|
||||||||||||||||||
| Polisi Tembak Mati Penyandera |
|
|
| Thursday, 02 September 2010 | |
|
SILVER SPRING (SINDO) – Polisi Amerika Serikat (AS) kemarin menembak
mati seorang pria bersenjata yang menyandera tiga pegawai kantor pusat
Discovery Channel di Silver Spring,Maryland.
Drama penyanderaan itu sangat menegangkan layaknya film Hollywood. Para petugas polisi yang mengawasi drama penyanderaan memantau memalui kamera keamanan. Kemudian, polisi juga bernegosiasi dengan pria bersenjata yang terlihat sangat emosional. Polisi langsung menembak pria bersenjata itu ketika dia mengarahkan pistolnya kepada salah satu sanderanya. “Saat seorang sandera bergerak, dia (penyandera) mengarahkan senjata ke arah sandera itu, lalu sebuah tembakkan dilepaskan ke arah penyandera,” ujar kepala polisi Montgomery Tom Manger. Dia mengatakan, penyandera tewas dan korban sandera selamat. Polisi mengidentifikasi pria penyandera itu sebagai James Lee. Pria itu pernah ditangkap saat menggelar demonstrasi di Discovery Channel mengenai isu lingkungan. Lee, 43, baru keluar dari penjara setelah sebelumnya melakukan aksi protes karena menganggap Discovery Channel tidak memiliki komitmen melindungi lingkungan.“Dia memiliki sejarah berkonflik dengan Discovery,”ujar Manger. Lee masuk ke kantor Discovery Channel pada pukul 13.00 waktu setempat (00.00 WIB), dia membawa pistol dan mengacung-ngacungkannya ke atas dan mengaku menempelkan sejumlah alat peledak di tubuhnya. Sekitar 1.900 orang yang berada di gedung langsung panik dan dievakuasi oleh pihak manajemen. “Lee terdengar tenang, tapi saya yakin dia punya gangguan kejiwaan,”kata manajer yang berkomunikasi dengan Lee. Menurut laporan polisi, Lee menembakkan pistol setidaknya sekali di dalam gedung. Penyelidikan masih dilakukan, robot juga dikerahkan untuk menjinakkan bom di tubuh Lee. Lee yang merupakan aktivis beranggapan bahwa pertumbuhan manusia, kelahiran dan perkembangan industri modern adalah penyebab kehancuran planet ini. Maka,saat penyanderaan berlangsung, Lee menuntut agar semua program Discovery Health-TLC harus berhenti menyarankan kelahiran bayi. Lee menyebutnya sebagai “parasit.” Lee mendesak agar diadakan program yang menganjurkan sterilisasi dan infertilisasi manusia.Menurut dia, kelahiran manusia baru hanya menimbulkan polusi bagi planet bumi. “Manusia adalah makhluk paling merugikan, kotor, polutif dan merusak semua yang tersisa di planet ini dengan moral mereka yang rendah dan budaya berkembang biak mereka,” tulisnya pada sebuah pernyataan berisi 11 tuntutan. Pada tahun 2008, Lee melakukan aksi protes di depan gedung Discovery Channel dan membuat manifesto enam halaman yang isinya menuntut televisi yang menyiarkan program sains, lingkungan hidup dan teknologi itu harus menyiarkan komitmen Lee untuk menyelamatkan bumi. Menurut laporan pengadilan, dia membayar para tuna wisma untuk membawa poster berisikan protes. Lee juga membuang uang ke udara dan menyebutnya hanya sampah.Akibat ulahnya tersebut, dia dipenjara dua pekan. Lee juga menghadapi hukuman percobaan dan dilarang berada 150 meter dari gedung Discovery Channel. “Discovery Channel telah memproduksi banyak program yang mereka sebut ‘program lingkungan’ yang bertujuan untuk menyelamatkan planet, tapi kenyataannya dunia menjadi lebih buruk! Program mereka lebih banyak menimbulkan kerugian daripada kebaikan,” ujarnya pada kolom iklan yang dipasangnya pada sebuah koran di Washington. Menurut Aaron Morrisey, pemimpin redaksi publikasi web Discovery Channel, Lee memaksa Discovery untuk menjalankan manifestonya. (Rtr/BBC/CNN/andika hm) |