VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Kawasan Titi Gantung Jadi Pusat Dagang Aksesori PDF Print
Thursday, 02 September 2010
MEDAN (SINDO) – Titi Gantung akan diresmikan menjadi pusat kawasan penjualan aksesori pada Senin (5/9).Namun, pedagang mulai berjualan seusai Lebaran. Pedagang yang berjualan di kawasan itu pun belum ditentukan.

Begitu juga dengan sistem penggunaan tempatnya, apakah permanen atau buka-tutup dengan menggunakan jam berjualan. Berdasar pantauan SINDO di lokasi itu,Jalan Titi Gantung sudah diaspal, papan yang lama sudah diganti baru. Gapura dan aksesori jembatan juga sudah terpasang. Pengecatan masih berlangsung.Kawasan ini terlihat sedikit berbeda daripada sebelumnya. ”Di buka saja dulu. Pedagang berjualan seusai lebaran. Kami akan bahas dulu masalah pengaturan ini,” ungkap Wali Kota Medan Rahudman Harahap saat meninjau kawasan itu kemarin. Rahudman menambahkan,Titi Gantung saat ini masih dalam tahap pembenahan, yakni pembuatan gapura, pengaspalan, pengecatan, penambahan aksesori,dan lainlain.

Pengerjaan ini kemungkinan selesai dalam satu atau dua hari. ”Sebentar lagi selesai. Nantinya akan dipasang lampu hias agar suasana semakin menarik,”ujarnya. Penataan ini untuk menghidupkan suasana Titi Gantung yang selama ini tidak terkelola dengan baik.Dia menambahkan,bila dikelola dengan baik, akan mengundang wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung sambil melihat aksesori khas Medan. Di sisi lain, keberadaannya juga bisa bermanfaat bagi pelaku UMKM dan mengurangi pengangguran. ”Titi Gantung ini salah ikon Kota Medan, objek wisata. Sangat disayangkan bila ditelantarkan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pengelolaan kawasan ini belum bisa dipastikan, apakah diserahkan kepada pihak ketiga atau langsung dikelola SKPD Pemko Medan.”Belum tahu nanti kami bahas sekalian.Namun, pedagang yang berjualan benarbenar menjual aksesori khas Medan dan layak jual,”tuturnya. Kawasan ini juga diyakini mendatangkan PAD bagi Kota Medan, baik segi parkir maupun lainnya.

Sebelumnya, Sekda Kota Medan Muhammad Fitriyus menyatakan, pembiayaan kegiatan ini dibantu pihak ketiga.Namun,tidak ada kesepakatan yang dibuat. ”Pemko Medan tetap mengelolanya,” ungkapnya. (reza shahab)

 
covermedan