|
||||||||||||||||||
| Jawa Timur Siaga Satu |
|
|
| Thursday, 02 September 2010 | |
|
SURABAYA (SINDO) – Polda Jawa Timur memberlakukan status siaga satu
selama dua pekan. Pemberlakuan ini berlangsung sejak Jumat (3/9) hari
ini hingga Jumat (17/9) mendatang, di seluruh wilayah Jawa Timur.
Untuk mendukung pemberlakuan status siaga satu ini Polda Jawa Timur mengerahkan dua pertiga kekuatannya demi menjaga keamanan dan ketertiban selama Lebaran. ”Artinya,kami menyiagakan dua pertiga kekuatan untuk tetap siaga. Sementara sisanya sewaktu- waktu bisa kami kerahkan jika dibutuhkan,” ungkap Kapolda Jatim Irjen Pol Badrodin Haiti, seusai memimpin apel Operasi Ketupat Semeru 2010 di Lapangan Mapolda Jatim, pagi kemarin. Jumlah total personel yang ditugaskan dalam Operasi Ketupat Semeru berjumlah 11.111 orang. Jumlah itu terdiri atas 6.611 personel Polda Jatim dan 4.500 personel jajaran Polres/Polrestabes di Jawa Timur. Tugas sebagian besar personel memang difokuskan untuk memperlancar arus mudik dan balik. Mereka ditempatkan pada titik-titik strategis seperti akses jalan raya, jalur kereta api (KA), dan Jembatan Tol Suramadu. Sebab, di beberapa titik ini diprediksikan menjadi lokasi paling rawan saat terjadi lonjakan arus kendaraan.” Beberapa titik rawan macet seperti akses Suramadu, Porong, Duduksampeyan, dan titik lain akan lebih banyak kami tempatkan personel,”papar pejabat asal Jember ini. Sementara itu, khusus untuk pengamanan transportasi kereta api (KA), mereka akan menempatkan 280 personel Brimob yang berpatroli di sepanjang jalur. ”Wilayah patroli akan dibagi, termasuk yang bertanggung jawab. Kami juga sudah siapkan motor yang bias digunakan patroli di sepanjang rel,”urai Badrodin. Pengamanan terhadap jalur kereta api menjadi perhatian karena akhir-akhir ini masih banyak terjadi kasus pencurian baut kereta api di beberapa wilayah.”Kemarin, kami baru menyita barang buktinya berupa 80 baut. Ini sangat membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya penumpang kereta api,”tuturnya. Disinggung terkait keberadaan penembak jitu atau sniperyang kabarnya juga siap disebar di titik- titik rawan, Mantan Kapolres Surabaya Timur ini mengatakan pengerahan sniper sangat bergantung pada situasi keamanan. ”Sniper baru diturunkan dalam kondisi tertentu seperti penculikan dan teroris. Kalau kejahatan intensitasnya tinggi,mereka juga sudah siap,”ungkapnya. Polda Jatim juga sudah memiliki stok penembak jitu cukup banyak, yakni dua peleton yang siap siaga sewaktu-waktu jika dibutuhkan. ”Kalau yang dimaksudkan pasukan bersenjata panjang, kami punya cukup banyak. Namun, jika benar-benar sniper, ya tujuannya khusus melumpuhkan dalam sekali tembak,” tutur Badrodin. Seusai apel,Badrodin naik helikopter untuk meninjau situasi beberapa jalur utama pantai utara (pantura) Tuban–Lamongan yang sudah mulai menunjukkan intensitas meningkat. Sementara itu,dalam apel tadi pagi,juga dihadiri beberapa komponen kepolisian,TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Pramuka. ”Intinya, kami bersama Polri membuat masyarakat aman dan nyaman selama Lebaran nanti. Kami siap memberikan dukungan penuh,”ungkap Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suwarno. (rachmad tomy) |