bergerak mobile dan tidak sekadar berdiam di satu tempat. Penempatan sniper dilatarbelakangi kondisi atau situasi daerah tetangga. ”Kalau untuk Karanganyar sudah aman. Ini harus dipertahankan,” ujar Edi Suroso kemarin. Sejumlah titik yang patut mendapat pengawasan lebih adalah jalur Colomadu–Tugu Batas Kota (Adipura), dan ruas Jurug–perbatasan Sragen. Polisi akan membuat pos pengamanan di daerah perbatasan, seperti di Cemoro Sewu yang merupakan perbatasan Karanganyar dengan Magetan (Jatim) dan ada pula di titik Jatipuro. Selama bulan Ramadan dan mendekati Lebaran, pengiriman paket barang di Kantor Pos Sukoharjo mengalami lonjakan.Pengiriman paket barang naik dari biasanya, dari 20–30 paket menjadi 50-60 paket per hari. ”Adanya lonjakan pengiriman paket barang membuat petugas yang biasanya hanya mengirim satu kali kini menjadi dua kali mengirim barang,”ungkap Kepala Kantor Pos Sukoharjo S Tjatur P kemarin. (mn.latief/ary wahyu wibowo/ sumarno) |