|
Kapolres Evaluasi Kinerja Kapolsek |
|
|
|
Thursday, 02 September 2010 |
BULUKUMBA (SINDO) – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bulukumba AKBP
Arif Rahman segera mengevaluasi kinerja Kepala Kepolisian Sektor
(Kapolsek) Tanete, Kecamatan Bulukumpa,AKP Muh Amir.
Evaluasi ini terkait maraknya aksi pencurian ternak di wilayah tugasnya. Evaluasi kinerja bawahannya itu disampaikan setelah menerima aksi puluhan warga Desa Sallassae,Kecamatan Bulukumpa, sekitar pukul 11.00 Wita kemarin. Para warga ini mendesak Kapolres mengevaluasi Kapolsek karena dinilai tak mampu menangani kasus pencurian ternak yang meresahkan warga sejak beberapa tahun ini. “Kami segera mengevaluasi kinerja Kapolsek Tanete. Hal ini dilakukan menyikapi laporan warga yang meminta kinerja Kapolsek harus dievaluasi karena maraknya aksi pencurian yang tidak tertangani dengan baik,” tutur Arif kemarin.
Menyangkut maraknya aksi pencurian ternak di daerah Bulukumpa, mantan Kapolres Soppeng ini mengatakan, penanganan kasus pencurian ternak di Tanete akan diambil alih Polres. Petugas Polres akan mem-back up Polsek dan masyarakat untuk menggelar operasi malam hari. “Malam ini (kemarin), kami menurunkan pengamanan untuk mengantisipasi aksi pencurian di Desa Jojjolo dan Salassae,” katanya. Sementara itu,warga kesal atas ulah petugas Polsek Tanete yang terkesan mengabaikan aksi pencurian.
Puncak kejengkelan itu, warga mendatangi Mapolres Bulukumba yang didampingi anggota Komisi A DPRD B u l u k u m b a Tamzir. “Kami minta Kapolsek Tanete dicopot karena tak mampu menangani aksi pencurian di desa kami,”kata koordinator aksi Herman, saat berunjuk rasa di depan Mapolres kemarin. Seusai mendatangi Mapolres, massa langsung bergerak ke Polsek Tanete. Saat tiba, puluhan warga yang tak didampingi lagi anggota Dewan ini langsung emosi terhadap Kapolsek yang terkesan mengabaikan laporan warga mengenai maraknya aksi pencurian tersebut.Warga bahkan merusak mobil yang dipakai kawanan pencuri yang diamankan di Polsek Tanete.
“Dalam dua hari, 200 ternak berupa ayam milik warga raib dibawa pencuri, belum lagi ternak sapi warga juga sudah puluhan yang dicuri,” kata Purwandi, salah seorang warga yang berunjuk rasa. Akibatnya, puluhan warga di Desa Sallassae dan Jojjolo melakukan ronda hingga larut malam. (baharuddin)
|