|
||||||||||||||||||
| Tak Dibelikan Baju Lebaran,Siswa SD Gandir |
|
|
| Thursday, 02 September 2010 | |
|
CIAMIS (SINDO) – Ini peringatan bagi para orang tua agar memperhatikan
anak-anaknya.Gara-gara merasa tidak dibelikan baju Lebaran,Wahyudin,12,
siswa kelas III SD Cidolog 3,Kabupaten Ciamis,nekat gantung di rumahnya
di Dusun Sukamanah, Kabupaten Garut,sekitar pukul 11.00 WIB kemarin.
Anak pasangan Mumuy, 40, dan Nurhayati,30,ini pertama kali ditemukan sudah tidak bernyawa oleh Abidin,60,kakek korban yang tinggal serumah.Menurut Abidin, dia mengetahui korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi menggantungkan diri di langit-langit rumah menggunakan ayunan bayi adiknya. “Saya kira sedang bercanda. Setelah didekati, ternyata dia sudah meninggal dengan cara mengantung diri,”kata Abidin. Sebelum peristiwa terjadi, kedua orang tua korban sempat pamit untuk membeli baju Lebaran ke Pasar di Kota Banjar, tepatnya pukul 09.00 WIB. Karena menggunakan kendaraan motor serta membawa seorang anak kecil, korban tidak diajak. Diduga kecewa dan kesal dengan perlakukan orang tuanya, korban nekat gantung bunuh.Kabar meninggalnya korban dengan cara tragis seketika menyebar dari mulut ke mulut di sekitar warga. Kediaman korban pun dalam waktu singkat dipenuhi warga yang penasaran ingin melihat kondisi korban. Sejumlah warga sempat mengetahui korban ditinggalkan di rumah oleh orang tuanya dengan tujuan untuk membeli baju ke pasar di Kota Banjar.“Kabar yang beredar memang begitu, gara-gara tidak diajak ke Pasar untuk beli baju lebaran. Kondisi anak sepertinya masih labil sehingga saat kecewa dia bisa berbuat nekat,” kata Koswara warga setempat. Komandan Rayon Militer (Danramil) Cimaragas yang meliputi wilayah Cidolog Kapten Inf Yosef langsung mengunjungi lokasi. Setelah dipastikan, ternyata benar korban meninggal akibat bunuh diri dengan menggunakan ayunan bayi.“Saya kaget mendengar peristiwa itu, karena kabar warga korban gantung diri gara-gara tidak dibelikan baju Lebaran. Kalau saya tahu masalahnya karena baju Lebaran, saya bisa belikan anak itu dua.Kejadian ini peringatan bagi para orang tua, jangan menganggap kecil permasalahan anakanak,” kataYosef. Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Ciamis Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Agus Santoso melalui Kabag Binamitra Polres Ciamis Komisaris Polisi (Kompol) Yudi Safrudin membenarkan telah terjadi peristiwa tersebut. Beberapa saat setelah mendapat laporan warga dan pihak keluarga, anggota polisi langsung menuju lokasi kejadian.“Polisi masih menyelidiki motif di balik peristiwa itu, saat ini sedan dilakukan pendalaman kasus,”kata Agus. Agus mengatakan,tidak menutup kemungkinan kabar dari warga sekitar bahwa korban nekat bunuh diri karena kecewa dengan perlakuan kedua orang tuanya benar. “Karena diduga sementara korban mengakhiri hidupnya, setelah kepergian kedua orang tuanya ke pasar di Kota Banjar. Ada kemungkinan korban kecewa tidak dibelikan baju Lebaran sehingga nekat bunuh diri,”tukasnya. Agus mengimbau kepada para orang tua agar memperhatikan perasaan dan keinginan anak. Dengan demikian, kejadian seperti ini bisa diatasi. (ujang marmuksinudin) |