BANDUNG (SINDO) – Dalam hal kebersihan dan jumlah pengadaan, mayoritas
toilet sekolah di Kota Bandung kondisinya memprihatinkan.
Kendala inilah yang menghambat sekolah menjadi sekolah berkategori sehat. Ketua Tim Lomba Sekolah Sehat Kota Bandung Asih Nur Aisyah Askary mengatakan,mayoritas sekolah yang tidak memiliki toilet yang memadai merupakan sekolah negeri. ”Selain masih banyak yang tidak bersih juga pengadaannya masih belum memadai,” ujar Asih kepada wartawan di SMPN 14,Jalan Supratman,Kota Bandung, kemarin. Dia menerangkan, pengadaan toilet di sekolah sehat wajib memenuhi rasio perbandingan 1:25 bagi siswa perempuan dan 1:40 untuk siswa laki-laki, atau setiap satu toilet diperuntukkan untuk 25 siswa perempuan dan satu toilet lagi untuk 40 siswa laki-laki.
Rasio tersebut bagi kebanyakan sekolah sulit untuk direalisasikan. ”Sebab memang anggarannya juga terbatas untuk pembangunan fisik toilet,” ungkapnya. Hal ini,kata Asih,membuat sekolah- sekolah di Kota Bandung kesulitan bersaing pada tingkat nasional untuk hal sekolah sehat. Selain toilet sekolah, di Kota Bandung juga dianggap masih belum memenuhi standar sehat untuk pengadaan makanan bagi anak didik. ”Penjualan makanan tidak sehat masih sangat marak di sekolah-sekolah,terutama sekolah dasar (SD). Masih banyak makanan dengan zat pewarna yang parah, dan mengandung MSG,”ujar Asih.
Kondisi ini ditambah lagi dengan belum optimalnya implementasi kesehatan yang merupakan fungsi dari Tim Pembina Unit Kesehatan Sekolah (TP UKS) di kecamatan.TP UKS di Kota Bandung belum menjalankan fungsinya sesuai dengan yang ditetapkan. ”Bukan hanya sekolah yang bertanggung jawab di sini, seharusnya TP UKS juga memiliki peran, tapi perannya memang belum optimal,”ungkap Asih. TP UKS dengan menggandeng puskesmas, memiliki fungsi pemantauan kesehatan sekolah, misalnya di toilet dan jenis makanan yang disediakan di kecamatan masing- masing. ”Ke depannya ini harus berjalan, agar tidak ada lagi makanan yang tidak sehat masih dijajakan di sekolah-sekolah,”tukas Asih.
Sementara itu,Kepala SMPN 14 Bandung Dwi M Sutisna mengakui jumlah toilet masih belum ideal dan belum sesuai dengan rasio. Untuk itu, dia menjanjikan pembangunan unit toilet baru, meskipun lahan masih terbatas. (krisiandi sacawisastra)
|