VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Bocah 5 Tahun Terpanggang saat Tidur PDF Print
Thursday, 02 September 2010
SURABAYA (SINDO) – Selain kriminalitas, masyarakat tampaknya juga harus benar-benar mewaspadai ancaman kebakaran. Peristiwa di kawasan Jalan Kalisari Damen, kemarin, bisa menjadi pelajaran.


Novi, bocah perempuan berusia lima tahun ikut terpanggang di dalam rumah yang terbakar saat terlelap tidur.Novi menderita luka bakar paling parah dibanding dua korban lain, yaitu Nurul Huda, 28, dan Muarofah, 21. Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, sekitar pukul 09.00 WIB ketenangan warga Kalisari Damen yang menjalan ibadah puasa terusik.Tiba-tiba Muarofah yang rumahnya berada di belakang dekat rawa-rawa berteriak minta tolong. ”Muarofah yang berteriak ada kebakaran,” tutur Nurul yang rumahnya di depan lokasi kejadian kemarin. Nurul memaparkan, warga langsung berlarian menuju lokasi kebakaran.

Namun, api sudah sangat besar.Warga dengan sekuat tenaga memadamkan api menggunakan air yang bercampur dengan lumpur. Sementara warga lain ada yang menghubungi petugas pemadam kebakaran.Saat api membesar itulah tampak Nurul Huda menggendong adiknya, Novi, keluar dari kebakaran. Ketiga korban selanjutnya dengan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Nurul Huda dan Novi dibawa ke Rumah Sakit (RS) Haji Sukolilo, sedangkan Muarofah dibawa ke Klinik Bhasakara. Sementara itu, seorang penghuni lagi, Husein, 70, pada saat kejadian sedang mencari rumput. Kakek ketiga korban itu tidak kuasa berbuat apa-apa menyaksikan rumahnya ludes dilalap si jago merah.Ia hanya bisa menangis.

Setelah satu jam berjuang,api akhirnya bisa dipadamkan. Satu unit mobil pemadam kebakaran datang setelah api padam.Kebakaran dari pukul 09.00–10.00 WIB sudah cukup untuk membuat rumah yang terbuat dari bahan kayu,tripleks,dan bambu itu rata dengan tanah. Dokter jaga RS Haji Sukolilo Surabaya dr Sofyan menuturkan, kondisi Novi memang lebih parah dibanding Nurul Huda. Dia membutuhkan keseimbangan cairan.

”Luka bakar yang dialami Novi mencapai sekitar 40%,sedangkan Nurul Huda mencapai sekitar 20%,” ungkap dr Sofyan saat ditemui wartawan di IGD RS Haji. Di sisi lain, pihak Polsekta Mulyorejo masih belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut.”Kami belum tahu penyebabnya. Karena itu,kami akan melakukan penyelidikan dulu. Namun, kebakarannya tidak besar kok, korbannya juga tidak parah,” papar Kapolsekta Mulyorejo AKP Herlina saat dikonfirmasi melalui telepon. (zaki zubaidi)

 
coverjatim