|
||||||||||||||||||
| Nikmatnya Puasa Ramadan |
|
|
| Thursday, 02 September 2010 | |
|
Dr Yusuf Qardhawai dalam kitabnya Al Ibadah Fil Islam mengungkapkan ada
lima rahasia puasa yang bisa kita buka untuk selanjutnya kita rasakan
kenikmatannya dalam ibadah Ramadan.
Dalam hidup, tidak sedikit kita dapati manusia yang didominasi hawa nafsunya. Lalu, manusia itu menuruti apa pun yang menjadi keinginannya meskipun keinginannya itu sesuatu yang batil, mengganggu, dan merugikan orang lain. Karena itu, dalam Islam ada perintah memerangi hawa nafsu dalam arti berusaha untuk bisa mengendalikannya, bukan membunuh nafsu yang membuat kita tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu yang bersifat duniawi. Manakala manusia mengalami kekalahan dalam peperangan ini, malapetaka besar akan terjadi. Sebab, manusia yang kalah dalam perang melawan hawa nafsu itu akan mengalihkan penuhanan dari kepada Allah sebagai Tuhan yang benar kepada hawa nafsu yang cenderung mengarahkan manusia pada kesesatan. Allah memerintahkan kita memperhatikan masalah ini dalam firman-Nya. ”Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhan-nya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu- Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (Al Jatsiyah: 23). Denganibadahpuasa, manusia akan berhasil mengendalikan hawa nafsunya yang membuat jiwanya menjadi kuat. Bahkan, manusia akan memperoleh derajat yang tinggi, seperti layaknya malaikat yang suci. Ini akan membuatnya mampu mengetuk dan membuka pintu-pintu langit sehingga segala doanya dikabulkan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: ”Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak doa mereka, orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” (HR Tirmidzi) Ibadah puasa juga mendidik seseorang untuk memiliki kemauan yang sungguh-sungguh dalam kebaikan, meskipun untuk melaksanakan kebaikan itu terhalang berbagai kendala. Puasa yang baik akan membuat seseorang terus mempertahankan keinginannya yang baik meskipun peluang untuk menyimpang begitu besar. Karena itu, Rasulullah menyatakan: ”Puasa itu setengah dari kesabaran.” Dalam kaitan ini, puasa akan membuat kekuatan rohani seorang muslim semakin prima. Kekuatan rohani yang prima akan membuat seorang tidak lupa diri meskipun telah mencapai keberhasilan atau kenikmatan duniawi yang besar. Kekuatan rohani juga akan membuat seorang muslim tidak akan berputus asa meskipun penderitaan yang dialami sangat berat. Di samping kekuatan rohani, puasa yang baik dan benar juga akan memberi pengaruh positif berupa kesehatan jasmani. Hal ini tidak saja dinyatakan Rasulullah, tapi sudah dibuktikan para dokter dan ahli kesehatan dunia. Mereka menyimpulkan bahwa saatsaat tertentu, perut memang harus diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk sebagaimana juga mesin yang harus diistirahatkan. Apalagi dalam Islam, isi perut kita memang harus dibagi menjadi tiga, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air, dan sepertiga untuk udara. (***) Oleh: Prof Dr H Abdullah Syah MA Ketua MUI Sumut |