VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Hari ini Musyafak Diperiksa PDF Print
Thursday, 02 September 2010
SURABAYA(SINDO) – Pengusutan dugaan gratifikasi untuk Pimpinan DPRD Kota Surabaya melaju begitu cepat.Hari ini,Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim berencana meminta keterangan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Musyafak Rouf.


Pemanggilan terhadap legislator yang pernah menjadi tersangka kasus sejenis ini merupakan rangkaian dari upaya mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket). Rabu (1/9) lalu jaksa juga telah mengorek keterangan dari Erick Reginald Tahalele, anggota Fraksi Partai Golkar. Saat ini tim intelijen yang tergabung dalam tim khusus bentukan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim M Farela masih dalam tahap memburu informasi terkait kebenaran adanya kucuran dana sebesar Rp500 juta itu.Seluruh politisi Yos Sudarso yang mengaku tahu perihal setoran yang disebutsebut sebagai pelicin untuk meloloskan RAPBD 2010 menjadi APBD pun masuk daftar periksa. Salah satunya, ya Musyafak itu.

”Yang saya tahu,besok (hari ini) Pak Musyafak dipanggil kejaksaan. Dia akan dimintai keterangan soal gratifikasi,” tutur salah seorang sumber di Kejati Jatim yang enggan disebutkan namanya kemarin. Musyafak dipanggil karena jaksa ingin memastikan terkait pernyataannya di beberapa media yang memberitakan kasus ini.Pasalnya, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mengaku dua kali bertemu Saleh Ismail Mukadar yang membocorkan informasi. Musyafak pernah mengaku bertemu Saleh Mukadar di Hotel Bumi Surabaya.

Dia juga mendatangi rumah Saleh di Perumahan Laguna Indah.Kedua pertemuan tersebut berlangsung pertengahan tahun ini ”Katanya,Musyafak mengetahui ada pengakuan dugaan gratifikasi, kejaksaan akan melakukan cek silang itu,” tuturnya. Terpisah, Musyafak Rouf mengaku sampai kemarin siang belum menerima undangan dari kejaksaan terkait rencana pemeriksaan tersebut. ”Kalau memang ada panggilan, saya akan hadir ke kejaksaan,”janjinya.

Lima Anggota Dewan Juga Diperiksa

Sementara itu,menurut informasi yang dihimpun SINDO rangkaian pemeriksaan terhadap anggota DRPD Kota Surabaya ini masih bakalan panjang.Setelah Erick Reginal Tahalele dan Musyafak Rouf, akan ada tiga legislator lagi yang diminta bersaksi.Total ada lima wakil rakyat yang diminta ”bernyanyi” terkait dugaan gratifikasi. Namun,salah satu sumber di Kejati yang tahu persis rencana pemanggilan mengaku,tidak tahu nama wakil rakyat yang akan dipanggil itu.”Yang saya tahu ya baru Pak Erick. Selanjutnya siapa yang dipanggil saya tidak tahu,”tegasnya.

Selama kasus ini dalam tahap penyelidikan Kejati Jatim memang memilih tidak membeberkannya untuk publik. ”Itu semua demi kelancaran proses penyelidikan,” tuturnya. Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Jatim Muljono justru mengaku tidak tahu perkembangan proses penyelidikan kasus itu. ”Saya tidak ada di kantor. Saya tidak tahu perkembangannya,” tuturnya ketika dihubungi lewat ponselnya kemarin. Kasus dugaan suap untuk wakil rakyat ini juga terus menarik perhatian Ikatan Senat Mahasiswa hukum Indonesia (ISMAHI) Universitas Bhayangkara (Ubara) Surabaya.

Kemarin,belasan mahasiswa yang tergabung dalam ISMAHI mendatangi Gedung Kejati Jatim untuk mendesak jaksa segera mengungkap pelaku suap itu. Mahasiswa yang datang menggunakan motor langsung memampang poster bertulisan berbagai hujatan terhadap anggota DPRD Surabaya yang menerima uang ilegal tersebut. Anggota Dewan dianggap telah merampas dan merampok uang rakyat. ”Kami meminta Kejati untuk mengusut tuntas dan menangkap para mafia gratifikasi,” tuntut koordinator lapangan aksi ISMAHI Marcel Hasan dalam orasinya. Mereka sebenarnya juga minta bertemu langsung dengan Kepala Kejati M Farela.

Namun, permintaan itu tidak terpenuhi. Wakil para peserta aksi itu hanya ditemui Asisten Intelijen Kejati Jatim Indro Purnomo. Namun, pertemuan wakil demonstran dengan Indro itu tertutup. Marcel yang ditemui usai pertemuan dengan Asintel juga tidak mau banyak komenter.Mengenai hasil pertemuan itu, dia memilih bungkam. ”Sudah ada anggota dewan yang diperiksa. Setahu saya, yaitu Erick,”tuturnya singkat. Asisten Intelijen Indro Purnomo juga tidak bisa dikonfirmasi. (arief ardliyanto/ lutfi yuhandi)

 
coverjatim