|
||||||||||||||||||
| Nasib Pegawai Instalasi Gizi Mengambang |
|
|
| Thursday, 02 September 2010 | |
|
MEDAN (SINDO) – Manajemen Rumah Sakit Umum (RSU) dr Pirngadi Medan
menggelar rapat dadakan dengan pegawai Instalasi Gizi di Ruang Rapat 1
kemarin pagi.
Namun, nasib 50 pegawai yang dinonaktifkan setelah penggunaan pihak ketiga itu masih mengambang. Dalam rapat tersebut, pegawai menumpahkan perasaannya. Kepada pemimpin di RSU Pirngadi, Kepala Instalasi Gizi Melisa mengungkapkan bahwa dia bersama para pegawai lainnya sama sekali menolak penggunaan pihak ketiga, yaitu PT Aero Wisata. Namun, pemberitahuan kepada mereka tentang datangnya pegawai- pegawai baru dari PT Aero Wisata sangat tiba-tiba. Kondisi inilah yang memicu para pegawai di Instalasi Gizi memilih duduk-duduk di depan ruangan,Rabu (1/9). ”Saya sudah meredam, tetapi bagaimana sistem yang harus diberlakukan di instalasi setelah datangnya pihak ketiga, sama sekali tidak ditegaskan kepada kami,” ujarnya. Dia berharap pemimpin rumah sakit lebih peduli merangkul para bawahannya. ”Kami bukan tidak menyokong.Saya mengerti aturan. Bawahan tidak akan duduk-duduk saja jika sebelum hari H manajemen sudah memikirkan di mana kami akan diletakkan, jangan pas hari H. Jadinya ya seperti kemarin,” tuturnya. Direktur Umum (Dirut) RSU dr Pirngadi Dewi Syahnan menanggapi bahwa pertemuan kemarin merupakan yang pertama saat dia bertemu pegawai Instalasi Gizi.Dia menyatakan, pihak ketiga digunakan untuk peningkatan pelayanan. ”Saya melihat model makanan yang selama ini tersaji, beberapa kali kami ditegur pasien yang kami kenal. Ada pasien yang juga saudara para pejabat yang tidak mau memakannya, kadang ada yang menelepon saya untuk melihat makanan itu,”ungkapnya. Dia menekankan, perubahan itu bukan untuk mem-PHK para pegawai di Instalasi Gizi.Dia hanya mencontohkan rumah sakit lain, seperti RS Elisabeth dan RS Gleni, yang makanannya tidak perlu mahal, tetapi menarik selera untuk dimakan. ”Bukan untuk di-PHK,” ungkapnya. Dewi menambahkan,pihak ketiga juga akan digunakan pada bagian lain, seperti kebersihan. ”Supaya rumah sakit ini menjadi the best dan primadona di Medan.Pak Wali menekankan program ini dalam 100 hari kerja. Kalau tidak, direktur turun,”tandasnya. Soal solusi ke mana para pegawai Instalasi Gizi ditempatkan,menurut Dewi,akan dibahas dalam rapat Sabtu (4/9). Mereka juga akan meminta bantuan PT Aero Wisata. ”Jangan terlampau emosi dengan perubahan ini,”ujarnya. Wakil Direktur Bidang SDM RSU Pirngadi Medan Ali Syahbana menekankan pentingnya loyalitas sumber daya manusia (SDM). ”Dalam rangka pembaruan ini yang biasa. Ada perubahan yang harus direspons. Kami berharap yang lain bisa memaklumi, selama dia bagian dari rumah sakit ini. Perubahan akan terus ada, tidak ada satus quo, kami sangat care kok,”pungkasnya. (nina rialita) |