|
||||||||||||||||||
| Penerbangan ke Silangit Dihentikan |
|
|
| Thursday, 02 September 2010 | |
|
TARUTUNG(SINDO) – Penerbangan menuju Bandara Silangit,Kabupaten
Tapanuli Utara (Taput), terpaksa dihentikan sementara karena terganggu
dengan debu vulkanik Gunung Sinambung di Kabupaten Karo yang meletus
pada Minggu (29/8). “Debu vulkanik itu menutupi langit sehingga dikhawatirkan mengganggu penerbangan untuk jenis pesawat kecil seperti Susi Air yang merupakan pesawat reguler di kawasan pantai barat,”tutur Kepala Bandara Silangit Martinus Hutasoit kepada SINDO kemarin. Martinus menambahkan,pesawat kecil seperti yang digunakan maskapai penerbangan Susi Air tidak dapat terbang tinggi di udara selayaknya pesawat berbadan lebar lainnya.Sementara itu,hasil koordinasi bandara dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan bahwa debu vulkanik yang dihasilkan letusan gunung berapi sangat rendah sehingga dapat mengganggu seluruh penerbangan udara menuju Silangit, terutama untuk jenis pesawat kecil. “Jadi,penghentian penerbangan itu dilakukan atas perintah langsung Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara. Kami langsung meresponsnya sebagai bentuk pengantisipasian terhadap halhal yang tidak diinginkan.Kami tidak mau ini penerbangan terkena dampak buruknya,”ujarnya. Martinus menambahkan,hingga saat ini memang belum ada pernyataan dari PVMBG sampai kapan debu vulkanik dari Gunung Sinabung akan menutupi udara.Namun, kemungkinan penghentian penerbangan dari Bandara Silangit akan dilakukan selambat-lambatnya sebulan.“ Jadi,kami tidak tahu kapan Bandara Silangit akan mulai digunakan lagi. Namun, kami akan tetap melihat kondisi terkini,”tuturnya. Di sisi lain,saat ini Bandara Silangit masih selalu disiapkan untuk pendaratan alternatif sejumlah pesawat berbadan lebar jika nanti pendaratan menuju Bandara Polonia terganggu.“Jadi,kami tetap siagakan seluruh personel kami,termasuk seluruh apron kami untuk didarati pesawat berbadan lebar, termasuk air bus,”ungkapnya. Sementara itu,Ketua Komisi B DPRD Taput Dorgis Hutagalung berharap agar kondisi Gunung Sinabung bisa segera normal sehingga tidak lagi mengeluarkan debu vulkanik yang bisa mengganggu penerbangan. Lagipula,penerbangan melalui Bandara Silangit yang masih disubsidi beberapa pemerintah daerah di kawasan Tapanuli sangat dibutuhkan menjelang arus mudik Lebaran. “Kami bisa menerima alasan penghentian penerbangan untuk sementara karena debu vuklanik yang mengganggu penerbangan Susi Air itu.Namun,kami berharap kondisi ini tidak lama.Sebab,sepekan terakhir,seluruh penerbangan tujuan Tapanuli sudah dihentikan,” tandasnya. Dorgis menambahkan, sejauh ini dampak penghentian penerbangan melalui Bandara Silangit itu belum diterima Komisi B DPRD Taput Bidang Perekonomian. Namun, Dorgis memastikan kerugian itu pasti ada,terutama bagi para sejumlah pebisnis dan masyarakat umum lainnya yang selama ini selalu menggunakan jasa penerbangan. “Kerugian yang paling kecil itu yakni di subsidi kami. Kami akan mempertanyakan sampai kapan penerbangan dihentikan kepada pihak maskapai penerbangan karena dampaknya pasti merugikan dari sisi perekonomian,”tandasnya. Sementara itu,Kepala Bandara FL Tobing Pinangsori Paul B Sianturi sebelumnya memastikan arus penerbangan pesawat penumpang dari bandara ini ke Kota Medan dan sebaliknya aman dan tidak terganggu pascaletusan Gunung Sinabung, Minggu (29/8).Jadwal penerbangan dari bandara yang berada di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) ini masih normal. Paul mengakui selama ini pesawat yang berangkat dari Bandara Pinangsori–Polonia Medan dan sebaliknya selalu melintasi wilayah udara Kabupaten Karo. Namun, kondisi Gunung Sinabung yang masih berstatus awas mengakibatkan jalur penerbangan pesawat terpaksa digeser sekian derajat sehingga melalui wilayah udara Danau Toba, Parapat,atau pantai timur. “Masyarakat tidak perlu takut jika ingin menggunakan pesawat saat ini,khususnya dari Bandara FL Tobing menuju Bandara Polonia Medan dan sebaliknya. Semuanya masih bisa diatasi dan dikendalikan meskipun jalur penerbangan bergeser sekian derajat,”pungkasnya. (baringin lumban gaol/ jonny simatupang) |