|
||||||||||||||||||
| Serapan PUMP-KB Masih Rendah |
|
|
| Thursday, 02 September 2010 | |
|
BANDUNG(SINDO) – Penyerapan pinjaman uang muka perumahan kerja sama
dengan bank (PUMPKB) Jamsostek Wilayah IV Jabar-Banten baru terealisasi
40% atau sekitar Rp12miliar. Kepala Kantor Jamsostek Wilayah IV Jabar-Banten E Ilyas Lubis mengatakan, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar dan baru terealisasi sekitar 40% dari penyaluran yang dilakukan beberapa bank. ”Serapannya masih rendah, baru sekitar 40% dari alokasi Rp30 miliar. Pelaksanaan penyaluran melibatkan perbankan. Karena itu, persyaratan untuk memperoleh PUMP-KB ditentukan oleh bank,”kata Ilyas di sela acara buka puasa bersama di Hotel Geulis. Menurut dia, Jamsostek menggandeng beberapa perbankan seperti Bank BTN,Bank Syariah Mandiri, serta 2 BPD di Jakarta dan Bali untuk menyalurkan PUMP-KB. Program ini diperuntukkan bagi pekerja yang telah menjadi anggota Jamsostek minimal selama satu tahun. Dia menjelaskan,setiap peserta maksimal hanya boleh mendapatkan PUMP-KB hingga Rp20 juta, dengan suku bunga sebesar 6% per tahun yang memiliki tenor pinjaman selama 5–10 tahun.Tingkat penyerapan tertinggi terjadi di Bandung, Cirebon,sertaTangerang. ”Kami bekerja sama dengan perbankan untuk menyalurkan PUMP-KB melalui perbankan dengan pertimbangan untuk mengurangi non performance loan (NPL). Ketika disalurkan langsung ke peserta Jamsostek, PUMP ternyata NPL-nya tinggi,”jelas dia. Setelah dilibatkannya perbankandalamprosespenyaluranprogram ini, Jamsostek mampu menekan angka NPL, dibandingkan ketika proses penyaluran dilakukan sendiri dengan angka NPL mencapai 50%. Menurut dia, dana PUMP merupakan dana bergulir, sehingga jika pengembaliannya macet,maka dana yang dialokasikan di PUMP tidak dapat lagi digulirkan ke peserta Jamsostek lain.PUMP-KB, kata dia,tidak hanya dipergunakan untuk kepemilikan rumah baru, namun manfaatnya diperluas hingga ke renovasi rumah.”Untuk renovasi rumah pinjaman yang diberikan nilainya maksimal Rp15 juta. Bagi pengakses PUMP-KB yang disetujui, kredit yang diberikan besarannya maksimal 50%,”tukas dia. Sementara itu, Jamsostek mencairkan dana sebesar Rp831 miliar untuk membayarkan Jaminan Hari Tua (JHT) selama kurun waktu Januari– Juli2010,dengan jumlah kasus sebanyak 269.647.Tahun lalu, Jamsostek menyalurkan dana JHT sebesar Rp827,839 bagi 141.233 kasus. Selain PHK, angka kecelakaan kerja pada semester I 2010 pun lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sampai Juli tahun ini, Jamsostek mencairkan klaim santunan program jaminan kecelakaan kerja (JKK) yang lebih besar dibanding periode yang sama tahun lalu. ”Tahun ini nilai santunan program JKK mencapai Rp51 miliar, Sedangkan, tahun lalu sebesar Rp46,337 miliar.Angka santunan pada periode Januari–Juli 2010 ini diperuntukkan bagi 16.561 pekerja. Sementara tahun lalu, pencairan santunan diperuntukkan bagi 15.877 orang pekerja,”terang dia. Secara total, selama semester I 2010, realisasi pencairan bagi para peserta PT Jamsostek di Jabar- Banten lebih besar dibanding tahun sebelumnya dengan nilai mencapai Rp1,036 triliun untuk 1.143.008 kasus. Sedangkan tahun lalu, angkanya hanya mencapai Rp 994,071 miliar untuk 1.139.936 kasus. (irvan christianto) |