VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Zona Euro Ungguli AS dan Jepang PDF Print
Thursday, 02 September 2010
BRUSSELS(SINDO) – Perekonomian Eropa berhasil mengungguli Amerika Serikat (AS) dan Jepang pada kuartal II/2010 dengan tumbuh 1%.Namun,analis memperingatkan Jerman bisa melambat pada semester kedua.

Ekonomi 16 negara pada periode April–Juni tumbuh 1% bandingkan dengan ekspansi kuartalan AS yang hanya 0,4% dan Jepang 0,1%. Uni Eropa (UE) menyatakan kinerja Zona Euro jelas lebih unggul. “Breakdown produk domestik bruto (PDB) Zona Euro pada kuartal II/2010 relatif lebih baik,” kata Kepala Ekonom Eropa IHS Global Insight Howard Archer kemarin.

Pertumbuhan Eropa secara umum terdongkrak dengan kinerja Jerman yang sangat baik, bahkan terbaik sejak reunifikasi pada 1990. Berdasarkan data dari Biro Statistik Eropa (Eurostat), ekonomi Jerman kuartal II/2010 tumbuh 2,2% atau sesuai estimasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Tapi,Archer memperingatkan bahwa pemulihan di Zona Euro bisa kehilangan sebagian momentumnya pada beberapa bulan mendatang.

Ini akan membuat pengambil kebijakan di Eropa harus bekerja keras untuk mengatasinya. Beberapa tantangan akan menghadang Eropa,termasuk pemotongan anggaran belanja besar-besaran sebagai upaya negara-negara di seluruh Eropa menurunkan utang. “Kebijakan ini akan memperlambat pertumbuhan global dan pengembangan inventori akan melemah,” papar Archer.

Ekonom BNP Paribas (Prancis) Clemente De Lucia berpendapat, data dari Eurostat menunjukkan Zona Euro mengalami penguatan pemulihan pada kuartal II/2010. Sependapat dengan Archer, De Lucia juga mengestimasikan hilangnya sebagian momentum pemulihan pada semester kedua tahun ini. “Ekonomi Jerman,yang dipicu oleh ekspor, akan kehilangan kekuatan akibat pelemahan permintaan global.

Jerman sebagai lokomotif ekonomi Eropa, yang selalu memiliki kinerja di atas rata-rata, mungkin akan melemah selama beberapa bulan mendatang,” ungkap De Lucia. Data Eurostat menunjukkan bahwaperekonomian27negaraUE, termasuk non-Zona Euro seperti Inggris dan Polandia, juga tumbuh 1% pada kuartal II/2010. Selama tiga bulan pertama pada 2010, 27 negara UE tumbuh hanya 0,3%.

Yunani merupakan satu-satunya negara di Zona Euro yang mengalami kontraksi ekonomi atau tumbuh minus 1,5%. Buruknya kinerja Yunani terkait kondisi ekonominya yang masih berjuang menghadapi defisit anggaran belanja besar dan krisis utang. Akibatnya, Yunani harus melaksanakan pemotongan anggaran belanja besar-besaran sehingga ekonominya terganggu. Berdasarkan komparasi kuartal II/2009 (year on year/yoy), ekonomi Zona Euro dan UE tumbuh 1,9%.

Kinerja ini lebih baik dari estimasi yang dilakukan pada Agustus lalu yang meramalkan tumbuh 1,7%. Eurostat mengatakan, belanja konsumen Zona Euro kuartal II/2010 tumbuh 0,5%, lebih baik dari 0,2% pada kuartal sebelumnya. Jumlah investasi di Zona Euro meningkat 1,8% setelah berkontraksi pada kuartal pertama. Sementara ekspor dan impor masingmasing melonjak 4,4%.

Sementara Bank Sentral Eropa (ECB) diprediksi mempertahankan suku bunga acuan pada 1% selama 16 bulan berturut-turut. Kebijakan ini diambil karena outlook global masih dipenuhi ketidakpastian dan optimisme pemulihan Zona Euro masih diliputi mendung.Keputusan ini sudah diantisipasi banyak pihak.

Pajak Keuangan Dunia

Sebanyak 60 negara akan mengusulkan pajak atas transaksi keuangan internasional kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam pertemuan tingkat menteri di Paris, Prancis.Aturan baru ini diperkirakan bisa mengumpulkan 40 miliar euro (USD50 miliar) per tahun. Dana ini akan dibelanjakan sektor pembangunan. “Pajak yang kami usulkan adalah lima sen dari setiap 1.000 euro.

Itu tidak banyak, tetapi cukup untuk memulai gerakan ini,”Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner di Paris. “Itu setara dengan 30 hingga 40 miliar euro per tahun,”ujar dia. Prancis, sebagai tuan rumah, akan mengkaji masukan dari para ahli tentang inisiatif untuk kepentingan 60 negara yang terlibat.

Ke- 60 negara itu akan mengusulkan pajak baru pada PBB pada 21 September atau bertepatan dengan pertemuan puncak Millenium Development Goals di New York. “Kami yakin ada kemungkinan untuk mengekspresikan kemauan politik untuk peluncuran pajak,” kata, Menteri Kerja Sama Belgia Charles Michel yang saat ini memegang jabatan bergilir sebagai Presiden Uni Eropa. (AFP/Rtr/ant/ahmad senoadi)