VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
PKS Ancam Boikot Zainuddin PDF Print
Thursday, 02 September 2010
MAKASSAR(SINDO) – PKS Sulsel menunjukkan reaksi keras menyusul keinginan Bupati Bulukumba terpilih,Zainuddin Hasan,maju di Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Bulukumba.


Sekretaris DPW PKS Sulsel Ariady Arsal mengatakan, Zainuddin seharusnya tidak melanggar perjanjian yang dibuat dengan PKS sebelum dia diusung di Pilkada Bulukumba 2010. “Zainuddin terikat kontrak politik untuk tidak menjadi pengurus partai selama dia menjadi bupati. Kalau dia maju di musda Golkar,artinya dia melanggar kontrak itu,” ungkap dia di DPRD Sulsel kemarin. Dia bahkan mengancam akan memboikot Zainuddin apabila tetap nekat masuk Golkar.PKS akan mencabut dukungannya dan tidak lagi mem-back updi DPRD.“Bukan hanya PKS, partai pendukung lain pun pasti akan ikut menghabisi dia,”tandas dia.

Kendati demikian, Ariady belum yakin Bupati Pohuwato,Gorontalo itu, benar-benar akan masuk Partai Golkar. Dia mencontohkan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah yang juga sempat dipinang Golkar, tapi menolak. Nurdin Abdullah adalah salah satu bupati yang berasal dari PKS.“Golkar memang punya niat meng-Golkar-kan semua bupati. Kami juga sudah mengantisipasi itu dengan membuat kontrak politik dengan kandidat kami,”paparnya. Anggota DPRD Sulsel ini menambahkan, Zainuddin justru akan rugi ketika masuk Golkar.

Di Bulukumba, Golkar bukan partai yang dominan seperti di daerah lain. Itu terbukti dengan kursi di DPRD yang hanya empat. Pengamat politik dari Unhas AswarHasanmengatakan, sah-sahsaja ketika Golkar melamar Zainuddin menjadi ketua. Langkah Golkar itu dinilaisebagaimanuvermengamankan kekuasaan dengan merangkul sebanyak mungkin bupati dan wali kota. “Karakter politik Golkar itu selalu menggunakan kekuasaan untuk mengamankan kekuasaan mereka. Itu dilakukan sejak dulu,” tutur dosen Fisip Unhas ini. Dia menjelaskan, tidak sewajarnya PKS menahan Zainuddin karena tidak ada jaminan bahwa PKS tidak akan meninggalkan Zainuddin. Itu dinilai lumrah, sebab dalam politik tidak ada ikatan yang permanen.

Terkait kontrak politik yang mengikat Zainuddin,Aswar menilai itu tidak memiliki konsekuensi hukum, melainkan hanya konsekuensi moral.“Zainuddin memang akan melanggar fatsun politik karena melanggar kontrak. Itu akibatnya hanya sanksi moral.Tidak ada dampak hukum,”ungkapnya. Zainuddin yang baru saja memenangkan putaran kedua pilkada, disebut-sebut akan maju mencalonkan diri di Musda Golkar Bulukumba mendatang. Kabar ini perkuat fakta pertemuan Zainuddin dengan Ketua DPD I Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo di rumah jabatan Gubernur baru-baru ini.

Zainuddin bertemu Syahrul didampingi dua wakil ketua Golkar Sulsel,yakni Moh Roem dan A Yagkin Padjalangi. Zainuddin mengaku tidak membicarakan politik dengan Syahrul, melainkan hanya bersilaturahmi. “Masih terlalu dini membicarakan itu (musda Golkar),” ucap Zainuddin kepada SINDO,Rabu (1/9). (bakti m munir)

 
covermakasar